Kanal24, Malang – Minggu pagi di Car Free Day (CFD) bukan berarti harus memilih antara tampil modis atau merasa nyaman. Dengan padu padan yang tepat, pakaian olahraga justru bisa terlihat kasual dan tetap cocok digunakan untuk aktivitas lain setelah berjalan atau berolahraga.
Salah satu gaya yang bisa dicoba adalah athleisure, yakni perpaduan elemen pakaian olahraga dengan busana kasual. Konsep ini membuat outfit lebih fleksibel karena tidak terlalu formal, tetapi juga tidak terlihat seperti baru selesai mengikuti latihan olahraga. Kuncinya ada pada pemilihan bahan, potongan pakaian, warna, dan tentu saja jenis aktivitas yang dilakukan.
Baca juga:
Model E/D/C-RITA Edi Dorong Adopsi Inovasi Petani
Kaos dan Jogger Jadi Pilihan Aman
Untuk CFD yang diisi dengan jalan santai atau jogging ringan, kombinasi kaos dan celana jogger bisa menjadi pilihan sederhana.
Kaos berbahan ringan memberikan ruang gerak, sementara jogger membuat kaki tetap leluasa ketika digunakan berjalan. Warna netral seperti putih, hitam, abu-abu, krem, atau cokelat juga mudah dipadukan dengan berbagai jenis sepatu dan aksesori.
Sneakers bisa menjadi pelengkap sekaligus menunjang kenyamanan kaki. Jika aktivitasnya tidak terlalu berat, tidak harus menggunakan sepatu olahraga dengan desain yang sangat teknis.
Hal yang lebih penting adalah memastikan pakaian tidak terlalu ketat dan bahan tidak membuat tubuh cepat gerah. Bagaimanapun, outfit CFD akan digunakan di ruang terbuka dengan aktivitas yang membuat tubuh terus bergerak.
Oversized untuk Gaya Lebih Santai
Atasan oversized juga bisa menjadi pilihan bagi yang ingin tampil santai tanpa kehilangan kesan sporty.
Kaus longgar, sweatshirt, atau hoodie tipis dapat dipadukan dengan legging, jogger, maupun celana olahraga dengan potongan lebih sederhana. Permainan ukuran antara atasan dan bawahan membuat tampilan terasa lebih kasual.
Namun, oversized bukan berarti harus berukuran jauh lebih besar dari tubuh. Pakaian yang terlalu longgar justru bisa mengganggu pergerakan dan membuat tubuh terasa lebih panas.
Pilih ukuran yang tetap memberikan ruang tetapi tidak sampai menutupi seluruh bentuk outfit. Dengan begitu, pakaian tetap nyaman sekaligus terlihat rapi.
Celana Pendek Bisa Jadi Alternatif
Ketika cuaca mulai terasa panas, celana pendek bisa menjadi pilihan yang lebih praktis untuk CFD.
Celana pendek dapat dipadukan dengan kaus polos, polo shirt, atau atasan sporty. Sneakers dan kaus kaki sederhana kemudian bisa digunakan untuk mempertahankan kesan kasual.
Bagi yang ingin tampilan lebih feminin, rok dengan bahan dan potongan yang nyaman juga bisa digunakan. Padukan dengan kaus sederhana dan sneakers agar tetap terasa santai.
Namun, pemilihan bawahan tetap perlu disesuaikan dengan aktivitas. Jangan sampai pakaian yang dipilih justru membatasi langkah atau membuat pemakainya sibuk mengatur pakaian ketika sedang bergerak.
Jaket Ringan untuk Layering
Udara pagi yang masih sejuk membuat jaket ringan menjadi item yang cukup berguna. Selain menjaga tubuh tetap nyaman, jaket juga bisa membuat tampilan terlihat lebih rapi.
Windbreaker, bomber jacket, hoodie, atau jaket denim dapat dipadukan dengan kaus dan bawahan olahraga. Ketika udara mulai panas, jaket bisa dilepas dan disimpan di dalam tas.
Teknik layering juga membuat satu outfit terasa lebih fleksibel. Pakaian yang awalnya cocok untuk CFD masih bisa digunakan ketika agenda berlanjut ke kafe atau bertemu teman.
Tidak perlu menggunakan jaket dengan banyak detail. Potongan sederhana dan warna yang mudah dipadukan justru membuat outfit lebih mudah digunakan untuk berbagai kesempatan.
Polo Shirt untuk Sporty Kasual
Tidak semua orang datang ke CFD untuk berlari atau melakukan olahraga intens. Ada pula yang hanya berjalan santai, bertemu teman, atau menikmati suasana pagi.
Untuk kebutuhan tersebut, polo shirt bisa menjadi pilihan yang berada di tengah antara sporty dan kasual. Atasan ini dapat dipadukan dengan jogger, celana pendek, maupun celana berbahan ringan.
Sneakers dengan desain minimalis dapat melengkapi penampilan. Hasilnya tetap terlihat santai, tetapi tidak terlalu menyerupai outfit khusus olahraga.
Pilihan ini juga cukup fleksibel jika setelah CFD ingin melanjutkan aktivitas lain tanpa harus berganti pakaian.
Jangan Sampai Terlalu Sporty
Memakai pakaian olahraga dari kepala hingga kaki bukan berarti otomatis menghasilkan gaya athleisure. Justru, terlalu banyak elemen sporty dalam satu tampilan dapat membuat outfit terlihat berlebihan.
Misalnya, atasan olahraga dipadukan dengan celana olahraga, jaket teknis, sepatu lari, topi olahraga, dan berbagai aksesori sekaligus. Jika aktivitasnya hanya jalan santai, tampilan tersebut bisa terasa kurang sesuai.
Konsep athleisure justru mengandalkan keseimbangan. Satu atau dua elemen sporty sudah cukup untuk memberikan kesan aktif.
Sneakers dengan kaus polos dan celana kasual, misalnya, sudah bisa menghasilkan tampilan yang santai. Begitu pula jogger yang dipadukan dengan kemeja atau jaket kasual.
Kenyamanan Tetap Jadi Prioritas
Pada akhirnya, memilih outfit untuk CFD tidak perlu dibuat terlalu rumit. Tentukan lebih dulu aktivitas yang akan dilakukan, kemudian sesuaikan pakaian dengan kebutuhan tersebut.
Jika ingin jogging atau bersepeda, pilih bahan yang ringan, nyaman, dan tidak membatasi gerak. Jika hanya berjalan santai, pakaian kasual bisa lebih diutamakan. Sementara jika CFD akan dilanjutkan dengan nongkrong atau agenda lain, gaya athleisure dapat menjadi pilihan yang lebih fleksibel.
Sepatu juga tidak boleh dilupakan. Tampilan yang menarik akan terasa sia-sia jika alas kaki membuat kaki sakit setelah berjalan cukup jauh.
Begitu pula dengan tas. Pilih tas yang cukup untuk membawa barang penting, tetapi tidak terlalu berat. Sling bag, waist bag, atau tas kecil bisa menjadi pilihan praktis.
Pada akhirnya, outfit CFD bukan tentang siapa yang paling menarik perhatian. Pakaian yang tepat justru adalah pakaian yang membuat seseorang bisa bergerak bebas tanpa terus-menerus memikirkan penampilannya. (ern)














