Kanal24, Malang – Ketika sumber air mulai menyusut, kebutuhan sehari-hari warga di sejumlah wilayah Kabupaten Malang ikut terdampak. Sumur dan sumber air yang biasanya menjadi tumpuan masyarakat tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan selama musim kemarau.
Situasi itu membuat distribusi air bersih terus dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang. Hingga Selasa (1/9/2026), sebanyak 824.400 liter air bersih telah disalurkan kepada masyarakat terdampak kekeringan di sejumlah desa yang tersebar di beberapa kecamatan.
Baca Juga:
Jembatan Garuda TNI AD Bangun 83 Jembatan, 68 Rampung
Kekeringan Berdampak 8.957 Jiwa
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan distribusi air dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang mengalami keterbatasan pasokan air.
Dalam penyaluran terbaru, BPBD bersama sejumlah instansi terkait mengirimkan 64.800 liter air bersih menggunakan empat armada dengan total 14 rit pengiriman.
Berdasarkan pendataan BPBD, kekeringan telah berdampak terhadap sekitar 2.857 kepala keluarga atau 8.957 jiwa. Warga yang terdampak tersebar di sejumlah wilayah dengan kondisi sumber air yang berbeda-beda.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan air bersih tidak dapat hanya mengandalkan sumber air di sekitar permukiman. Distribusi menggunakan armada menjadi salah satu cara untuk menjaga ketersediaan air bagi masyarakat selama sumber air belum kembali normal.
Penyaluran juga dilakukan secara bertahap berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah. Pola ini memungkinkan bantuan diarahkan ke titik yang mengalami keterbatasan air paling tinggi.
Karangkates Terima 259.800 Liter
Distribusi air bersih dilakukan di sejumlah wilayah, di antaranya Desa Sumberagung dan Puskesmas Sitiarjo di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Desa Tumpakrejo di Kecamatan Gedangan, Desa Karangkates di Kecamatan Sumberpucung, serta Desa Sumberoto di Kecamatan Donomulyo.
Desa Karangkates menjadi salah satu wilayah dengan volume distribusi terbesar. Sejak penyaluran dimulai pada 8 Agustus 2026, wilayah tersebut telah menerima 259.800 liter air bersih.
Adapun Desa Sumberagung menerima 170.000 liter, Desa Tumpakrejo 155.000 liter, Desa Kedungbanteng 75.000 liter, dan Desa Sumberoto 69.600 liter.
Perbedaan jumlah distribusi tersebut menunjukkan kebutuhan air setiap wilayah tidak seragam. Jumlah warga terdampak dan kondisi sumber air menjadi pertimbangan dalam menentukan pasokan yang dikirim.
Bagi masyarakat yang sumber airnya mulai terbatas, pasokan dari BPBD menjadi penopang kebutuhan sehari-hari. Distribusi air tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan konsumsi, tetapi juga kebutuhan rumah tangga warga di tengah kemarau yang masih berlangsung.
BPBD Perkuat Koordinasi Distribusi
Penyaluran air bersih melibatkan sejumlah instansi dan unsur masyarakat. BPBD Kabupaten Malang berkoordinasi dengan PMI Kabupaten Malang, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Malang, Perumda Tirta Kanjuruhan, PJT I Karangkates, pemerintah desa, puskesmas, serta relawan.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Ketersediaan armada, sumber air, hingga penentuan titik distribusi menjadi bagian dari proses penanganan kekeringan.
BPBD Kabupaten Malang masih memantau kondisi wilayah terdampak untuk menentukan kebutuhan distribusi selanjutnya. Masyarakat juga diimbau menggunakan air secara hemat dan melaporkan apabila mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Hingga kini, distribusi telah mencapai 824.400 liter. Namun, angka tersebut sekaligus menunjukkan besarnya kebutuhan air yang harus dipenuhi ketika musim kemarau membuat sumber air warga semakin terbatas.
Selama kondisi tersebut belum berubah, distribusi air bersih masih menjadi bagian penting dari penanganan kekeringan di Kabupaten Malang. (ndr)













