Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Malignansi: Sumber Disharmoni yang Terus Terwariskan

Dinia by Dinia
March 5, 2026
in Ramadhan
0
Malignansi: Sumber Disharmoni yang Terus Terwariskan

Ilustrasi: Emosi iri dan dengki dapat menjadi sumber konflik dan disharmoni dalam kehidupan manusia

9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ustadz Akhmad Muwafik Saleh

Sejak detak jantung pertama peradaban, ada satu kanker sunyi yang tidak membutuhkan senjata untuk membinasakan: ressentiment (iri, dengki, hasad). Berbagai konflik dan perseteruan yang terjadi dalam hubungan antar manusia, dari character assassination, incarceration (pemenjaraan seseorang), hingga pembunuhan dan perang, sering kali bermula dari sikap iri, dengki, dan hasad terhadap orang lain atas kebaikan, keunggulan, dan keberhasilan yang diperolehnya.

Apabila kita membedah anatomi konflik dan perseteruan dalam realitas kehidupan antar manusia, hal ini bahkan mungkin bermula jauh sebelum manusia diciptakan. Yaitu ketika Allah Sang Pencipta berencana menciptakan makhluk baru di muka bumi yang berjenis manusia. Allah swt menyampaikannya kepada para malaikat.

Saat itu ternyata ada dari kalangan mereka—jin yang ahli ibadah selama ribuan tahun dan dimasukkan dalam kalangan malaikat, bernama Azazil—yang mengungkapkan sikap kritis dan kekhawatirannya atas penciptaan makhluk baru yang kelak disebut manusia, yang dimungkinkan akan menciptakan pertumpahan darah kembali sebagaimana makhluk sebelumnya, yaitu jin.

Sikap kritis itu akhirnya berujung pada penolakan dan pembangkangan untuk tunduk pada perintah Allah swt. Mereka membanggakan diri atas peribadatannya selama itu, bertasbih dan mensucikan Allah swt.

Penolakan untuk tunduk atas perintah Allah swt untuk bersujud kepada ciptaan baru dari jenis manusia yang diberi nama Adam didasarkan atas rasa cemburu, iri, dan dengki yang kemudian melahirkan kesombongan diri (superiority), dengan mengatakan, ā€œAku lebih baik dari Adam. Aku dicipta dari api, sementara Adam tercipta dari tanah.ā€

Sikap iblis ini yang disebut existential friction, sebuah gesekan eksistensial, yaitu konflik yang muncul karena merasa keberadaan pihak lain dianggap mengancam eksistensi dirinya.

Atas keberanian sikap penolakannya tersebut, ia mendapatkan gelar baru: ā€œIblisā€. Perilaku pembangkangannya disebut sebagai ā€œsetanā€, yang menjadikannya terkutuk (ar-rajim) dan dikeluarkan dari kenikmatan surga.

Hal ini melahirkan sikap hostility bias atau interpersonal conflict persistence, yaitu kecenderungan menyimpan perasaan negatif dan niat membalas dalam jangka panjang yang terus berlanjut dalam perjalanan kehidupan.

Hal ini dideklarasikan oleh setan, Iblis, di hadapan Allah sesaat setelah ia dikeluarkan dari surga, sebagaimana diabadikan dalam firman Allah swt dalam Al-Qur’an surat Al-Hijr ayat 28–40. Dalam ayat tersebut dinyatakan:

{ Ł‚ŁŽŲ§Ł„ŁŽ Ų±ŁŽŲØŁŁ‘ ŲØŁŁ…ŁŽŲ¢ Ų£ŁŽŲŗŪ”ŁˆŁŽŁŠŪ”ŲŖŁŽŁ†ŁŁŠ Ł„ŁŽŲ£ŁŲ²ŁŽŁŠŁŁ‘Ł†ŁŽŁ†ŁŽŁ‘ Ł„ŁŽŁ‡ŁŁ…Ū” فِي Ł±Ł„Ū”Ų£ŁŽŲ±Ū”Ų¶Ł ŁˆŁŽŁ„ŁŽŲ£ŁŲŗŪ”ŁˆŁŁŠŁŽŁ†ŁŽŁ‘Ł‡ŁŁ…Ū” Ų£ŁŽŲ¬Ū”Ł…ŁŽŲ¹ŁŁŠŁ†ŁŽ }

Ia (Iblis) berkata,
ā€œTuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan menjadikan kejahatan terasa indah bagi mereka di bumi dan aku akan menyesatkan mereka semuanya.ā€
(QS. Al-Hijr: 39)

Inilah ā€œdendam kesumatā€ tertua dalam sejarah kehidupan yang kemudian dimanifestasikan dalam kehidupan manusia pertama di bumi.

Kisah Habil dan Qabil (anak Nabi Adam) adalah manifestasi dari The Malign Vow (sumpah jahat) setan Iblis tersebut yang meniupkan rasa iri dengki ke dalam hati Qabil sehingga ia tega membunuh adiknya, Habil. Inilah sejarah pembunuhan pertama di muka bumi.

Iri dengki, hasad, dendam kesumat, dan fitnah ibarat setali tiga uang yang menjadi sumber utama berbagai pertikaian, permusuhan, hingga pembunuhan yang terjadi di muka bumi. Api purba ini terus membakar kehidupan manusia hingga garis finis eksistensi kita saat ini, demi satu hal: rusaknya harmoni kehidupan manusia.

Coba kita perhatikan banyak pertikaian yang terjadi. Semua sering kali bersumber dari iri dengki—penyakit hati tertua yang sangat mematikan. Berbagai kasus perselisihan, baik di tingkat nasional (antar kelompok kepentingan), lokal, internasional antar bangsa, maupun dalam hubungan antar pribadi, apabila dicermati dengan baik akan bermuara pada penyakit hati ini: iri dengki.

Iri dengki sering kali disebabkan oleh kebencian dan permusuhan, ambisi dan keserakahan, kurangnya keimanan, serta pengaruh lingkungan (snowball effect dari iri dengki orang lain).

Iri dengki adalah muara yang melahirkan tindakan hasud melalui jalan fitnah dan mengakibatkan pertikaian hingga pembunuhan bahkan peperangan. Ia ibarat kanker ganas dan akut yang dapat menyebar tanpa kendali, merusak jaringan sehat di sekitarnya hingga berujung pada kematian.

Inilah yang disebut malignansi, sebuah istilah medis yang tepat untuk menggambarkan bahaya sifat iri dengki.

Argumentasinya adalah bahwa iri dengki merupakan emosi yang paling ā€œsunyiā€ namun paling korosif. Ia adalah polusi mental ketika seseorang tidak lagi fokus pada apa yang ia miliki, melainkan terobsesi pada kebahagiaan orang lain yang ingin ia tiadakan.

Ketika iri telah mengeras, ia bermutasi menjadi hasud. Jika iri masih berupa perasaan, maka hasud adalah tekad. Ia adalah keinginan aktif untuk melihat nikmat orang lain dicabut.

Hasud adalah fase ketika seseorang mulai menyusun The Dark Agenda. Ia tidak lagi diam, tetapi mulai mencari celah untuk meruntuhkan singgasana orang lain. Ini adalah tahap perencanaan dalam kejahatan moral.

Fitnah yang berhasil akan menciptakan polarisasi. Lalu terjadilah pertikaian. Di sinilah mulai retak pondasi hubungan kemanusiaan dan nilai-nilai moral.

Ketika dua pihak tidak lagi melihat kebenaran, melainkan hanya melihat ā€œmusuhā€, maka kedamaian resmi mati.

Ujung dari semua itu adalah hilangnya modalitas kebahagiaan dari orang lain—hasrat untuk melihat lawannya sengsara atau menderita. Apakah itu berupa hilangnya jabatan, pengaruh, kekayaan, dan berbagai modalitas signifikan lainnya.

Bentuknya bisa berupa penurunan jabatan, PHK, jatuh miskin, berakhir di sel penjara, hingga pembunuhan. Naudzubillahi min dzalik.

Dampak iri dengki sangat destruktif, tidak hanya bagi individu tetapi juga menjadi wabah sosial yang menyebabkan disintegrasi sosial.

Orang yang dahulu dipandang baik bisa berubah menjadi buruk (character assassination). Reputasi yang sebelumnya baik dapat mengalami reputational erosion sehingga tidak lagi dipercaya. Orang yang sebelumnya bergerak tulus menjadi dicurigai. Mereka yang dahulu penuh semangat dapat menjadi patah semangat dan kehilangan peluang kariernya.

Dampak iri dengki sangat destruktif, baik bagi individu maupun kolektivitas sosial.

Karena itu Rasulullah saw memperingatkan dengan keras bahwa siapa saja yang menanam bibit iri dengki dalam hatinya akan menuai akibat berupa hangusnya amal kebaikan.

Beliau bersabda:

ā€œŲ„ŁŁŠŁŽŁ‘Ų§ŁƒŁŁ…Ł’ ŁˆŁŽŲ§Ł„Ł’Ų­ŁŽŲ³ŁŽŲÆŁŽŲŒ ŁŁŽŲ„ŁŁ†ŁŽŁ‘ Ų§Ł„Ł’Ų­ŁŽŲ³ŁŽŲÆŁŽ ŁŠŁŽŲ£Ł’ŁƒŁŁ„Ł Ų§Ł„Ł’Ų­ŁŽŲ³ŁŽŁ†ŁŽŲ§ŲŖŁ ŁƒŁŽŁ…ŁŽŲ§ ŲŖŁŽŲ£Ł’ŁƒŁŁ„Ł Ų§Ł„Ł†ŁŽŁ‘Ų§Ų±Ł Ų§Ł„Ł’Ų­ŁŽŲ·ŁŽŲØŁŽā€

ā€œJauhilah oleh kalian sifat dengki, karena sesungguhnya dengki itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.ā€
(HR. Abu Dawud)

Puasa Ramadhan sejatinya ingin mengikis rasa iri dalam hati, membersihkan residu kebencian dan dendam agar manusia menjadi pribadi The Luminous Interior, yaitu jiwa yang bercahaya dari dalam.

Pribadi yang bersih hati, berpikir positif, dan menebarkan kedamaian kepada sesama. Pribadi yang memiliki hati samudera—siap menampung segala arus kehidupan dengan kedamaian.

ā€œJadilah hati samudera yang menampung segala arus tanpa kehilangan jati diri, karena hanya jiwa yang kerdil yang membiarkan setitik hasud bermutasi menjadi badai kehancuran.ā€

*) Dr. Akhmad Muwafik Saleh, S.Sos., M.Si
Penulis adalah Ketua Pusat Pengembangan Kepribadian Universitas Brawijaya, Pengasuh Asrama Karakter Pesantren Mahasiswa Tanwir al Afkar Malang

Post Views: 174
Tags: bahaya hasad dan fitnahDr Akhmad Muwafik Salehharmoni kehidupan manusiainspirasi spiritual ramadhaniri dengki dalam islammembersihkan hati dari iripenyakit hati manusiapesan moral ramadhanPesantren Mahasiswa Tanwir Al Afkarrefleksi spiritual ramadhan
Previous Post

FH UB-Imparsial Soroti Ancaman Demokrasi dalam RanPerpres Pelibatan TNI

Next Post

Doktor FMIPA UB Kembangkan AI untuk Skrining Kanker Serviks

Dinia

Dinia

Next Post
Doktor FMIPA UB Kembangkan AI untuk Skrining Kanker Serviks

Doktor FMIPA UB Kembangkan AI untuk Skrining Kanker Serviks

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Review Buku No Longer Human: Dunia yang Asing

Review Buku No Longer Human: Dunia yang Asing

April 4, 2026
Peretas Korea Utara Menyamar Jadi Arsitek

Peretas Korea Utara Menyamar Jadi Arsitek

April 4, 2026
Bagaimana Cara Kembali Terhubung dengan Teman Lama

Bagaimana Cara Kembali Terhubung dengan Teman Lama

April 4, 2026
The Pitt dan Kompleksitas Keputusan di Instalasi Gawat Darurat

The Pitt dan Kompleksitas Keputusan di Instalasi Gawat Darurat

April 3, 2026

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkiniā€Ž
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025