Kanal24, Malang – Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, memperkuat diplomasi politik Indonesia di Timor Leste melalui serangkaian pertemuan penting di Dili, Rabu (3/6/2026). Lawatan tersebut dilakukan sebagai persiapan kunjungan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026 mendatang.
Kunjungan Hasto bersama delegasi PDIP menjadi bagian dari pembahasan kerja sama bilateral sekaligus penghormatan terhadap peran Megawati dalam proses rekonsiliasi Indonesia dan Timor Leste pasca-kemerdekaan negara tersebut.
Dalam agenda diplomatik itu, Hasto didampingi Ketua DPP PDIP Bidang Organisasi Andreas H. Pareira, Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan PDIP Andi Widjajanto, serta Direktur Luar Negeri PDIP Hanjaya Setiawan.
Baca juga:
Perang Timur Tengah Picu 27 Negara Ajukan Dana Darurat Bank Dunia
Bahas Kunjungan Megawati ke Timor Leste
Setibanya di Dili, delegasi PDIP langsung menuju Istana Presiden Timor Leste untuk bertemu tim kepresidenan yang dipimpin Vicky Tchong. Pertemuan tersebut membahas detail protokoler dan agenda kunjungan Megawati pada Juli mendatang.
Megawati dijadwalkan menerima penghargaan tertinggi dari Pemerintah Timor Leste berupa “Grand Collar Order of Timor Leste” atas kontribusinya dalam membangun rekonsiliasi kedua negara.
Hasto menyebut penghargaan itu diberikan karena Megawati dinilai membuka jalan diplomasi damai antara Indonesia dan Timor Leste ketika menghadiri peringatan kemerdekaan Timor Leste pada 20 Mei 2002 silam.
Selain menghadiri penganugerahan penghormatan negara, Megawati juga direncanakan bertemu Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta, Perdana Menteri Xanana Gusmao, tokoh masyarakat Indonesia di Dili, hingga mengunjungi sejumlah situs bersejarah kedua negara.
Diplomasi Politik dan Penguatan Hubungan Bilateral
Dalam lawatan tersebut, Hasto juga melakukan komunikasi politik dengan Partai Congresso Nacional da Reconstrucao de Timor (CNRT), salah satu partai penguasa di Timor Leste yang didirikan Xanana Gusmao.
Pertemuan itu membahas penguatan hubungan antarkepartaian serta peluang kerja sama strategis antara Indonesia dan Timor Leste di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, perdagangan, hingga hubungan masyarakat lintas negara.
Hasto menilai hubungan Indonesia dan Timor Leste kini semakin matang dan konstruktif dibanding masa-masa awal pasca-referendum. Menurutnya, pendekatan diplomasi yang dilakukan Megawati saat menjabat Presiden RI menjadi fondasi penting dalam mencairkan ketegangan kedua negara.
Peran Megawati Dinilai Krusial dalam Rekonsiliasi
Megawati menjadi salah satu tokoh Indonesia yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam proses rekonsiliasi Indonesia dan Timor Leste. Kehadirannya pada perayaan restorasi kemerdekaan Timor Leste tahun 2002 dianggap sebagai simbol pengakuan dan langkah diplomatik bersejarah.
Hubungan personal Megawati dengan Presiden Jose Ramos-Horta juga disebut menjadi salah satu faktor yang mempererat hubungan bilateral kedua negara hingga saat ini.
Sebelumnya, Ramos-Horta sempat mengunjungi kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, pada Maret 2026 untuk menyampaikan undangan resmi kunjungan kenegaraan ke Dili.
Lawatan Hasto ke Dili sekaligus memperlihatkan upaya PDIP dalam memperkuat diplomasi kawasan melalui jalur politik, sejarah, dan hubungan antarbangsa yang lebih inklusif.














