Kanal24, Malang – Menjelang Idul Adha, banyak panitia kurban mulai menghitung estimasi daging yang bisa dibagikan kepada warga. Perhitungan ini penting agar distribusi daging lebih merata dan jumlah penerima dapat diperkirakan sejak awal.
Seekor sapi kurban ternyata tidak seluruh bobot tubuhnya berubah menjadi daging siap konsumsi. Ada bagian yang masuk kategori karkas dan ada pula bagian yang tidak termasuk daging, seperti kulit, kepala, kaki, hingga organ dalam. Secara umum, sapi hidup dapat menghasilkan karkas sekitar 45 hingga 55 persen dari total berat tubuhnya. Sementara itu, daging murni biasanya mencapai sekitar 70 hingga 75 persen dari berat karkas.
Karkas merupakan bagian tubuh sapi setelah disembelih dan dibersihkan dari beberapa bagian non-daging. Bagian ini biasanya terdiri dari daging dan tulang yang masih menempel. Karkas tidak mencakup darah, kulit, kepala, kaki bagian bawah, isi perut, hingga organ tertentu seperti paru-paru dan saluran pencernaan. Karena itu, berat daging yang dibagikan kepada masyarakat tentu lebih kecil dibanding berat hidup sapi sebelum dipotong.
Baca juga:
Forum Dekan AIPKI Bahas Mutu Pendidikan Kedokteran Nasional
Cara menghitung estimasi daging sapi sebenarnya cukup sederhana. Berat karkas umumnya berada di kisaran 45 hingga 55 persen dari berat hidup sapi. Setelah itu, berat daging murni diperkirakan mencapai sekitar 70 hingga 75 persen dari total karkas. Sebagai contoh, jika seekor sapi memiliki berat hidup 400 kilogram, maka karkas yang dihasilkan bisa mencapai sekitar 180 hingga 220 kilogram. Dari jumlah tersebut, daging murni yang siap dibagikan diperkirakan berkisar 135 hingga 165 kilogram.
Jumlah daging dari seekor sapi bisa berbeda-beda tergantung beberapa faktor. Jenis atau ras sapi menjadi salah satu penentu utama, begitu pula usia, kondisi kesehatan, tingkat lemak tubuh, hingga metode pemotongan. Sapi dengan tubuh besar dan kondisi sehat biasanya menghasilkan karkas lebih tinggi dibanding sapi yang kurus atau kurang ideal untuk kurban. Bahkan beberapa jenis sapi unggulan dapat menghasilkan bobot daging lebih banyak dibanding sapi lokal biasa.
Perhitungan estimasi daging ini membantu panitia kurban menentukan jumlah paket yang akan dibagikan kepada masyarakat. Misalnya, jika setiap paket berisi sekitar 1 kilogram daging, maka sapi berbobot 400 kilogram dapat dibagikan kepada sekitar 135 hingga 165 penerima. Namun, angka tersebut tetap bersifat perkiraan karena hasil akhir penyembelihan dapat berbeda tergantung kondisi hewan dan proses pemotongan di lapangan.













