Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Kerugian Ekonomi Akibat Perubahan Iklim Diproyeksi Tembus Rp 2.005 Triliun

Einid Shandy by Einid Shandy
June 3, 2026
in Ekonomi
0
Kerugian Ekonomi Akibat Perubahan Iklim Diproyeksi Tembus Rp 2.005 Triliun

Emisi Industri dan Polusi Lingkungan Mewakili isu krisis iklim, emisi karbon, serta tantangan transisi menuju ekonomi hijau dan pembangunan rendah karbon.

3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Ancaman perubahan iklim tidak lagi sekadar isu lingkungan, tetapi telah berkembang menjadi tantangan serius bagi perekonomian nasional. Pemerintah memperkirakan kerugian ekonomi akibat dampak perubahan iklim di Indonesia dapat melonjak drastis hingga mencapai Rp 2.005 triliun pada 2029 apabila langkah mitigasi dan adaptasi tidak diperkuat secara masif.

Lonjakan kerugian tersebut menunjukkan eskalasi yang sangat signifikan dibandingkan proyeksi pada 2025 yang berada di kisaran Rp 469 triliun. Peningkatan hampir empat kali lipat itu mencerminkan semakin besarnya tekanan terhadap sektor ekonomi, infrastruktur, pangan, hingga kesehatan masyarakat akibat perubahan pola cuaca ekstrem dan bencana lingkungan.

Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Nizhar Marizi, menyebut tantangan pembangunan Indonesia ke depan akan semakin kompleks karena dunia tengah menghadapi triple planetary crisis atau tiga krisis planet utama.

Baca juga:
Revisi UU Keuangan Negara Dibahas DPR, Ini Dampaknya terhadap APBN dan Defisit Fiskal

Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Nizhar Marizi

Krisis tersebut meliputi perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, serta meningkatnya pencemaran lingkungan. Kondisi ini dinilai dapat menghambat pertumbuhan ekonomi nasional jika tidak diantisipasi melalui kebijakan pembangunan berkelanjutan dan transformasi hijau di berbagai sektor.

Pemerintah pun mulai memperkuat agenda pembangunan rendah karbon melalui sejumlah strategi nasional, mulai dari penguatan target pengurangan emisi, peningkatan ketahanan iklim, hingga percepatan transisi energi bersih.

Pemerintah Dorong Investasi Hijau dan Pembangunan Rendah Karbon

Untuk menekan potensi kerugian ekonomi tersebut, pemerintah bersama berbagai mitra internasional mendorong penguatan investasi hijau dan pembiayaan pembangunan berkelanjutan.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjalankan program Green Indonesia Future Initiative (GIFT) 2026-2030 yang difokuskan pada pengembangan ekonomi hijau dan percepatan adaptasi iklim.

Program tersebut ditargetkan mampu memobilisasi investasi hijau hingga 2 miliar dolar AS pada 2030. Dana tersebut akan diarahkan untuk mendukung berbagai proyek strategis seperti energi terbarukan, rehabilitasi lingkungan, penguatan ketahanan pangan, hingga pembangunan infrastruktur ramah lingkungan.

Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah kebijakan seperti Second Nationally Determined Contribution (SNDC) Indonesia 2031-2035 serta National Adaptation Plan (NAP) 2026-2030 sebagai bagian dari komitmen menghadapi krisis iklim global.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat perubahan iklim dapat memicu meningkatnya frekuensi banjir, kekeringan, cuaca ekstrem, hingga penurunan produktivitas sektor pertanian dan perikanan yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

Sektor Pertanian dan Peternakan Jadi Sorotan

Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim, sektor pertanian dan peternakan juga menjadi perhatian serius pemerintah dan lembaga riset nasional.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menilai sektor peternakan selama ini kerap dianggap sebagai salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca, khususnya gas metana yang berasal dari limbah ternak.

Karena itu, BRIN mulai mendorong pengembangan inovasi dan teknologi peternakan berkelanjutan untuk mengurangi dampak lingkungan sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.

Pemerintah juga menggandeng Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) guna memperkuat transformasi industri peternakan nasional yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pangan nasional sekaligus memperkuat kemampuan adaptasi sektor pertanian dan peternakan terhadap dampak perubahan iklim yang semakin nyata.

Dengan ancaman kerugian ekonomi yang terus meningkat, pemerintah menilai percepatan transisi menuju pembangunan hijau bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak demi menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di masa depan.

Post Views: 37
Tags: adaptasi iklimbappenasBRINdampak perubahan iklimekonomi hijauEkonomi IndonesiaIndonesia 2026investasi hijauKANAL24kanal24.co.idkerugian ekonomiKrisis Iklimmitigasi iklimpembangunan rendah karbonPerubahan Iklimtriple planetary crisisuniversitas brawijaya
Previous Post

Piala Dunia 2026 Diproyeksi Tambah Rp303 Triliun untuk Ekonomi Amerika Serikat

Next Post

FEB UB Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah Malang Raya Lewat Sinergi Regulator dan Industri

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
FEB UB Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah Malang Raya Lewat Sinergi Regulator dan Industri

FEB UB Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah Malang Raya Lewat Sinergi Regulator dan Industri

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Konflik Lembur di Balik Tutupnya Gerai Indomaret Saat Libur Nasional

Konflik Lembur di Balik Tutupnya Gerai Indomaret Saat Libur Nasional

June 3, 2026
FEB UB Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah Malang Raya Lewat Sinergi Regulator dan Industri

FEB UB Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah Malang Raya Lewat Sinergi Regulator dan Industri

June 3, 2026
Kerugian Ekonomi Akibat Perubahan Iklim Diproyeksi Tembus Rp 2.005 Triliun

Kerugian Ekonomi Akibat Perubahan Iklim Diproyeksi Tembus Rp 2.005 Triliun

June 3, 2026
Piala Dunia 2026 Diproyeksi Tambah Rp303 Triliun untuk Ekonomi Amerika Serikat

Piala Dunia 2026 Diproyeksi Tambah Rp303 Triliun untuk Ekonomi Amerika Serikat

June 3, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025