Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

FIKES UB Siapkan Perawat Indonesia Bersaing Secara Global

Einid Shandy by Einid Shandy
May 13, 2026
in Pendidikan
0
FIKES UB Siapkan Perawat Indonesia Bersaing Secara Global

FIKES UB Siapkan Perawat Indonesia Bersaing Secara Global

1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Indonesia tengah memasuki fase penting menuju bonus demografi 2045, ketika jumlah usia produktif diprediksi jauh lebih besar dibanding kelompok usia nonproduktif. Di tengah kondisi tersebut, sektor kesehatan menjadi salah satu bidang yang dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang, terutama profesi perawat yang kini semakin dibutuhkan di berbagai negara.

Di saat negara-negara maju menghadapi krisis tenaga kesehatan akibat meningkatnya populasi lansia dan menurunnya usia produktif, Indonesia justru memiliki pasokan sumber daya manusia yang besar. Kondisi ini membuka peluang bagi lulusan keperawatan Indonesia untuk bersaing di tingkat global, asalkan dibarengi dengan peningkatan kompetensi, pengalaman, dan kesiapan menghadapi standar internasional.

Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya (FIKES UB), Dr. Kuswantoro Rusca Putra, S.Kp., M.Kep. menilai bonus demografi harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat kualitas tenaga kesehatan Indonesia.

Baca juga:
Sindrom Turner Diam-Diam Hambat Pertumbuhan Anak Perempuan

Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya (FIKES UB), Dr. Kuswantoro Rusca Putra, S.Kp., M.Kep.

Menurutnya, kebutuhan tenaga perawat di luar negeri saat ini terus meningkat, terutama di negara-negara maju seperti Jepang yang mengalami peningkatan jumlah lansia secara signifikan.

Krisis Perawat Dunia Jadi Peluang Besar

Kuswantoro menjelaskan banyak negara maju kini menghadapi persoalan serius terkait keterbatasan tenaga kesehatan produktif. Sementara itu, kebutuhan pelayanan kesehatan untuk lansia justru semakin tinggi setiap tahun.

“Kalau di negara maju itu jumlah lansianya lebih banyak dibanding usia produktif. Sedangkan di Indonesia justru usia produktifnya lebih besar. Ini menjadi peluang bagi kita,” ujarnya dalam wawancara eksklusif Kanal24, Kamis (7/5/2026).

Ia menilai kondisi tersebut membuka kesempatan besar bagi lulusan keperawatan Indonesia untuk bekerja di luar negeri, terutama karena kebutuhan tenaga perawat global saat ini terus meningkat.

Selain peluang internasional, kebutuhan tenaga kesehatan di dalam negeri juga masih sangat besar. Hal itu terlihat dari pertumbuhan rumah sakit yang terus meningkat setiap tahun.

“Jumlah rumah sakit semakin banyak berdiri. Itu artinya kebutuhan tenaga perawat juga semakin tinggi,” katanya.

FIKES UB Perkuat Kompetensi Mahasiswa

Untuk menjawab tantangan tersebut, FIKES UB terus melakukan berbagai upaya peningkatan kualitas lulusan, mulai dari kerja sama internasional, program magang, hingga pelatihan tambahan yang sesuai dengan kebutuhan industri kesehatan.

Salah satu program yang dijalankan adalah magang luar negeri, termasuk ke Jepang. Namun, program tersebut tidak bisa diikuti semua mahasiswa karena terdapat persyaratan tertentu, terutama kemampuan bahasa dan kesiapan akademik.

“Ada seleksi dan syarat tertentu untuk magang ke luar negeri, terutama kemampuan bahasa. Jadi memang mahasiswa yang memenuhi syarat yang bisa ikut,” jelasnya.

Selain itu, FIKES UB juga aktif mendorong mahasiswa mengikuti program magang dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Program tersebut dinilai membantu mahasiswa memperoleh pengalaman kerja sebelum benar-benar masuk ke dunia profesional.

Menurut Kuswantoro, banyak mahasiswa FIKES UB yang berhasil mendapatkan kesempatan magang di rumah sakit besar, baik rumah sakit pemerintah maupun swasta.

Program Magang Dinilai Sangat Membantu

Ia menjelaskan sebagian besar mahasiswa yang mengikuti program magang Kemenaker merupakan mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana dan sedang atau telah menjalani profesi nurse.

Program tersebut menjadi solusi bagi mahasiswa yang sedang menunggu jadwal ujian kompetensi nasional, sehingga waktu jeda setelah profesi tetap bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan pengalaman kerja.

“Program magang Kemenaker ini sangat membantu mahasiswa karena selain mendapatkan pengalaman kerja di rumah sakit, mereka juga mendapatkan insentif,” ujarnya.

Menurutnya, pengalaman tambahan tersebut menjadi nilai penting bagi lulusan keperawatan karena banyak rumah sakit kini mensyaratkan pengalaman kerja maupun sertifikasi tambahan saat proses rekrutmen.

Sertifikasi Tambahan Jadi Nilai Plus

Kuswantoro mengatakan rumah sakit saat ini tidak hanya melihat ijazah profesi, tetapi juga pengalaman pelatihan dan sertifikasi pendukung.

Karena itu, FIKES UB mulai memperkuat berbagai pelatihan tambahan seperti BTCLS dan sertifikasi kompetensi lain yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

“Rumah sakit biasanya meminta sertifikat pelatihan tambahan. Maka kami antisipasi dengan berbagai pelatihan agar lulusan punya nilai lebih,” katanya.

Ia berharap lulusan FIKES UB tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga siap menghadapi kebutuhan industri kesehatan yang semakin kompetitif, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Pemerintah Dinilai Mulai Lindungi Perawat Lokal

Di sisi lain, Kuswantoro menilai pemerintah mulai menunjukkan keberpihakan terhadap tenaga kesehatan lokal melalui berbagai regulasi, termasuk pembatasan tenaga kesehatan asing yang bekerja di Indonesia.

Menurutnya, tenaga kesehatan asing yang dapat bekerja di Indonesia minimal harus memiliki kualifikasi spesialis, magister, atau doktor.

“Tujuannya bukan menggantikan tenaga kesehatan Indonesia, tetapi lebih kepada transfer teknologi dan transfer pengetahuan,” jelasnya.

Ia juga menyinggung pembangunan Bali International Hospital sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan nasional agar masyarakat Indonesia tidak lagi bergantung pada layanan kesehatan luar negeri seperti Singapura atau Malaysia. (nid)

Post Views: 32
Tags: bonus demografi 2045Fikes UBKANAL24kanal24.co.idkebutuhan perawat globalKuswantoro Rusca Putramagang Kemenakerpeluang kerja perawatperawat indonesiaperawat ke Jepangprofesi nurserumah sakit Indonesiasertifikasi perawattenaga kesehatan Indonesiauniversitas brawijaya
Previous Post

Mahasiswa Psikologi UB Jalani Magang Profesional di BNN Mojokerto

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
FIKES UB Siapkan Perawat Indonesia Bersaing Secara Global

FIKES UB Siapkan Perawat Indonesia Bersaing Secara Global

May 13, 2026
Mahasiswa Psikologi UB Jalani Magang Profesional di BNN Mojokerto

Mahasiswa Psikologi UB Jalani Magang Profesional di BNN Mojokerto

May 13, 2026
Hubungan Internasional UB Soroti Dinamika Asia Barat 2026 

Hubungan Internasional UB Soroti Dinamika Asia Barat 2026 

May 13, 2026
Founder CRVOLUTIONZ Bagikan Strategi Scale Up Startup di Taka Connect Malang

Founder CRVOLUTIONZ Bagikan Strategi Scale Up Startup di Taka Connect Malang

May 13, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025