Kanal24, Malang – Di tengah persaingan dunia pendidikan dan karier yang semakin kompetitif, perempuan muda dituntut memiliki kemampuan akademik dan juga keberanian untuk berkembang dan percaya pada diri sendiri. Sayangnya, masih banyak mahasiswa yang merasa takut gagal, minder untuk mencoba hal baru, hingga kehilangan arah karena tekanan sosial dan standar kesuksesan di media sosial.
Fenomena tersebut menjadi perhatian Education Influencer Anindytha Arsa P. saat menjadi pembicara dalam kegiatan Kampanye Mental Sehat Kampus Glowing Future with Glow & Lovely UV Duo Sunscreen yang digelar di Aula Gedung F Lantai 7 FEB UB, Kamis (7/5/2026).
Dalam sesi tersebut, Anindytha membagikan pengalaman dan motivasi kepada mahasiswa mengenai pentingnya perempuan untuk berdaya, berkarya, dan terus mengembangkan diri melalui berbagai peluang yang ada selama masa kuliah.
Baca juga:
Rasa Bersalah dan Penerimaan Diri Perempuan
“Hari ini kita membahas bagaimana perempuan bisa berdaya dan juga berkarya. Bagaimana perempuan dalam dunia pendidikan bisa terus mengejar mimpinya,” ujarnya.
Percaya Diri Jadi Kunci Produktivitas Mahasiswa
Menurut Anindytha, rasa percaya diri memiliki pengaruh besar terhadap produktivitas dan keberanian seseorang dalam berkarya. Kepercayaan diri bukan hanya soal penampilan luar, tetapi juga tentang bagaimana seseorang menghargai dirinya sendiri dan yakin terhadap potensinya.
Ia menjelaskan bahwa penampilan yang rapi dan kesehatan kulit memang dapat membantu meningkatkan rasa nyaman saat beraktivitas. Namun, yang paling penting adalah bagaimana seseorang memiliki mindset positif untuk terus berkembang.
“Kepercayaan diri itu bisa memengaruhi produktivitas. Ketika kita tampil rapi dan nyaman dengan diri sendiri, tentu kita jadi lebih percaya diri untuk berkarya,” katanya.
Anindytha juga menilai perawatan diri mengikuti tren kecantikan serta bagian dari bentuk self respect dan menjaga kesehatan diri.
Mahasiswa Diminta Jangan Takut Gagal
Dalam kesempatan itu, Anindytha memberikan sejumlah pesan kepada mahasiswa agar tidak takut mencoba berbagai peluang selama masa kuliah. Menurutnya, pengalaman gagal justru menjadi bagian penting dalam proses berkembang.
“Lebih baik mencoba dan gagal daripada tidak pernah mencoba sama sekali,” tegasnya.
Ia mendorong mahasiswa untuk aktif mengeksplorasi berbagai kegiatan, mulai dari kompetisi, organisasi, magang, hingga aktivitas pengembangan diri lainnya.
Menurutnya, keberanian untuk mencoba akan membuka banyak peluang dan membantu mahasiswa menemukan potensi terbaik dalam dirinya.
“Mahasiswa harus berani eksplorasi dan mencoba berbagai kegiatan yang bisa jadi wadah untuk mengembangkan diri,” ujarnya.
Lingkungan Suportif Penting untuk Pertumbuhan Diri
Selain keberanian mencoba, Anindytha juga menekankan pentingnya memiliki lingkungan yang suportif. Ia menilai lingkungan pertemanan yang sehat dapat membantu seseorang berkembang secara mental maupun emosional.
Menurutnya, mahasiswa perlu berada di lingkungan yang tidak saling menjatuhkan, tetapi mampu memberikan dukungan dan ruang untuk bertumbuh bersama.
“Cari lingkungan yang suportif karena itu sangat penting untuk perkembangan diri kita,” katanya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak lupa memberikan perhatian kepada diri sendiri di tengah kesibukan akademik dan aktivitas organisasi.
“Jangan lupa untuk tetap merawat diri sendiri, baik secara mental maupun fisik,” pungkasnya. (nid/ger/qrn)














