Kanal24, Malang – Pertumbuhan kawasan pendidikan di sekitar Universitas Brawijaya (UB) membawa berbagai peluang sekaligus tantangan bagi masyarakat Kelurahan Ketawanggede. Mulai dari kebutuhan layanan kesehatan, penguatan ekonomi warga, hingga pengelolaan lingkungan menjadi isu yang terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas mahasiswa di kawasan tersebut.
Berbagai kebutuhan itu mengemuka dalam diskusi Program Kampung Lingkar Kampus (KLK) 2026 yang mempertemukan Universitas Brawijaya dan Pemerintah Kelurahan Ketawanggede.
Salah satu usulan yang menarik perhatian adalah gagasan menghadirkan Klinik Satelit UB di tengah kawasan permukiman warga.
Baca juga:
UB Rekognisi Aktivitas Mahasiswa Lewat Sosialisasi SKM
Lurah Ketawanggede, Raden Agung Harjaya Buana, menilai keberadaan fasilitas kesehatan tersebut akan sangat membantu warga maupun mahasiswa yang membutuhkan layanan dasar di luar jam operasional fasilitas kesehatan yang ada saat ini.
Menurutnya, sebagian besar layanan kesehatan di wilayah tersebut hanya tersedia pada jam tertentu, sementara kebutuhan masyarakat sering muncul pada malam hari.
“Kalau ada layanan kesehatan yang lebih dekat dengan warga dan mahasiswa, tentu akan sangat membantu. Apalagi kawasan Ketawanggede juga dihuni banyak mahasiswa dari berbagai daerah,” ujarnya.
Dukungan dari Universitas Brawijaya
Menanggapi usulan tersebut, PIC Kampung Lingkar Kampus UB, Dr. Mofit Jamroni, menyatakan pihaknya terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, UB memiliki berbagai fasilitas kesehatan yang dapat dilibatkan dalam program pengabdian masyarakat, termasuk rumah sakit, klinik, hingga rumah sakit khusus seperti Rumah Sakit Gigi dan Mulut serta Rumah Sakit Hewan.
Usulan Klinik Satelit UB pun dinilai sejalan dengan semangat pembangunan berkelanjutan dan penguatan layanan dasar masyarakat.
“Ini menjadi masukan yang sangat baik dan tentu bisa dibahas lebih lanjut dalam forum KLK,” katanya.
Dorong Ekonomi Kreatif Warga
Selain layanan kesehatan, KLK juga menjadi wadah untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui berbagai pelatihan keterampilan.
Salah satu program yang telah berjalan adalah pelatihan pembuatan kokedama, yakni tanaman hias gantung yang cocok diterapkan di kawasan perkotaan dengan keterbatasan lahan.
Program tersebut tidak hanya bertujuan mempercantik lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi warga.
Ketawanggede juga mengembangkan pelatihan kerajinan berbahan manik-manik yang menghasilkan berbagai produk kreatif seperti bros dan aksesori.
Menurut Agung, pelatihan tersebut menyasar warga yang memiliki waktu luang, terutama pengelola kos dan ibu rumah tangga, agar memiliki tambahan keterampilan yang bernilai ekonomi.
Senam Senior hingga Penanganan Lingkungan
Kolaborasi UB dan Ketawanggede juga telah menghasilkan berbagai kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Salah satunya adalah kegiatan senam bersama yang berhasil mengumpulkan sekitar 1.000 hingga 1.500 peserta dari berbagai wilayah di Kota Malang.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia yang lebih memilih disebut sebagai “senior”.
Di sisi lain, persoalan lingkungan juga mulai menjadi perhatian bersama. Mulai dari pengelolaan sampah hingga penanganan populasi kucing liar yang semakin meningkat di kawasan permukiman.
Menurut Mofit, berbagai persoalan tersebut dapat menjadi ruang kolaborasi antara masyarakat dan akademisi melalui pendekatan ilmiah yang aplikatif.
Membangun Simbiosis Kampus dan Warga
Agung berharap keberadaan Universitas Brawijaya tidak hanya memberikan dampak akademik, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Menurutnya, hubungan antara kampus dan warga harus dibangun melalui prinsip simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan.
“Kampus berkembang, masyarakat juga ikut berkembang. Itulah yang ingin kami bangun melalui berbagai kolaborasi yang ada dalam Kampung Lingkar Kampus,” ujarnya.
Melalui berbagai program yang tengah dirancang, KLK diharapkan menjadi jembatan yang memperkuat hubungan kampus dan masyarakat sekaligus menciptakan solusi nyata bagi berbagai kebutuhan warga di sekitar Universitas Brawijaya. (nid)














