Kanal24, Malang – Angka pada timbangan sering menjadi patokan ketika seseorang mulai menjalani program penurunan berat badan. Semakin banyak berat yang berkurang, semakin besar pula anggapan bahwa program tersebut berhasil. Padahal, perubahan angka belum tentu menggambarkan kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Dokter spesialis gizi klinik Oqti Rodia mengingatkan pentingnya melihat penurunan berat badan dari sisi kesehatan. Program pengelolaan berat badan perlu memperhatikan kecukupan nutrisi, kesehatan jantung, serta kondisi metabolisme agar hasilnya tetap sehat dan dapat dipertahankan.
Baca Juga:
Cari Sembako Murah? Ini Pilihan Toko di Malang
Penurunan Berat Badan Bukan Sekadar Angka
Keinginan memiliki tubuh ideal menjadi salah satu alasan seseorang mulai mengatur pola makan. Aktivitas fisik juga ditingkatkan untuk membantu mencapai berat badan yang diinginkan.
Namun, proses tersebut tidak seharusnya hanya berorientasi pada angka timbangan. Setiap orang memiliki kondisi tubuh dan kebutuhan nutrisi yang berbeda.
Karena itu, program penurunan berat badan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu. Pola yang berhasil pada satu orang belum tentu memberikan hasil yang sama pada orang lain.
Berat badan berlebih juga dapat berkaitan dengan faktor risiko kardiometabolik. Kondisi tersebut membuat pengelolaan berat badan perlu dilakukan secara terukur.
Penurunan berat badan yang terlalu berfokus pada hasil cepat juga dapat membuat kebutuhan tubuh terabaikan. Padahal, tubuh tetap membutuhkan asupan nutrisi untuk menjalankan berbagai fungsi.
Nutrisi dan Metabolisme Tetap Perlu Diperhatikan
Mengelola berat badan tidak berarti sekadar mengurangi jumlah makanan. Kualitas dan kecukupan nutrisi juga perlu menjadi bagian dari pola makan sehari-hari.
Tubuh membutuhkan asupan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu. Karena itu, perubahan pola makan sebaiknya tidak dilakukan secara ekstrem hanya untuk mengejar penurunan angka timbangan.
Selain nutrisi, kondisi metabolisme dan kesehatan jantung juga perlu diperhatikan. Tujuan pengelolaan berat badan bukan hanya membuat tubuh menjadi lebih ringan.
Pendekatan yang tepat dapat membantu seseorang membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat. Pengelolaan berat badan juga dapat mendukung kondisi tubuh agar tetap terjaga dalam jangka panjang.
Oqti menekankan pentingnya mempertimbangkan kondisi setiap individu dalam menjalani program penurunan berat badan. Pendampingan tenaga kesehatan dapat membantu menentukan pendekatan yang sesuai, terutama bagi seseorang dengan kondisi medis tertentu.
Dengan begitu, proses penurunan berat badan tidak hanya mengejar hasil dalam waktu singkat. Kebiasaan yang sehat dan realistis justru perlu menjadi bagian dari proses tersebut.
Body Goals Perlu Diiringi Health Goals
Memiliki target bentuk tubuh tertentu bukan hal yang keliru. Namun, target tersebut perlu berjalan bersama dengan perhatian terhadap kesehatan.
Keberhasilan menurunkan berat badan tidak hanya dilihat dari jumlah kilogram yang berkurang. Kondisi tubuh selama dan setelah menjalani program juga perlu menjadi perhatian.
“Body goals boleh, tetapi heart goals wajib,” ujar Oqti.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa kesehatan perlu tetap menjadi bagian utama dalam proses pengelolaan berat badan. Angka timbangan memang dapat menjadi salah satu indikator, tetapi bukan satu-satunya ukuran.
Masyarakat yang ingin menurunkan berat badan juga perlu mengenali kebutuhan tubuhnya. Konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat menjadi langkah untuk menentukan pola makan dan program yang sesuai.
Pada akhirnya, menurunkan berat badan bukan sekadar membuat angka pada timbangan menjadi lebih kecil. Tujuan yang lebih penting adalah menjaga kesehatan sekaligus membangun kebiasaan yang dapat dilakukan secara konsisten. (ndr)













