Kanal24, Malang – Universitas Brawijaya menunjukkan kepedulian sosial kepada masyarakat melalui kegiatan santunan anak yatim yang digelar di Masjid Raden Patah. Program yang menjadi agenda rutin setiap bulan Ramadan ini menghadirkan ratusan anak yatim dari berbagai lembaga di Malang Raya untuk menerima bantuan serta berbagi kebahagiaan di bulan suci.
Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Imam Santoso, M.P., menyampaikan bahwa santunan ini merupakan bentuk solidaritas sosial kampus kepada masyarakat sekitar, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan. Hal tersebut ia sampaikan dalam kegiatan Santunan Anak Yatim di Masjid Raden Patah yang dilaksanakan pada Rabu (11/03/2026) di Ruang Utama Masjid Raden Patah dan digelar oleh Masjid Raden Patah Universitas Brawijaya.
āUniversitas Brawijaya sebagai lembaga publik tentu harus memiliki kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar. Karena itu melalui basis UB kita memberikan santunan, termasuk kepada anak-anak yatim dan masyarakat kurang mampu di sekitar kampus. Ini adalah wujud solidaritas kita sebagai sesama manusia, terutama di bulan Ramadan yang harus kita tingkatkan,ā ujar Prof. Imam Santoso.
Baca juga:
FIKES UB Persiapkan Prodi Ners Spesialis untuk Penguatan Layanan Kesehatan

Ia juga menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan santunan tahun ini terdapat sedikit penyesuaian dari sisi administrasi untuk memastikan bantuan yang diberikan dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan tepat sasaran.
Verifikasi Lembaga Jadi Prioritas
Prof. Imam Santoso menuturkan bahwa proses seleksi penerima santunan dilakukan secara ketat agar bantuan dapat disalurkan kepada lembaga yang benar-benar terverifikasi secara administrasi. Hal ini menjadi langkah penting untuk memastikan akuntabilitas dalam penyaluran bantuan.
Menurutnya, lembaga atau yayasan yang mengirimkan anak yatim harus memiliki legalitas yang jelas, termasuk jika berbentuk panti asuhan yang telah berbadan hukum serta memiliki izin operasional. Dengan demikian, proses distribusi bantuan dapat tercatat dengan baik secara administrasi.
āKetika kita memberikan santunan tentu harus jelas administrasinya. Yayasan atau lembaganya harus terverifikasi, sehingga bantuan yang diberikan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik,ā jelasnya.
Meski demikian, ia memastikan bahwa cakupan penerima santunan akan terus diperluas pada tahun-tahun berikutnya agar semakin banyak pihak yang dapat merasakan manfaat program tersebut.
Libatkan Ratusan Anak Yatim Malang Raya
Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Kepribadian Mahasiswa (UPT PKPK), Mohamad Anas, S.Fil.I., M.Phil., menjelaskan bahwa kegiatan santunan ini telah berlangsung cukup lama dan menjadi bagian dari program pembinaan keagamaan di Universitas Brawijaya.
Menurut Anas, kegiatan tahun ini melibatkan sekitar 57 lembaga yatim dari seluruh wilayah Malang Raya dengan total sekitar 570 anak yatim yang menerima santunan. Setiap lembaga diberikan kuota sepuluh anak untuk mengikuti kegiatan tersebut.
āKegiatan santunan kepada anak yatim ini sudah cukup lama dilaksanakan. Tahun ini kami mengundang sekitar 57 lembaga yatim se-Malang Raya dengan total sekitar 570 anak yang menerima santunan,ā ungkap Anas.
Ia menambahkan bahwa setiap anak menerima santunan sebesar Rp200 ribu yang bersumber dari dana sosial Universitas Brawijaya yang dialokasikan setiap tahun untuk kegiatan kemasyarakatan.
Selain pemberian santunan, para peserta juga mengikuti kegiatan buka puasa bersama setelah rangkaian acara selesai dilaksanakan.
Ramadan Penuh Kegiatan Keagamaan
Selain santunan anak yatim, Masjid Raden Patah Universitas Brawijaya juga menggelar berbagai kegiatan keagamaan sepanjang bulan Ramadan. Prof. Imam Santoso menyebutkan bahwa sejumlah agenda telah terlaksana dan mendapat antusiasme tinggi dari sivitas akademika maupun masyarakat.
Beberapa kegiatan tersebut antara lain wisuda tahfidz keempat yang digelar beberapa waktu lalu, pengajian yang menghadirkan pengasuh pondok pesantren dari Al-Amien Prenduan, hingga kajian keislaman bersama Ustadz Fahruddin Faiz dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
āMasjid Raden Patah saya kira sudah banyak sekali kegiatannya. Kemarin ada wisuda tahfidz keempat, kemudian kita juga mengundang pengasuh pondok pesantren Al-Amien Prenduan, serta pengajian bersama Ustadz Fahruddin Faiz. Jadi kegiatan Ramadan di sini cukup padat,ā jelasnya.
Selain itu, berbagai program rutin seperti ceramah sebelum salat tarawih, peringatan Nuzulul Quran, hingga persiapan pelaksanaan salat Idul Fitri juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan keagamaan yang dikelola oleh unit pembinaan keagamaan di Universitas Brawijaya.

Wujud Kepedulian Sosial Kampus
Bagi Universitas Brawijaya, kegiatan santunan anak yatim bukan sekadar agenda seremonial, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan nilai kepedulian sosial di lingkungan kampus, terutama bagi mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, kampus berharap nilai empati dan solidaritas dapat semakin tertanam dalam kehidupan akademik dan sosial sivitas akademika.
Ke depan, pihak universitas juga berencana membuka partisipasi lebih luas bagi para alumni maupun donatur yang ingin turut berkontribusi dalam program santunan tersebut.
Dengan semangat berbagi di bulan suci Ramadan, kegiatan santunan ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi anak-anak yatim sekaligus memperkuat peran Universitas Brawijaya sebagai institusi pendidikan yang unggul secara akademik dan juga peduli terhadap masyarakat sekitar. (nid/qrn)














