Kanal24, Malang – Isu kesehatan mental di kalangan mahasiswa kini menjadi perhatian serius dunia pendidikan tinggi. Tekanan akademik, tuntutan prestasi, persaingan beasiswa, hingga standar sosial di era digital membuat banyak mahasiswa mengalami krisis kepercayaan diri yang berdampak pada performa akademik maupun kehidupan sosial mereka. Di tengah kondisi tersebut, kampus tidak lagi cukup hanya menjadi ruang belajar akademik, tetapi juga harus hadir sebagai ekosistem yang mendukung kesehatan mental dan pengembangan karakter mahasiswa secara menyeluruh.
Kesadaran itulah yang mendorong Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) bersama Glow & Lovely menggelar kegiatan bertajuk “Kampanye Mental Sehat Kampus Glowing Future with Glow & Lovely UV Duo Sunscreen: Sinergi Kesehatan Kulit dan Mental sebagai Fondasi Kepercayaan Diri dan Kesuksesan Meraih Beasiswa” di Aula Gedung F Lantai 7 FEB UB, Kamis (7/5/2026). Kegiatan ini menjadi ruang edukasi sekaligus penguatan mental mahasiswa melalui pendekatan kesehatan kulit, self confidence, hingga pengembangan potensi diri.
Baca juga:
Guest Lecture Filkom UB Bongkar Cara Cuan dari Desain

Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa FEB UB Dr. Nurul Badriyah, S.E., M.E., Dosen Fakultas Kedokteran UB sekaligus dokter spesialis kulit Dr. dr. Dhelya Widasmara Sp.D.V.E. Subsp. DT. FINSDV. FAADV. MMRS, Education Influencer Anindytha Arsa P., serta mahasiswa FEB UB sekaligus penerima Glow & Lovely Bintang Beasiswa Batch 8, Nafi Satur Fuadhah.
FEB UB Dorong Kampus Ramah Mental Health dan Penguatan Soft Skill
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FEB UB, Dr. Nurul Badriyah, menyampaikan bahwa pihak fakultas menyambut positif kolaborasi ini karena selaras dengan program prioritas Universitas Brawijaya terkait penguatan kesehatan mental mahasiswa.
Menurutnya, kesehatan mental memiliki banyak dimensi dan salah satu yang penting adalah membangun rasa percaya diri mahasiswa. Dalam konteks tersebut, kesehatan kulit juga dapat menjadi salah satu faktor pendukung yang memengaruhi self-esteem dan keberanian mahasiswa untuk berkembang.
“Banyak manfaat yang bisa kita ambil dari kegiatan ini. Salah satunya karena bidang kemahasiswaan memang sedang gencar mengimplementasikan program prioritas rektor terkait kesehatan mental. Kepercayaan diri itu salah satunya juga bisa dibangun dari kesehatan kulit,” ujarnya.
Ia juga menilai kegiatan semacam ini membuka wawasan baru bagi mahasiswa terkait isu yang sebelumnya dianggap tidak relevan dengan dunia akademik. Selain itu, kolaborasi lintas sektor antara kampus, komunitas mahasiswa, dan dunia industri dinilai mampu memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih luas.
“Ini memberi banyak pelajaran bahwa ternyata kita bisa berkolaborasi dengan unit-unit lain sekaligus melatih soft skill mahasiswa. Narasumber yang hadir juga luar biasa dan sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa saat ini,” tambahnya.
Tradisi Prestasi FEB UB Tak Hanya Akademik
Nurul menegaskan bahwa FEB UB selama ini dikenal memiliki tradisi prestasi yang kuat, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Karena itu, kampus juga terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas diri di luar ruang kelas.
Menurutnya, penguatan karakter, kemampuan komunikasi, leadership, hingga mental resilience menjadi aspek penting dalam membentuk lulusan yang siap menghadapi dunia kerja maupun persaingan global.
“Prestasi itu bukan hanya akademik, tetapi juga non-akademik. Kami tentu meng-encourage semua potensi mahasiswa untuk terus berkembang. Hal-hal seperti penguatan soft skill dan kemampuan non akademik juga menjadi perhatian kami,” katanya.
Ia juga mengapresiasi antusiasme mahasiswa yang hadir dalam kegiatan tersebut. Menariknya, peserta mendaftar secara mandiri tanpa adanya pengalihan jadwal kuliah atau kewajiban akademik tertentu.
“Ini murni karena minat mahasiswa sendiri untuk ikut. Ternyata pesertanya penuh, terutama mahasiswa perempuan yang memang menjadi segmentasi utama kegiatan ini,” jelasnya.
Glow & Lovely Bintang Beasiswa Jadi Ruang Tumbuh Mahasiswi Indonesia
Sementara itu, mahasiswa FEB UB sekaligus penerima Glow & Lovely Bintang Beasiswa Batch 8, Nafi Satur Fuadhah, membagikan pengalamannya selama mengikuti program beasiswa tersebut. Ia menyebut program ini tidak hanya memberikan bantuan pendidikan, tetapi juga menghadirkan lingkungan suportif bagi perempuan untuk berkembang bersama.
“Pengalamannya super insightful dan kita benar-benar punya supportive environment. Karena fokusnya perempuan, jadi kita merasa sangat diayomi dan didukung untuk berkembang,” ungkapnya.
Nafi menjelaskan bahwa saat ini program Glow & Lovely Bintang Beasiswa telah memasuki Batch 10 dan masih membuka pendaftaran kategori parsial hingga 10 Mei 2026 untuk mahasiswa semester 4 dan semester 6.
Selain bantuan pendidikan, peserta juga memperoleh berbagai program pengembangan kapasitas seperti capacity building, mentoring, hingga penguatan karier bersama Glow & Lovely dan Hoshizora Foundation.
“Kita juga dapat banyak kegiatan pengembangan diri dan karier. Jadi bukan hanya soal beasiswanya saja, tapi bagaimana kita dibantu untuk berkembang,” katanya.
Mahasiswa Diajak Menjadi Diri Sendiri dan Menjaga Keseimbangan Mental
Dalam kesempatan itu, Nafi juga membagikan pesan kepada mahasiswa agar tidak terjebak pada tekanan sosial maupun tuntutan berlebihan yang dapat memengaruhi kesehatan mental.
Menurutnya, langkah paling realistis dalam menghadapi tekanan akademik dan kehidupan kampus adalah mengenali kapasitas diri, berani keluar dari zona nyaman, serta tetap menjadi diri sendiri.
“Be yourself dan jangan memaksakan diri kalau memang bukan tempatnya. Kita harus tahu kapasitas kita dan memaksimalkan hal itu. Bisa berkembang menjadi diri sendiri menurutku sudah sangat progresif,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara tugas akademik dan kesehatan mental agar tujuan yang ingin dicapai tetap berjalan optimal.
“Apalagi sekarang tugas banyak, jadi harus bisa balance juga mental health-nya supaya progres dan tujuan kita tetap tercapai,” pungkasnya. (ger)














