KANAL24, Malang – Dinamika kehidupan yang berjalan dengan cepat seringkali menimbulkan rasa cemas karena banyaknya ketidakpastian. Rasa cemas ini menurut Filsuf Islam Dr. Fahruddin Faiz merupakan hal yang manusiawi dalam keseharian.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Fahruddin dalam Cafe Ramadhan yang digelar oleh Masjid Raden Patah UB senin (9/3/2026) malam selepas taraweh.
Didepan ratusan mahasiswa dan pengunjung Cafe Ramadhan, Fahruddin menjelaskan bahwa rasa cemas dapat dikelola dengan baik agar tidak menjadi hal yang kontraproduktif.
āCemas itu hal yang wajar namun hal tersebut dapat dikelola dengan baik agar menjadi hal yang tidak kontraproduktif,ā kata Fahruddin.
Baca Juga : Dai Harus Memahami AlgoritmaĀ
Allah menurut Fahruddin memberikan rasa cemas karena ketidakpastian dan lainnya sebagai bentuk cinta dan sayang Allah kepada manusia. Untuk itu rasa cemas, takut dan lainnya harus ditata sebagai batu loncatan agar manusia menjadi pribadi yang tangguh.

Pribadi yang tangguh atau muslim yang tangguh merupakan salah satu tujuan yang harus dicapai melalui serangkaian ujian agar manusia terbiasa untuk memiliki solusi dan rasa berserah kepada Allah.
āUjian dan kecemasan itu merupakan salah satu tahapan agar dapat menjadi pribadi yang kuat dan tangguh,ā lanjutnya.
Baca Juga : Difabel Antusias Ikuti Pesantren Ramadhan Masjid Abdullah Malang
Untuk itu Fahruddin mengajak anak muda di kampus UB untuk menjalani tahap demi tahap berbagai kesulitan dan ketidakpastian dalam hidup dengan memperkuat rasa tawakal kepada Allah serta memperkuat ihtiar solusi dari problem tersebut.
Cafe Ramadhan Masjid Raden Patah UB merupakan salah satu program unggulan yang hadir sebagai kajian populer tematik setiap bulan ramadhan.
Menurut Takmir Masjid Raden Patah UB Ratno Bagus, kegiatan Cafe Ramadhan ini memberikan bentuk kajian yang lebih ngepop untuk mernagkul semua kalangan agar memanfaatkan bulan ramadhan dengan kajian keislaman.
āCafe Ramadhan ini unik dan kita buat asik agar dapat merangkul semua kalangan anak muda agar mereka memanfaatkan bulan ramadhan dengan memperbanyak kajian,ā pungkas Ratno Bagus. (sdk)














