KANAL24, Malang – Perkembangan era digital yang semakin masif menjadi Medan baru dalam dunia dakwah. Dakwah kini tidak hanya bersifat konvensional, tatap muka namun dapat dilakukan secara digital melalui sosial media.
Namun belum semua dai memiliki kemampuan untuk memanfaatkan media digital sebagai alat untuk berdakwah.
Fakta ini terungkap dalam Workshop Sehari Ngaji Algoritma Sarana Dakwah Menembus Ruang dan Waktu yang digelar oleh Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN ) PCNU Kota Malang, Senin (9/3/2026) di Masjid Taufiqurrahman Kayutangan Kota Malang.
“Dakwah digital belum dapat dimanfaatkan oleh dai kita secara maksimal. Salah satunya karena literasi yang masih kurang,” kata Ketua LTN NU Kota Malang Abdul Muntholib.
Hal senada juga diungkapkan oleh narasumber workshop Achmad Salahudin yang mengungkapkan pentingnya kemampuan membaca algoritma bagi dai saat ini.

” Saat ini kondisi dakwah sudah berbeda dengan era Walisongo dan era kemerdekaan. Saat ini muncul kelas menengah baru yang membutuhkan sentuhan agama dengan praktis,” kata Salahudin.
Pria asal Pulau Bawean ini menceritakan bahwa segmen pekerja kantoran terkadang tidak dekat dengan tradisi pesantren dan kyai dan sayangnya pihak dai juga tidak sepenuhnya memahami kebutuhan keagamaan mereka.
Sehingga seringkali bukan karena kemampuan yang tidak mumpuni namun dai belum mampu menyajikan menu sesuai kebutuhan dan keinginan segmen tersebut.
“Ini uang terjadi dan sayangnya kemampuan membaca algoritma digital ini masih kurang. Saya kira tepat jika LTN menjadi ujung tombak dalam hal ini,” lanjutnya.
Saat ini para da’i perlu mengembangkan metode dan narasi dakwah agar mampu mengjankau segmen baru dan memanfaatkan media sosial dengan tepat agar bisa diterima.
” Media sosial saat ini membutuhkan narasi yang sejuk, mampu merangkul bukan sebaliknya sehingga da’i perlu memahami hal ini,” imbuhnya.
Workshop Ngaji Algoritma ini dihadiri oleh dai dari LDNU, Lembaga Takmir, anggota GP Ansor, IPNU dan juga anggota Fatayat serta Muslimat.
Ketua LTNU Abdul Muntholib mengaku akan meneruskan kegiatan tersebut dari masjid ke masjid usai lebaran agar para da’i dapat memanfaatkan media digital untuk berdakwah dengan tepat sasaran. (sdk)













