Kanal24, Malang – Pasar saham Indonesia memulai perdagangan akhir pekan dengan optimisme. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung dibuka di zona hijau pada Jumat (26/6/2026), meski pelaku pasar masih dibayangi berbagai sentimen global yang berpotensi memicu volatilitas sepanjang sesi perdagangan.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG berada di level 6.010,339. Namun, beberapa menit setelah bel berbunyi, indeks sempat terkoreksi tipis sekitar 0,25 persen atau turun 15,2 poin, mencerminkan sikap wait and see investor terhadap perkembangan ekonomi global.
Pergerakan IHSG pada sesi pertama berada di kisaran 5.967,023 hingga 6.045,258, dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar Rp10.506 triliun.
Baca juga:
OJK: Volatilitas IHSG 2026 Berpotensi Menekan Kinerja Unit Link Berbasis Saham
Aktivitas perdagangan juga terpantau cukup ramai. Volume transaksi mencapai sekitar 2,8 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp1,5 triliun, sementara frekuensi perdagangan menembus 261 ribu kali transaksi. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, mayoritas bergerak menguat, sedangkan sebagian lainnya mengalami pelemahan dan stagnan.
Sentimen Global Masih Jadi Penentu
Penguatan IHSG terjadi setelah sehari sebelumnya indeks berhasil ditutup melonjak hampir 2 persen. Optimisme tersebut didorong oleh membaiknya sentimen pasar global, terutama setelah meningkatnya harapan terhadap meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang turut menekan harga minyak dunia.
Penurunan harga minyak dinilai mampu meredakan kekhawatiran inflasi global sehingga mengurangi tekanan terhadap bank-bank sentral untuk kembali menaikkan suku bunga acuan. Kondisi tersebut menjadi salah satu katalis positif bagi pergerakan pasar saham, termasuk di Indonesia.
Meski demikian, investor masih akan mencermati berbagai data ekonomi global serta dinamika pasar keuangan internasional yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan IHSG hingga penutupan perdagangan hari ini.














