Kanal24, Malang – Padatnya aktivitas kuliah, tugas yang terus menumpuk, hingga tekanan untuk selalu produktif membuat banyak mahasiswa mulai kehilangan ruang untuk diri sendiri. Melihat kondisi itu, EDC Brawijaya menghadirkan EDC Open House bertajuk “Balancing The Beat” di FEB Universitas Brawijaya, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pengenalan organisasi, tetapi juga ruang bagi mahasiswa untuk belajar menjaga keseimbangan antara akademik, organisasi, dan hobi.
Acara yang digelar oleh EDC Brawijaya tersebut merupakan pengembangan dari agenda internal organization training yang sebelumnya hanya diperuntukkan bagi anggota. Tahun ini, konsep kegiatan diperluas agar mahasiswa eksternal juga dapat ikut merasakan pengalaman dan suasana komunitas dance di lingkungan kampus.
Baca juga:
Kampanye Mental Sehat Mahasiswa FEB UB Digelar
Ketua Pelaksana, Shella Vondiona, menjelaskan tema “Balancing The Beat” dipilih karena dekat dengan kehidupan mahasiswa masa kini. Menurutnya, mahasiswa sering kali terlalu fokus pada tuntutan akademik hingga melupakan kebutuhan untuk menikmati proses perkuliahan melalui aktivitas yang mereka sukai.

“Mahasiswa sebaiknya enggak hanya sibuk dengan urusan perkuliahan, tapi juga punya hobi di luar itu,” ujar Shella.
Panitia menghadirkan berbagai aktivitas interaktif seperti permainan, sharing session, hingga workshop koreografi dance yang bisa dicoba langsung oleh peserta. Kegiatan tersebut sengaja dibuat santai agar mahasiswa yang belum mengenal EDC tetap merasa nyaman untuk berpartisipasi dan berinteraksi dengan anggota organisasi.

Wakil Ketua Umum EDC Brawijaya, Fadhillatul Rochimayva, mengatakan EDC tidak hanya fokus pada pengembangan kemampuan menari. Organisasi tersebut juga melatih anggotanya dalam bidang kepemimpinan, administrasi, kerja tim, hingga manajemen acara. Menurutnya, setiap anggota diberi ruang untuk berkembang, bahkan bagi mahasiswa yang belum memiliki pengalaman menari sama sekali.
Selain rutin mengadakan latihan mingguan, EDC juga aktif mengikuti kompetisi dan menerima berbagai job performance baik di tingkat kampus maupun eksternal. Dalam waktu dekat, EDC akan kembali menggelar agenda tahunan “Sparkling Euphoria”, kompetisi dance tingkat nasional yang memadukan genre tradisional, hip hop, dan K-pop dalam satu panggung kolaboratif.
Fadhillatul menilai minat mahasiswa terhadap komunitas tari di UB terus meningkat setiap tahun, terutama saat masa penerimaan mahasiswa baru. Hal itu menunjukkan bahwa organisasi seni masih menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk menyalurkan minat sekaligus membangun relasi sosial di lingkungan kampus.
Melalui open house ini, EDC berharap semakin banyak mahasiswa berani mengeksplorasi diri dan menemukan ruang berkembang di luar kelas. Kampus dinilai bukan hanya tempat mengejar nilai akademik, tetapi juga tempat membangun karakter, kreativitas, dan keseimbangan hidup. (cay)














