Kanal24, Malang – Kebutuhan tenaga insinyur profesional terus meningkat seiring kompleksitas persoalan pembangunan dan tuntutan industri yang semakin dinamis. Di tengah perubahan tersebut, penguatan kompetensi berbasis pengalaman menjadi pendekatan yang semakin relevan untuk menjawab kebutuhan dunia kerja yang spesifik dan terukur.
Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) kembali membuka Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) semester genap 2025/2026. Program ini dimulai melalui kegiatan orientasi pendidikan mahasiswa baru (ORDIK) angkatan ke-16, yang menjadi pintu masuk bagi para profesional untuk memperoleh pengakuan kompetensi secara formal.
Ketua Program Studi PSPPI UB, Dr. of Engineering, Ir. Indradi Wijat Miko, ST., Master of Engineering Practice., IPU., ASEAN Engineer, menegaskan bahwa skema RPL dirancang untuk menjawab kebutuhan praktisi di lapangan.
“Program ini memberi ruang bagi para profesional untuk mengonversi pengalaman kerja menjadi pengakuan akademik dan profesi. Jadi tidak perlu mengulang dari awal, tetapi tetap melalui standar kompetensi yang terukur,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan ini penting karena dunia industri membutuhkan tenaga insinyur yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman nyata dalam menyelesaikan persoalan teknis.
Dalam laporan kegiatan, minat terhadap program ini tercatat cukup tinggi. Dari sekitar 58 peminat, sebanyak 50 pendaftar memenuhi persyaratan administrasi. Setelah melalui proses seleksi wawancara pada 14 Februari 2026, sebanyak 57 peserta dinyatakan layak mengikuti program.
Peserta yang diterima berasal dari berbagai latar belakang profesional. Sebanyak 40 peserta berasal dari instansi BUMN, 14 dari kalangan akademisi, dan tiga lainnya dari sektor swasta. Komposisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan penguatan kompetensi keinsinyuran semakin luas dan lintas sektor.
Program RPL yang ditempuh selama satu semester ini memberikan ruang percepatan bagi para profesional untuk memperoleh gelar insinyur, dengan tetap menjaga kualitas melalui integrasi pengalaman dan standar akademik.
Dekan Fakultas Teknik UB, Prof. Ir. Hadi Suyono, ST., MT., Ph.D., menekankan bahwa profesi insinyur memiliki peran strategis dalam pembangunan.
“Insinyur adalah profesi yang memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan dasar manusia, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga mendorong pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa tantangan ke depan menuntut insinyur memiliki lebih dari sekadar kemampuan teknis.
“Kita butuh insinyur yang tidak hanya kuat di bidang teknis, tetapi juga memiliki integritas dan mampu beradaptasi dengan perubahan global,” tambahnya.
Melalui program ini, UB berupaya membangun ekosistem pendidikan yang lebih terhubung dengan kebutuhan industri. Kurikulum yang adaptif dan berbasis praktik diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memenuhi standar profesi, tetapi juga siap memberikan kontribusi nyata.
Dengan meningkatnya kebutuhan tenaga profesional tersertifikasi, PSPPI UB menjadi salah satu jalur strategis dalam mencetak insinyur yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing global.(Din/Qrn)













