KANAL24, Malang – Indeks Harga Saham Gabungan hari ini Senin (2/3/2026) ditutup melemah 2, 66 persen pada level 8.016,83 dibanding pembukaan yang berada pada level 8.092,90.
Pelemahan terjadi sejak pembukaan bursa dimana hampir sepanjang hari indeks memerah.
Konflik Iran versus AS dan Israel menjadi salah satu sentimen negatif yang mewarnai pergerakan bursa saham BEI.
Pengamat pasar modal UB Noval Adib menilai turunnya indeks pada hari ini sudah diperkirakan akan terjadi sebagai imbas dari faktor eksternal konflik Iran.
“Penurunan indeks sudah diperkirakan terjadi hari ini sebagai imbas dari konflik Iran yang terjadi mulai 28 Februari lalu,” kata Noval.
Namun konflik tersebut juga membuat saham sektor energi naik terutama karena penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Penutupan ini berdampak pada kenaikan harga minyak dunia serta pasokan minyak secara global.
Menurut Noval saham sektor energi dapat melesat sebagai imbas dari kenaikan harga minyak yang sudah terjadi.
“Sejak tadi pagi harga sektor energi secara global sudah naik dan sepertinya juga terjadi di bursa BEI,” jelas Noval.
Konflik Iran yang belum diketahui kapan akan berakhir menjadikan harga minyak akan bergejolak namun dapat menjadi faktor yang menyebabkan harga saham sektor energi dan batubara akan naik.(sdk)













