Kanal24, Malang – Persaingan dunia kerja yang semakin dinamis menuntut mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga pemahaman yang matang mengenai arah karier dan kesiapan menghadapi tantangan profesional di era digital. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Himadika FIA Universitas Brawijaya menggelar seminar pendidikan SMEA X EDUDAY bertajuk “Exploring Career Paths for Educational Administration Students” di Aula Gedung C Lantai 3 FIA UB, Selasa (19/5/2026). Kegiatan ini menghadirkan alumni sekaligus pemateri, Athrusy Robiul Hakim, S.Pd., M.M., yang membahas prospek karier, pentingnya jejaring alumni, hingga tantangan mahasiswa menghadapi dunia profesional.
Seminar tersebut diikuti mahasiswa Administrasi Pendidikan FIA UB yang ingin memperoleh gambaran lebih nyata mengenai peluang kerja setelah lulus kuliah. Tidak hanya membahas teori karier, kegiatan ini juga memberikan sudut pandang praktis mengenai bagaimana mahasiswa dapat mempersiapkan diri sejak dini melalui organisasi, relasi, serta pengalaman di luar ruang kelas.
Baca juga:
130 Siswa SMKN 1 Beji Intip Dunia Siaran UBTV

Dalam pemaparannya, Athrusy menjelaskan bahwa alumni memiliki posisi penting sebagai social capital atau modal sosial bagi mahasiswa. Menurutnya, keberadaan alumni tidak hanya berfungsi sebagai jaringan profesional, tetapi juga menjadi sumber informasi dan peluang bagi mahasiswa yang sedang mempersiapkan masa depan kariernya.
“Alumni itu sebagai social capital. Mereka bisa memberikan insight, gambaran, bahkan membuka peluang-peluang untuk adik-adiknya,” ujarnya.
Ia mengatakan, banyak mahasiswa yang masih memiliki pandangan sempit terhadap prospek kerja lulusan Administrasi Pendidikan. Padahal, lulusan dari program studi tersebut memiliki peluang yang cukup luas di berbagai sektor, mulai dari lembaga pendidikan, instansi pemerintah, NGO, lembaga pelatihan, hingga sektor manajemen dan administrasi publik lainnya.
Menurut Athrusy, mahasiswa perlu mulai berani mengeksplorasi kemampuan dan minat mereka selama kuliah. Ia menilai, perkembangan dunia kerja yang semakin dinamis menuntut mahasiswa untuk lebih adaptif dan tidak hanya bergantung pada kemampuan akademik semata. Pengalaman organisasi, kemampuan komunikasi, serta relasi profesional juga menjadi faktor penting yang dapat membantu mahasiswa bersaing di dunia kerja.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya kualitas alumni dalam membangun citra lulusan Administrasi Pendidikan di dunia profesional. Ketika alumni mampu menunjukkan kinerja yang baik di tempat kerja, maka institusi atau perusahaan akan memiliki kepercayaan lebih besar terhadap lulusan dari program studi yang sama.
“Kalau alumni punya kinerja yang bagus, itu akan membuka jalan untuk adik-adiknya. Orang akan melihat bahwa lulusan Administrasi Pendidikan ini memang punya kualitas,” jelasnya.
Athrusy juga mengapresiasi langkah Himadika FIA UB yang menghadirkan seminar berbasis pengembangan karier seperti SMEA X EDUDAY. Menurutnya, kegiatan semacam ini penting untuk membantu mahasiswa mendapatkan wawasan baru yang tidak selalu diperoleh di dalam perkuliahan formal.
Ia berharap ke depan semakin banyak alumni yang terlibat dalam kegiatan akademik maupun seminar mahasiswa agar jejaring lulusan Administrasi Pendidikan FIA UB semakin luas dan kuat. Mengingat program studi tersebut masih tergolong muda, keberadaan alumni dinilai menjadi aset penting untuk mendukung perkembangan mahasiswa di masa mendatang.
Melalui seminar ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami peluang karier yang tersedia, tetapi juga mulai membangun kesiapan diri menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa lulusan Administrasi Pendidikan memiliki peluang besar untuk berkembang apabila mampu membangun kompetensi, relasi, dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan zaman. (cay)














