Kanal24, Malang – Tren mendaki gunung semakin digemari kalangan muda. Media sosial dipenuhi foto-foto puncak gunung dengan lautan awan yang memanjakan mata. Namun di balik keindahan tersebut, aktivitas pendakian tetap menyimpan risiko yang tidak boleh dianggap remeh.
Fenomena pendaki yang naik gunung hanya karena ikut-ikutan atau Fear of Missing Out (FOMO) menjadi perhatian berbagai komunitas pecinta alam. Kurangnya persiapan fisik, minimnya pengetahuan medan, hingga perlengkapan yang tidak memadai menjadi faktor utama terjadinya kecelakaan saat pendakian. Karena itu, para pendaki pemula perlu memahami bahwa mendaki bukan sekadar berburu konten, melainkan aktivitas alam bebas yang membutuhkan kesiapan matang.
Baca Juga:
6 Gunung Tempat Hiking Populer di Indonesia Wajib Dicoba
1. Persiapkan Kondisi Fisik Sebelum Berangkat

Mendaki membutuhkan stamina yang baik karena jalur yang ditempuh sering kali menanjak dan menguras tenaga. Karena itu, calon pendaki disarankan melakukan latihan fisik seperti jogging, bersepeda, atau naik turun tangga beberapa minggu sebelum pendakian. Kondisi tubuh yang prima dapat mengurangi risiko kelelahan dan cedera selama perjalanan.
2. Pilih Gunung yang Ramah untuk Pemula

Bagi pendaki pertama, sebaiknya tidak langsung mencoba gunung dengan medan ekstrem. Memilih gunung yang memiliki jalur relatif pendek dan tingkat kesulitan rendah dapat membantu proses adaptasi terhadap aktivitas pendakian. Pengalaman awal yang baik juga akan meningkatkan pemahaman tentang teknik dan etika mendaki.
3. Pelajari Jalur dan Perkiraan Cuaca

Sebelum berangkat, pendaki wajib mencari informasi mengenai rute pendakian, titik peristirahatan, sumber air, hingga kondisi cuaca terkini. Langkah ini penting untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi di lapangan, termasuk perubahan cuaca yang sering terjadi di kawasannya.
4. Bawa Perlengkapan yang Sesuai Kebutuhan

Perlengkapan dasar seperti sepatu khusus, jaket hangat, jas hujan, senter atau headlamp, obat-obatan pribadi, serta logistik yang cukup wajib dibawa selama pendakian. Peralatan yang tepat tidak hanya membuat perjalanan lebih nyaman, tetapi juga dapat menjadi penunjang keselamatan ketika menghadapi kondisi darurat.
5. Utamakan Keselamatan dan Jaga Kelestarian Alam

Mencapai puncak bukanlah tujuan utama jika keselamatan harus dikorbankan. Pendaki harus berani menghentikan perjalanan ketika kondisi cuaca memburuk atau tubuh sudah tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan. Selain itu, setiap pendaki juga wajib menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak merusak ekosistem gunung.
Mendaki bukan sekadar mengikuti tren atau FOMO. Dengan persiapan yang matang, pemahaman medan, serta sikap yang bertanggung jawab, pengalaman menjelajahi alam dapat menjadi kegiatan yang aman, menyenangkan, sekaligus memberikan pelajaran berharga tentang ketahanan diri dan kecintaan terhadap lingkungan. (wan)













