Kanal24, Malang – Tekanan krisis iklim dan penurunan keanekaragaman hayati mendorong perguruan tinggi mengambil peran lebih aktif dalam menjaga lingkungan. Universitas Brawijaya (UB) menjawab tantangan tersebut dengan memperkuat langkah konkret melalui penanaman puluhan pohon langka di kawasan kampus.
Melalui UPT UB Green Campus, UB menerima hibah 42 pohon langka dari Irjen Pol (P) Drs. Bambang Widaryatmo, Kapolwil Malang periode 2004–2006. Penanaman ini menjadi bagian dari strategi kampus dalam memperkaya biodiversitas sekaligus memperkuat kontribusi terhadap penanganan perubahan iklim.
Sebanyak 42 pohon tersebut akan didistribusikan di tiga lokasi utama, yakni kampus utama UB, Kampus II Dieng, dan Kampus III Kediri. Langkah ini dilakukan untuk memastikan dampak ekologis dapat dirasakan secara merata di seluruh kawasan kampus.
Baca juga : Green Campus UB Petakan Lokasi Tanam Pohon Langka
Jenis pohon yang ditanam tidak hanya berfungsi sebagai penghijauan, tetapi juga memiliki nilai ekologis tinggi. Di antaranya Baobab Afrika (Adansonia digitata) yang dikenal mampu menyimpan cadangan air, Chorisia speciosa (Ceiba speciosa) dengan karakter batang berduri dan bunga berwarna mencolok, serta pohon Ficus berusia hingga 70 tahun dengan diameter mencapai 1,5 meter.

Selain itu, terdapat Canonball Tree (Couroupita guianensis) dengan bunga harum dan buah unik, serta berbagai spesies langka lain seperti Bodhi Tree yang dianggap sakral, Tamalan sebagai penghasil kayu berkualitas, hingga tanaman lokal seperti Juwet Hitam, Gayam, dan Randu Varigata.
Ketua UPT UB Green Campus, Prof. Sri Suhartini, S.TP., M.Env.Mgt., Ph.D, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara kampus dan masyarakat dalam membangun ekosistem hijau berkelanjutan.
“Dengan hadirnya koleksi pohon langka ini, Universitas Brawijaya tidak hanya mempercantik lanskap kampus, tetapi juga memberikan warisan ekologis yang bernilai bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Baca juga : UPT Green Campus Jadi Motor Implementasi Smart Green Campus UB
Langkah ini juga selaras dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Penanaman pohon berkontribusi pada SDG 13 melalui peningkatan penyerapan karbon, SDG 15 dalam menjaga ekosistem darat dan keanekaragaman hayati, serta SDG 11 melalui penciptaan lingkungan kampus yang lebih sejuk dan berkelanjutan.
Selain fungsi ekologis, keberadaan pohon-pohon tersebut juga berperan sebagai peneduh alami yang mampu menurunkan suhu mikro kawasan kampus serta membantu menyaring polusi udara.
Melalui inisiatif ini, UB tidak hanya memperkuat identitas sebagai kampus hijau, tetapi juga menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam merespons isu lingkungan global secara nyata dan berkelanjutan.(Din/Waf)














