Kanal24, Malang – Perkembangan dunia pendidikan yang semakin kompleks menuntut lahirnya inovasi pembelajaran sekaligus kemampuan adaptif dari para calon tenaga pendidik dan pengelola pendidikan. Tidak hanya dituntut memahami teori, mahasiswa juga perlu memiliki kreativitas, empati, dan kemampuan problem solving untuk menjawab tantangan pendidikan modern.
Berangkat dari isu tersebut, Himpunan Mahasiswa Administrasi Pendidikan (Himadika) FIA UB menggelar Seminar Pendidikan SMEA X EDUDAY di Aula Gedung C Lantai 3 FIA UB, Selasa (19/5/2026). Dalam kegiatan itu, salah satu pemateri,Aulia Luqman Aziz, S.S., S.Pd., M.Pd., menyoroti pentingnya kemampuan berpikir kreatif dan empati dalam menciptakan solusi di dunia pendidikan.
Dalam pemaparannya, Aulia menjelaskan bahwa inovasi tidak selalu lahir dari hal besar atau teknologi yang rumit. Menurutnya, inovasi justru sering muncul dari persoalan sederhana yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, mahasiswa perlu lebih peka melihat masalah di sekitar dan memahami kebutuhan masyarakat sebelum menawarkan solusi.
Baca juga:
Seminar FIA UB Bongkar Peluang Karier Kampus

Ia menilai empati menjadi fondasi penting dalam proses menciptakan inovasi. Dengan memahami kesulitan yang dialami orang lain, mahasiswa dapat menemukan ide yang benar-benar relevan dan berdampak. Menurutnya, banyak inovasi besar yang saat ini digunakan masyarakat bermula dari kemampuan membaca persoalan secara sederhana namun tepat sasaran.
“Ketika ada masalah, di situlah ada peluang untuk menciptakan solusi. Itulah yang disebut inovasi,” ujarnya di hadapan peserta seminar.
Aulia juga membahas perkembangan dunia pendidikan yang kini semakin dipengaruhi teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Kondisi tersebut membuat mahasiswa dituntut lebih adaptif terhadap perubahan. Ia mengatakan mahasiswa Administrasi Pendidikan harus memiliki kemampuan berpikir kritis agar mampu menghadapi tantangan baru yang terus berkembang.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk mendorong mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata melalui penelitian, organisasi, maupun pengabdian masyarakat. Dari lingkungan terdekat, mahasiswa dapat mulai belajar menciptakan solusi sederhana yang nantinya berkembang menjadi inovasi lebih besar.
Selain itu, Aulia menilai kegiatan seminar seperti SMEA X EDUDAY penting karena mampu memberikan wawasan tambahan di luar ruang kelas. Kehadiran pemateri dari berbagai latar belakang dinilai membantu mahasiswa memahami kondisi nyata dunia pendidikan dan dunia kerja saat ini.
Ia mengapresiasi antusiasme mahasiswa yang aktif berdiskusi selama seminar berlangsung. Menurutnya, forum seperti ini dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas perspektif sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi dunia profesional setelah lulus kuliah.
“Acara seperti ini perlu diperbanyak agar mahasiswa mendapat insight baru dari luar bangku kuliah,” katanya.
Melalui seminar tersebut, mahasiswa Administrasi Pendidikan FIA UB diharapkan mampu menjadi generasi yang inovatif, terbuka terhadap perubahan, dan memiliki kepedulian terhadap persoalan pendidikan di masyarakat. Dengan kemampuan tersebut, mahasiswa dinilai dapat berkontribusi menciptakan solusi yang relevan bagi perkembangan pendidikan Indonesia di masa depan. (cay)














