Kanal24, Jakarta โ Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia mengalami penurunan pada Februari 2026. Meski belum signifikan, angka ini menunjukkan adanya tambahan penyerapan tenaga kerja di tengah geliat pertumbuhan ekonomi nasional yang terus menguat.ย
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan, jumlah pengangguran terbuka per Februari 2026 tercatat sebanyak 7,24 juta orang. Angka tersebut turun sekitar 35 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari total angkatan kerja nasional yang mencapai 154,91 juta orang, sebanyak 147,67 juta orang telah terserap ke dunia kerja. Dengan demikian, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia kini berada di level 4,68 persen.
Baca juga:
UBRICS Batch 6 Bidik Lonjakan Produktivitas Riset
Penurunan ini sekaligus memperlihatkan bahwa pasar tenaga kerja domestik masih bergerak positif meskipun tekanan global dan ketidakpastian ekonomi internasional belum sepenuhnya reda.
Tiga sektor utama masih menjadi tulang punggung penyerapan tenaga kerja nasional, yakni sektor pertanian, perdagangan besar dan eceran, serta industri pengolahan. Ketiganya menyumbang lebih dari 60 persen total lapangan kerja di Indonesia hingga awal 2026.
Selain itu, jumlah pekerja formal maupun informal sama-sama mengalami kenaikan. Pekerja formal meningkat menjadi 59,93 juta orang, sedangkan pekerja informal mencapai 87,74 juta orang. Kondisi ini menandakan aktivitas ekonomi masyarakat terus tumbuh dan membuka ruang kerja lebih luas.
Membaiknya pasar kerja ini sejalan dengan capaian ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 yang tumbuh 5,61 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang ikut menopang pembukaan lapangan kerja baru di berbagai sektor produktif.
Meski demikian, para ekonom menilai tantangan ketenagakerjaan nasional belum sepenuhnya selesai. Penurunan pengangguran yang relatif tipis menunjukkan Indonesia masih membutuhkan ekspansi industri padat karya, investasi berorientasi tenaga kerja, serta penguatan kualitas SDM agar penyerapan kerja lebih agresif.
Pemerintah juga didorong untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya tinggi di atas kertas, tetapi benar-benar mampu menciptakan pekerjaan yang stabil, layak, dan berkelanjutan bagi jutaan angkatan kerja baru setiap tahun.
Dengan jumlah pengangguran yang masih berada di atas 7 juta orang, agenda penciptaan lapangan kerja tetap menjadi pekerjaan rumah besar di tengah optimisme ekonomi nasional 2026.














