Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Dosen UB Soroti Paradigma Karbala dalam Forum Internasional Iran 

Einid Shandy by Einid Shandy
June 3, 2026
in Pendidikan, Politik
0
Kedubes Iran Kecam Agresi, Serukan Tindakan Internasional

Abdullah, M.Hub.Int, Assistant Professor of West Asia Studies dari Universitas Brawijaya dan Pakar Timur Tengah UB (Dok. Abdullah)

13
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Akademisi Universitas Brawijaya (UB) Indonesia turut ambil bagian dalam forum ilmiah internasional yang digelar Center of the Municipality of Tehran, Selasa (2/6/2026). Forum bertajuk “The Power of People in Iran’s Governance: The Impact of Tehran Gatherings on the Muslim World’s Perception During the Ramadan War” itu membahas kekuatan partisipasi massa dalam membangun ketahanan politik Iran di tengah tekanan geopolitik kawasan.

Kegiatan berlangsung secara hybrid di Communication and International Affairs Center of the Municipality of Tehran pada pukul 10.00–12.00 waktu Tehran. Forum menghadirkan akademisi dan peneliti internasional untuk mendiskusikan hubungan antara masyarakat, negara, agama, dan dinamika politik Asia Barat.

Baca juga:
Webinar Diplomasi Peradaban di Tengah Geopolitik Timur Tengah

Dosen UB Soroti Paradigma Karbala dalam Forum Internasional Iran

Forum Internasional Bahas Ketahanan Politik Iran

Forum ilmiah tersebut diselenggarakan sebagai ruang diskusi akademik untuk memahami bagaimana kekuatan masyarakat, memori sejarah, nilai budaya, dan simbolisme keagamaan berkontribusi terhadap daya tahan suatu negara dalam menghadapi tekanan eksternal.

Diskusi secara khusus menyoroti konteks perang hipotetis antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel pada tahun 2026, serta bagaimana mobilisasi massa di Tehran dan kota-kota Iran lainnya memengaruhi persepsi dunia Muslim terhadap ketahanan nasional Iran.

Para pembicara menilai ketahanan Iran tidak dapat dipahami hanya melalui ukuran material seperti kekuatan militer, kapasitas ekonomi, maupun infrastruktur negara.

Dosen UB Soroti “Anomali Iran”

Salah satu pembicara utama dalam forum tersebut adalah Abdullah S.Sos., M.Hub.Int., Assistant Professor of West Asia Studies dari Universitas Brawijaya. Dalam paparannya, Abdullah menyoroti apa yang ia sebut sebagai “anomali Iran” dalam perspektif hubungan internasional.

Menurutnya, dalam pendekatan realis Barat, tekanan eksternal seperti serangan militer, blokade ekonomi, maupun pembunuhan tokoh penting umumnya diperkirakan dapat melemahkan negara dan memicu fragmentasi internal. Namun dalam kasus Iran, situasi yang muncul justru menunjukkan pola berbeda.

“Tekanan eksternal dalam kasus Iran tidak otomatis memecah masyarakat, tetapi justru memicu mobilisasi sosial dan konsolidasi publik,” jelas Abdullah dalam forum tersebut.

Ia menjelaskan bahwa penderitaan dan tekanan dalam konteks Iran sering dimaknai ulang sebagai bentuk pengorbanan moral dan perjuangan kolektif yang memperkuat solidaritas masyarakat.

Ketahanan Iran Dinilai Tak Hanya Bertumpu pada Militer

Abdullah menilai pendekatan konstruktivis lebih relevan untuk membaca fenomena tersebut. Dalam kerangka itu, Iran disebut menggunakan Paradigma Karbala sebagai lensa historis dan budaya dalam memahami tekanan eksternal.

Menurutnya, faktor historis, budaya, spiritual, dan memori kolektif masyarakat memiliki peran penting dalam membentuk daya tahan politik negara.

Ia juga menilai kehadiran massa di ruang publik tidak dapat dipahami hanya sebagai fenomena spontan. Mobilisasi publik disebut berfungsi sebagai infrastruktur politik non-material yang memperlihatkan dukungan masyarakat sekaligus membangun narasi tandingan terhadap klaim fragmentasi internal Iran.

Akademisi Internasional Bahas Peran Partisipasi Publik

Selain Abdullah, forum juga menghadirkan Dr. Haroon Aziz, Professor of West Asia and Political Studies dari Afrika Selatan. Ia menyoroti bagaimana mobilisasi jutaan warga Iran di ruang publik berhasil membangun atmosfer solidaritas sosial selama periode yang disebut sebagai “perang 40 hari”.

Haroon Aziz menilai pengalaman panjang Iran menghadapi sanksi dan tekanan internasional selama puluhan tahun telah membentuk mental publik yang lebih tahan terhadap tekanan eksternal.

Ia juga menyoroti peran perempuan dalam mobilisasi massa sebagai bagian dari kepemimpinan kolektif di ruang perkotaan. Menurutnya, ruang publik di Iran berkembang bukan hanya sebagai arena demonstrasi politik, tetapi juga ruang sosial dan budaya perlawanan.

Forum ilmiah ini dimoderatori oleh Dr. Mohadeseh Amini dari Islamic Governance Studies Department. Melalui forum tersebut, Center of the Municipality of Tehran menegaskan pentingnya pendekatan multidisipliner dalam membaca dinamika politik Iran dan kawasan Asia Barat. (nid)

Post Views: 73
Tags: Abdullah UBAsia Baratforum ilmiah internasionalforum internasional Tehrangeopolitik IranKANAL24kanal24.co.idketahanan politik IranKeyword tags: dosen UBparadigma Karbalapartisipasi massa Iranuniversitas brawijaya
Previous Post

Mahasiswa FISIP UB Raih Bronze Medal di Youth Summit Malaysia

Next Post

FH UB Soroti Risiko Hukum Kewarganegaraan Ganda

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
Salah Urus Status Kewarganegaraan Bisa Berujung Masalah Hukum, FH UB Angkat Isunya

FH UB Soroti Risiko Hukum Kewarganegaraan Ganda

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Pos Curhat Fatayat NU Kota Malang Siap Dampingi Perempuan

Pos Curhat Fatayat NU Kota Malang Siap Dampingi Perempuan

June 3, 2026
Salah Urus Status Kewarganegaraan Bisa Berujung Masalah Hukum, FH UB Angkat Isunya

FH UB Soroti Risiko Hukum Kewarganegaraan Ganda

June 3, 2026
Kedubes Iran Kecam Agresi, Serukan Tindakan Internasional

Dosen UB Soroti Paradigma Karbala dalam Forum Internasional Iran 

June 3, 2026
Mahasiswa FISIP UB Raih Bronze Medal di Youth Summit Malaysia

Mahasiswa FISIP UB Raih Bronze Medal di Youth Summit Malaysia

June 3, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025