Kanal24 – Indonesia mencuri perhatian global. Di tengah gejolak energi dunia yang dipicu konflik geopolitik dan fluktuasi harga, Tanah Air justru dinilai sebagai salah satu negara paling tangguh menghadapi tekanan tersebut.
Laporan Eye on the Market yang dirilis J.P. Morgan Asset Management pada Maret 2026 menempatkan Indonesia di posisi kedua dunia dalam ketahanan terhadap guncangan energi global. Studi ini mencakup 52 negara yang mewakili sekitar 82% konsumsi energi dunia.
Capaian ini tak lepas dari kombinasi faktor strategis, mulai dari rendahnya ketergantungan impor energi hingga kuatnya sumber daya domestik seperti batu bara dan gas. Selain itu, diversifikasi energi nasional juga menjadi bantalan penting dalam meredam dampak lonjakan harga global.
Baca juga:
Harga Minyak Dunia Meledak 7%, Alarm Krisis Energi Makin Nyaring
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pengakuan dari lembaga keuangan global tersebut menjadi bukti bahwa kebijakan energi Indonesia berada di jalur yang tepat. Konsistensi pemerintah dalam menjaga stabilitas energi dinilai berhasil memperkuat daya tahan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Tak hanya itu, indikator total protection factor yang digunakan dalam laporan tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar sistem energi Indonesia relatif terlindungi dari gejolak harga minyak dan gas internasional. Hal ini membuat dampak krisis energi global tidak langsung mengguncang sektor domestik.
Meski demikian, tantangan tetap ada. Ketergantungan pada impor BBM dan LPG serta tekanan terhadap subsidi energi menjadi pekerjaan rumah yang perlu diantisipasi ke depan.
Dengan fondasi yang kuat dan kebijakan yang konsisten, Indonesia kini berada di posisi strategis untuk menghadapi dinamika energi global—bahkan saat banyak negara lain justru tertekan. (nid)













