Kanal24, Malang – BPJS Ketenagakerjaan membidik Universitas Brawijaya (UB) sebagai model pengembangan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di lingkungan perguruan tinggi. Komitmen tersebut mengemuka dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan lima perjanjian kerja sama antara kedua institusi di Universitas Brawijaya, Jumat (29/Mei/2026)
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Dr. Saiful Hidayat, MT. , mengatakan kerja sama tersebut tidak hanya berfokus pada perlindungan tenaga kerja di lingkungan kampus, tetapi juga membangun ekosistem jaminan sosial yang lebih luas melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kami sangat berharap UB benar-benar akan menjadi role model bagaimana sebuah PTNBH menjadi mitra untuk mengembangkan dan mengimplementasikan perlindungan jaminan sosial tenaga kerja,” ujarnya usai penandatanganan kerja sama.
Menurut Saiful, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan sosial. Karena itu, kolaborasi dengan UB tidak hanya diarahkan pada aspek administratif, melainkan juga penguatan riset, literasi, hingga pengembangan kurikulum yang berkaitan dengan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Ia menjelaskan, BPJS Ketenagakerjaan melihat UB memiliki kekuatan besar sebagai institusi pendidikan dan pusat riset. Berbagai penelitian yang dilakukan kampus dinilai dapat memberikan kontribusi langsung bagi pengembangan layanan dan kebijakan BPJS Ketenagakerjaan.
“Riset tentang ekonomi makro, ekonomi mikro, aktuaria, artificial intelligence, cybersecurity, dan berbagai bidang lainnya sangat dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan operasional maupun bisnis kami,” katanya.
Selain riset, kerja sama juga diarahkan untuk memperluas literasi perlindungan tenaga kerja kepada masyarakat. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah melibatkan mahasiswa dalam edukasi jaminan sosial saat menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga berperan sebagai agen literasi yang membantu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat perlindungan jaminan sosial.
Saiful menilai edukasi tersebut penting mengingat masih banyak kelompok masyarakat yang belum memahami manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya di kalangan petani, nelayan, dan masyarakat pedesaan.
“Kami berharap mahasiswa dapat membantu meliterasi masyarakat saat KKN tentang manfaat perlindungan tenaga kerja dan jaminan sosial,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Brawijaya Prof. Widodo menegaskan bahwa kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan selaras dengan implementasi tridarma perguruan tinggi. Selain membuka ruang kolaborasi riset yang lebih aplikatif, kerja sama ini juga memperluas peluang magang, praktik kerja lapangan, serta penguatan perlindungan bagi mahasiswa yang menjalankan aktivitas di luar kampus.
Menurutnya, hasil-hasil penelitian yang dikembangkan di kampus perlu memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan industri agar dapat memberikan dampak yang lebih nyata.
“Kita berharap ada riset-riset yang use case-nya langsung dengan industri, khususnya BPJS Ketenagakerjaan. Dengan demikian keilmuannya terus berkembang dan bisa langsung dimanfaatkan oleh mitra industri,” ujar Widodo.
Ia menambahkan, kerja sama tersebut juga menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya perencanaan masa depan, termasuk aspek perlindungan sosial dan kesiapan menghadapi berbagai risiko kehidupan.
Kolaborasi antara UB dan BPJS Ketenagakerjaan diharapkan menjadi model sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga negara dalam memperkuat perlindungan tenaga kerja, sekaligus memperluas manfaat pendidikan dan riset bagi masyarakat.(Din)













