Kanal24, Malang – Perubahan dunia usaha yang berlangsung semakin cepat menuntut lulusan hukum memiliki kemampuan lebih dari sekadar memahami regulasi dan menghafal pasal. Di tengah berkembangnya teknologi, transformasi bisnis, hingga munculnya model usaha baru, calon sarjana hukum dituntut mampu memahami bagaimana hukum bekerja dalam praktik dan menjawab persoalan nyata yang dihadapi dunia usaha.
Kebutuhan itulah yang mendorong Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) menghadirkan praktisi korporasi dalam kuliah tamu bertajuk “Memahami Business Judgment Rule dalam Praktik Bisnis” (3/6/2026). Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori hukum bisnis, tetapi juga memperoleh gambaran langsung mengenai dinamika pengambilan keputusan di lingkungan perusahaan.
Baca juga : Ketika Keputusan Bisnis Dinilai Hukum, FH UB Bahas Business Judgment Rule
Wakil Dekan Bidang Akademik FH UB, Dr. Milda Istiqomah, S.H., M.TCP., Ph.D., mengatakan bahwa mahasiswa hukum perlu memahami bagaimana teori yang dipelajari selama perkuliahan diterapkan dalam kehidupan profesional.
Menurutnya, hukum bisnis tidak dapat dipahami hanya melalui pendekatan normatif. Mahasiswa juga perlu melihat realitas yang terjadi di lapangan agar mampu menjawab tantangan ketika memasuki dunia kerja.
“Mahasiswa Fakultas Hukum harus memahami bagaimana praktik hukum yang berjalan di masyarakat. Selama ini mereka belajar tentang hukum perusahaan dan hukum bisnis, tetapi ternyata dalam praktik banyak sekali perbedaan-perbedaan dan dinamika yang terjadi,” ujarnya.
Karena itu, FH UB secara aktif menghadirkan praktisi dari berbagai bidang untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik. Selain menghadirkan Ira Puspadewi sebagai narasumber utama, kegiatan tersebut juga melibatkan praktisi hukum bisnis dan perbankan yang memiliki pengalaman langsung dalam dunia profesional.

Menurut Milda, pengalaman para praktisi memberikan perspektif yang tidak selalu ditemukan dalam ruang kuliah maupun literatur akademik.
“Untuk menjembatani antara teori dan praktik, kuliah-kuliah tamu dengan menghadirkan praktisi seperti ini menjadi penting bagi mahasiswa Fakultas Hukum sehingga ketika nanti mereka lulus dan bekerja di bidang hukum bisnis maupun perbankan, mereka sudah memahami dinamika yang terjadi di lapangan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa salah satu kompetensi yang perlu dimiliki mahasiswa saat ini adalah kemampuan memahami implikasi hukum dari setiap keputusan bisnis yang diambil oleh perusahaan.
“Dalam setiap pengambilan keputusan bisnis, mereka harus memahami prinsip kehati-hatian serta mengetahui dampak dan implikasi dari keputusan-keputusan yang diambil,” katanya.
Baca juga : Salah Urus Status Kewarganegaraan Bisa Berujung Masalah Hukum, FH UB Angkat Isunya
Lebih jauh, FH UB juga terus memperluas kolaborasi dengan para praktisi untuk memperkuat pengalaman belajar mahasiswa. Salah satunya melalui keterlibatan Ira Puspadewi yang saat ini juga berperan sebagai staf ahli Universitas Brawijaya dalam pengembangan bisnis dan multiusaha.
Milda berharap kolaborasi tersebut dapat terus berlanjut melalui berbagai forum akademik maupun pendampingan yang memberi wawasan praktis bagi mahasiswa.
“Beliau akan hadir secara berkala di Universitas Brawijaya untuk memberikan berbagai masukan terkait arah kebijakan bisnis. Untuk Fakultas Hukum, kami berharap beliau juga dapat terus mendampingi dan memberikan kuliah tamu dengan tema-tema yang relevan,” ujarnya.
Sementara itu, Ira Puspadewi mengingatkan bahwa dunia hukum akan menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan transformasi bisnis yang berlangsung cepat.
Menurutnya, mahasiswa hukum perlu memiliki kemampuan belajar yang adaptif agar dapat mengikuti perubahan tersebut.
“Corporate law atau hukum perusahaan ke depan akan sangat dinamis. Akan banyak teknologi baru, termasuk artificial intelligence (AI), yang memengaruhi perkembangan hukum perusahaan. Karena itu mahasiswa harus terus belajar dan mengikuti perkembangan agar hukum tidak tertinggal dari perkembangan bisnis,” ujarnya.
Melalui pendekatan pembelajaran yang menggabungkan teori dan pengalaman praktis, FH UB berharap mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memahami hukum dari sisi regulasi, tetapi juga mampu membaca kebutuhan dunia usaha dan memberikan solusi hukum yang relevan di tengah perubahan zaman. (din)














