Kanal24, Kota Batu — Di tengah pesatnya pertumbuhan destinasi wisata modern di Kota Batu, pemerintah daerah justru ingin menegaskan kembali identitas pariwisata yang lahir dari sejarah dan karakter alam kota tersebut.
Wali Kota Batu Nurochman, S.H., M.H. menilai pengembangan pariwisata heritage menjadi bagian penting dalam arah pembangunan daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Fokus ini tidak hanya untuk menjaga sejarah pariwisata Kota Batu, tetapi juga memperkuat jati diri kota wisata di tingkat nasional.
Menurut Nurochman, visi pembangunan Kota Batu menempatkan potensi lokal sebagai fondasi utama, baik yang memiliki nilai regional, nasional, maupun internasional.
“Visi dan misi kami ingin benar-benar mengangkat potensi lokal yang memiliki kapasitas nasional maupun internasional. Itu kemudian kami turunkan dalam RPJMD Kota Batu,” ujarnya.
Dalam konteks pariwisata heritage, dua destinasi legendaris yakni Selekta dan Songgoriti menjadi simbol sejarah pariwisata Kota Batu yang masih bertahan hingga hari ini.
Ia menyebut, jauh sebelum Kota Batu berkembang seperti sekarang, kedua destinasi tersebut sudah menjadi primadona wisata dan memiliki pengaruh besar dalam membangun citra Kota Batu sebagai kota wisata.
“Kalau orang bicara Kota Batu pada masa lalu, yang terbayang pasti Selekta dan Songgoriti. Dua tempat ini punya histori panjang dan menjadi kebanggaan masyarakat Kota Batu,” katanya.

Selekta, Wisata Milik Masyarakat
Nurochman juga menyoroti keunikan Taman Rekreasi Selekta yang menurutnya memiliki karakter berbeda dibanding banyak destinasi wisata lainnya di Indonesia.
Selekta, kata dia, merupakan salah satu destinasi wisata yang sahamnya dimiliki oleh masyarakat luas, bukan dimonopoli oleh satu atau dua investor.
“Selekta ini satu-satunya perusahaan wisata yang dimiliki oleh masyarakat. Pemilik sahamnya banyak dan tetap eksis sampai sekarang,” jelasnya.
Destinasi ini juga menyimpan nilai sejarah, salah satunya keberadaan ruang kontemplasi Presiden Soekarno yang hingga kini masih menjadi bagian dari daya tarik wisata heritage di kawasan tersebut.
Karena nilai sejarah itulah, Nurochman mengaku kerap mempromosikan Selekta setiap bertemu pejabat kementerian maupun tamu dari luar daerah.
“Saya selalu menyampaikan, kalau berkunjung ke Kota Batu silakan datang ke Selekta,” ujarnya.

Menyeimbangkan Wisata Alam dan Wisata Buatan
Dalam beberapa tahun terakhir, Kota Batu berkembang pesat dengan berbagai destinasi wisata baru yang bersifat artifisial atau buatan.
Namun menurut Nurochman, keseimbangan antara wisata buatan dengan wisata berbasis alam dan sejarah harus tetap dijaga.
“Kalau wisatawan mancanegara biasanya yang dicari adalah nature dan heritage. Kalau yang artifisial, di negara mereka justru sudah jauh lebih maju,” katanya.
Karena itu, pemerintah Kota Batu mendorong konsep green tourism sebagai arah pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.
Pendekatan ini diharapkan tidak hanya menjaga karakter alam Kota Batu, tetapi juga memastikan sektor pariwisata memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Pariwisata Harus Berdampak ke Petani
Salah satu perhatian pemerintah daerah adalah memastikan pertumbuhan sektor pariwisata tidak hanya dinikmati oleh investor, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi warga lokal.
Nurochman mengingatkan, sebagian besar masyarakat Kota Batu masih menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
Karena itu, pemerintah berupaya mencegah terjadinya trade-off antara perkembangan pariwisata dengan keberlanjutan sektor pertanian.
“Jangan sampai pariwisata berkembang, tetapi dunia pertanian justru terpinggirkan. Ini yang menjadi perhatian kami,” ujarnya.
Pemerintah Kota Batu juga mendorong integrasi antara sektor pariwisata dengan pertanian melalui konsep smart and integrated farming, sehingga hasil pertanian lokal dapat terhubung dengan aktivitas ekonomi pariwisata.
Dengan pendekatan tersebut, Nurochman berharap pertumbuhan pariwisata tidak hanya meningkatkan jumlah wisatawan, tetapi juga memperkuat kesejahteraan masyarakat Kota Batu.
“Pariwisata harus memberi dampak konkret bagi ekonomi masyarakat, bukan hanya dinikmati oleh kelompok tertentu,” tegasnya.(Din/Lia)














