Kanal24, Malang – Minat generasi muda untuk memiliki rumah pertama melalui program subsidi pemerintah terus menunjukkan tren positif. Hingga pertengahan Juni 2026, penyaluran rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah mencapai 77.532 unit atau sekitar 22,15 persen dari target nasional sebanyak 350.000 unit tahun ini. Capaian tersebut menunjukkan bahwa kalangan milenial dan Gen Z menjadi kelompok penerima manfaat terbesar program tersebut.
Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat kelompok usia 19–25 tahun mendominasi penerima manfaat FLPP sepanjang 2026. Sebanyak 28.060 unit rumah atau 36,19 persen dari total realisasi penyaluran telah dimanfaatkan oleh generasi muda yang sedang memasuki fase membangun kemandirian finansial dan keluarga.
Baca juga:
Harga BBM Naik, Ojol dan Mahasiswa Mulai Mengeluh
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan peningkatan penyaluran rumah subsidi tidak lepas dari upaya sosialisasi yang terus dilakukan bersama berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kementerian terkait, perbankan hingga asosiasi pengembang perumahan. Program tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memperoleh hunian layak dengan skema pembiayaan yang lebih terjangkau.
Menurut data BP Tapera, realisasi FLPP saat ini telah tersebar di 8.859 kawasan perumahan subsidi yang dibangun oleh lebih dari 9.000 pengembang di 375 kabupaten dan kota pada 35 provinsi di Indonesia. Capaian tersebut menunjukkan program perumahan subsidi masih menjadi salah satu instrumen utama pemerintah dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat.
Karyawan Swasta Mendominasi
Dari sisi profesi, karyawan swasta menjadi kelompok penerima manfaat terbesar. Sebanyak 52.592 unit rumah atau 67,83 persen dari total penyaluran FLPP diberikan kepada pekerja sektor swasta. Sementara itu, kelompok wiraswasta memperoleh 12.699 unit rumah, disusul pegawai negeri sipil (PNS), anggota TNI/Polri, dan profesi lainnya.
Tingginya minat generasi muda terhadap rumah subsidi juga terlihat dari tren penyaluran dalam beberapa tahun terakhir. Kelompok usia produktif terus menjadi segmen dominan dalam program FLPP, menunjukkan bahwa kepemilikan rumah masih menjadi prioritas bagi milenial dan Gen Z meski di tengah tantangan kenaikan harga properti dan biaya hidup.
BTN Masih Jadi Penyalur Terbesar
Dalam penyaluran FLPP tahun ini, Bank Tabungan Negara (BTN) masih menjadi bank penyalur terbesar dengan realisasi pembiayaan mencapai 37.657 unit rumah atau hampir setengah dari total nasional. Posisi berikutnya ditempati kelompok bank syariah nasional, disusul BRI, BNI, dan Bank Mandiri.
Sementara dari sisi pengembang, Real Estat Indonesia (REI) menjadi kontributor terbesar dalam pembangunan rumah subsidi, diikuti Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) serta Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra).
BP Tapera optimistis target penyaluran rumah subsidi tahun 2026 dapat tercapai seiring meningkatnya kebutuhan hunian di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya generasi muda yang mulai merencanakan kepemilikan rumah sejak usia produktif.
Meningkatnya minat generasi muda terhadap program FLPP juga menjadi sinyal positif bagi sektor properti nasional. Selain membantu masyarakat memiliki hunian, program ini dinilai mampu mendorong pertumbuhan industri perumahan sekaligus mendukung pemerataan akses tempat tinggal yang layak di berbagai daerah.














