Kanal24, Malang – Transformasi digital yang semakin masif mendorong pentingnya pengelolaan arsip dan keamanan data di berbagai sektor. Kesadaran inilah yang melatarbelakangi tim mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan FIA UB berhasil menembus final Festival Kearsipan Bank Indonesia (FESARBI) 2026 yang akan beradu gagasan di Jakarta 23 Mei 2026 mendatang. Kompetisi nasional tersebut menjadi ajang bagi mahasiswa untuk menghadirkan inovasi dan solusi terkait tantangan pengelolaan arsip di era digital.
Tim yang terdiri dari Nevy Kumala Sari, Shilsilia Mega Fitria, dan Indie Sahira ini mengangkat isu preservasi digital di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Dalam wawancara eksklusif pada Kamis (21/05/2026), Indie Sahira menjelaskan bahwa ide tersebut lahir dari keresahan terhadap ancaman hilangnya arsip digital akibat perkembangan teknologi yang sangat cepat.
“Di ANRI ada ribuan arsip video dalam format kaset VHS dan Betacam dari era 1980-an yang terancam hilang permanen karena alat pemutarnya sudah mulai langka. Kalau tidak segera ditangani, arsip itu bisa hilang selamanya,” ujar Indie.
Baca juga:
Beasiswa Djarum UB Buka Peluang Karier Mahasiswa
Ia menambahkan, karya yang mereka susun tidak hanya berbicara soal teori, tetapi juga menawarkan strategi konkret mulai dari penguatan tata kelola arsip, investasi teknologi yang tepat, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Perjalanan menuju final FESARBI 2026 pun tidak berjalan mudah. Ketiga anggota tim harus membagi waktu di tengah kesibukan kuliah dan program magang. Mereka lebih sering mengerjakan tugas secara terpisah sebelum akhirnya digabungkan dan direvisi bersama.
“Tantangan terbesar kami ada di manajemen waktu dan koordinasi tim. Sempat merasa tugas ini tidak akan selesai tepat waktu, tapi akhirnya bisa diselesaikan juga meski harus begadang di hari-hari terakhir,” katanya.
Menurut Indie, kemampuan pengelolaan arsip dan literasi digital saat ini menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda. Ia menilai masih banyak masyarakat yang menganggap arsip hanya sekadar dokumen lama, padahal arsip memiliki nilai informasi dan historis yang sangat besar.
“Setiap hari sebenarnya kita sudah berhadapan dengan arsip digital, mulai dari tugas kuliah, data pribadi, hingga file penting lainnya. Namun, masih sedikit yang berpikir apakah data itu aman dan masih bisa diakses dalam jangka panjang,” jelasnya.
Tim mahasiswa FIA UB juga menilai kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan arsip mulai meningkat, terutama di lingkungan akademik dan instansi formal. Meski demikian, edukasi mengenai pentingnya arsip dan literasi informasi dinilai masih perlu diperluas, khususnya di era digital saat ini.
Keberhasilan lolos ke final FESARBI 2026 diharapkan tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga mampu membawa nama baik Universitas Brawijaya di tingkat nasional. Tim berharap pengalaman tersebut dapat membuka peluang kolaborasi, pengembangan riset, serta kontribusi nyata dalam penguatan literasi arsip di masyarakat.
Dalam kompetisi ini, tim mahasiswa FIA UB dibimbing oleh dosen pembimbing Muhammad Rosyihan Hendrawan, S.IP., M.Hum., Ph.D. (nid)














