Kanal24, Malang — PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas LPG di seluruh wilayah Indonesia berada dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama selama bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan atau menimbun BBM maupun LPG karena distribusi energi nasional tetap berjalan normal dan terjaga.
Pernyataan tersebut disampaikan pihak Pertamina Patra Niaga dalam keterangan resmi di Jakarta, baru-baru ini. Perusahaan menegaskan bahwa berbagai langkah antisipatif telah dilakukan untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat selama periode Ramadan dan mudik Lebaran.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga menyampaikan bahwa stok BBM dan LPG saat ini berada dalam level yang memadai dengan sistem distribusi yang terus dipantau secara intensif. Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan energi karena Pertamina telah menyiapkan cadangan dan infrastruktur yang cukup untuk menghadapi potensi lonjakan permintaan.
Baca juga:
Inflasi Jatim 0,95 Persen, Pangan Jadi Penekan Utama
“Stok BBM dan LPG nasional dalam kondisi aman. Kami memastikan pasokan tetap tersedia dan terdistribusi dengan baik. Karena itu, masyarakat diimbau tidak perlu melakukan penimbunan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa praktik penimbunan justru berpotensi mengganggu sistem distribusi energi yang telah dirancang secara terukur. Selain itu, penimbunan juga dapat berdampak pada kelangkaan semu di tingkat konsumen.
Antisipasi Lonjakan Konsumsi Ramadan dan Lebaran
Kebutuhan energi biasanya meningkat selama Ramadan hingga Idulfitri seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat. Aktivitas perjalanan mudik, peningkatan kegiatan ekonomi, serta konsumsi rumah tangga yang lebih tinggi menjadi faktor utama meningkatnya permintaan BBM dan LPG.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pertamina telah melakukan penguatan stok energi di berbagai terminal BBM dan depot LPG di seluruh Indonesia. Langkah ini dilakukan melalui strategi build-up stock atau peningkatan cadangan energi di sejumlah titik distribusi utama.
Selain itu, perusahaan juga mengoperasikan Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri yang bertugas memantau distribusi energi selama 24 jam. Satgas tersebut bertugas memastikan kelancaran pasokan energi mulai dari proses produksi, penyimpanan, hingga distribusi ke masyarakat.
Melalui sistem pemantauan ini, Pertamina dapat dengan cepat merespons apabila terjadi lonjakan konsumsi atau gangguan distribusi di wilayah tertentu.
Penguatan Distribusi di Jalur Mudik
Dalam menghadapi arus mudik Lebaran, Pertamina juga memperkuat distribusi BBM di berbagai jalur transportasi utama. SPBU yang berada di jalur mudik strategis dipastikan memiliki stok yang cukup untuk melayani kebutuhan para pemudik.
Selain itu, Pertamina menyiagakan berbagai fasilitas tambahan seperti mobil tangki, terminal BBM, serta layanan energi di beberapa titik strategis. Hal ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan bakar bagi kendaraan masyarakat selama perjalanan mudik dan arus balik.
Upaya penguatan distribusi juga dilakukan pada sektor LPG, terutama LPG bersubsidi 3 kilogram yang banyak digunakan oleh rumah tangga dan pelaku usaha mikro. Penambahan pasokan dilakukan di sejumlah daerah guna mengantisipasi peningkatan konsumsi masyarakat selama Ramadan.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga stabilitas distribusi energi nasional sekaligus menghindari potensi kelangkaan di tingkat konsumen.
Masyarakat Diminta Gunakan Energi Secara Bijak
Di sisi lain, Pertamina juga mengajak masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak dan sesuai kebutuhan. Penggunaan BBM maupun LPG yang rasional dinilai penting untuk menjaga kelancaran distribusi dan memastikan seluruh masyarakat dapat memperoleh akses energi secara merata.
Pemerintah bersama Pertamina terus melakukan pengawasan terhadap distribusi energi di berbagai wilayah. Koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta pemangku kepentingan lainnya juga diperkuat guna memastikan distribusi energi berjalan lancar.
Dengan berbagai langkah antisipatif yang telah dilakukan, Pertamina optimistis kebutuhan energi masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri dapat terpenuhi dengan baik. Perusahaan juga berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh isu kelangkaan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui kerja sama antara pemerintah, perusahaan energi, dan masyarakat, stabilitas pasokan BBM dan LPG diharapkan tetap terjaga sehingga aktivitas masyarakat selama Ramadan dan Lebaran dapat berlangsung dengan aman dan nyaman. (nid)














