Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Disertasi FH UB Tawarkan Solusi Kredit Bermasalah

Einid Shandy by Einid Shandy
July 7, 2026
in Pendidikan
0
Disertasi FH UB Tawarkan Solusi Kredit Bermasalah

Foto Bersama Disertasi FH. (Yordan/UBTV)

5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Kredit bermasalah masih menjadi salah satu tantangan terbesar industri perbankan di Indonesia. Tak hanya mengganggu stabilitas lembaga keuangan, persoalan ini juga kerap berujung pada sengketa hukum yang panjang akibat lemahnya mekanisme eksekusi terhadap debitur. Berangkat dari persoalan tersebut, sebuah disertasi di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) menawarkan formulasi baru yang dinilai mampu membuat penyelesaian kredit bermasalah lebih efektif sekaligus memberikan kepastian hukum.

Gagasan tersebut dipaparkan dalam Ujian Terbuka Disertasi FH UB yang berlangsung pada Senin (6/7/2026) di Ruang Sidang Lantai 6 Gedung A FH UB. Penelitian karya Mario Ihutan Jeremia, S.H., M.H. itu mengusung rekonstruksi lembaga penyelesaian kredit perbankan bermasalah melalui pendekatan analisis ekonomi terhadap hukum (economic analysis of law).

Promovendus, Mario Ihutan Jeremia, S.H., M.H., (Yordan/UBTV)

Soroti Lemahnya Eksekusi Kredit Bermasalah

Mario menjelaskan, penelitian ini berangkat dari persoalan yang selama ini dihadapi dunia perbankan, yakni sering munculnya perlawanan dari debitur ketika proses eksekusi dilakukan sebagai bagian dari penyelamatan kredit bermasalah.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya celah dalam sistem penyelesaian sengketa yang membuat proses hukum berjalan lambat dan kurang memberikan kepastian bagi para pihak.

Ia menilai keberadaan Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan (LAPS SJK) yang telah diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 61 sebenarnya menjadi langkah maju. Namun, regulasi tersebut dinilai belum mengatur secara jelas mengenai kekuatan eksekutorial terhadap putusan yang dihasilkan.

“Karena itu saya menawarkan rekonstruksi terhadap lembaga yang sudah ada dengan memperkuat aspek eksekutorialnya agar penyelesaian kredit bermasalah menjadi lebih efektif, efisien, sekaligus tetap menjaga keseimbangan perlindungan hukum bagi kreditur maupun debitur,” jelas Mario.

Ia menambahkan, pendekatan analisis ekonomi terhadap hukum dipilih agar mekanisme penyelesaian sengketa tidak hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga mampu meningkatkan efisiensi dalam industri perbankan.

Diharapkan Jadi Rujukan Penyusunan Regulasi

Mario berharap hasil penelitiannya tidak berhenti sebagai karya akademik semata, melainkan dapat dimanfaatkan oleh para pembuat kebijakan dalam menyempurnakan regulasi sektor perbankan nasional.

Menurutnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, hingga DPR dapat menjadikan hasil penelitian tersebut sebagai referensi dalam menyusun maupun merevisi aturan mengenai penyelesaian kredit bermasalah agar lebih adaptif terhadap kebutuhan industri.

Ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan hasil penelitian di lingkungan perguruan tinggi.

“Disertasi, tesis, maupun skripsi seharusnya tidak hanya menjadi arsip di perpustakaan, tetapi terdokumentasi dengan baik sehingga bisa dimanfaatkan sebagai referensi penelitian berikutnya,” ujarnya.

Mario optimistis, jika hasil-hasil riset akademik dimanfaatkan secara berkelanjutan, maka kontribusinya terhadap pembaruan sistem hukum, khususnya di bidang perbankan, akan semakin nyata.

Promotor: Layak Jadi Referensi Nasional

Promotor sekaligus Ketua Sidang, Prof. Dr. Sukarmi, S.H., M.Hum., mengapresiasi keberhasilan Mario menyelesaikan disertasinya. Ia menilai penelitian tersebut tidak hanya memiliki kualitas akademik yang baik, tetapi juga menawarkan solusi praktis terhadap persoalan penyelesaian sengketa kredit bermasalah.

Menurutnya, rekomendasi yang dihasilkan layak menjadi perhatian para pemangku kepentingan karena berpotensi memperkuat sistem pengelolaan perbankan yang lebih sehat dengan tetap menjaga keseimbangan hak dan kewajiban antara kreditur serta debitur.

Prof. Sukarmi juga berharap hasil penelitian tersebut tidak berhenti sebagai syarat memperoleh gelar doktor, tetapi dipublikasikan lebih luas melalui jurnal ilmiah maupun buku agar dapat diakses oleh akademisi, praktisi hukum, regulator, hingga masyarakat.

“Semakin luas hasil penelitian dipublikasikan, semakin besar pula peluang gagasan akademik tersebut memberikan kontribusi terhadap pembaruan hukum dan praktik penyelesaian kredit bermasalah di Indonesia,” pungkasnya. (gal)

Post Views: 60
Tags: Bank IndonesiaDisertasi FH UBFakultas Hukum UBHukum PerbankanKANAL24kanal24.co.idKredit BermasalahLAPS SJKOjkPerbankan Indonesiauniversitas brawijaya
Previous Post

Riset 4 Tahun UB Lahirkan Melon Hitam, Bidik Kurangi Impor Benih dan Tembus Pasar Global

Next Post

Investasi KEK Tembus Rp353,5 Triliun, Serap 266 Ribu Tenaga Kerja di Tengah Gejolak Global

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
Investasi KEK Tembus Rp353,5 Triliun, Serap 266 Ribu Tenaga Kerja di Tengah Gejolak Global

Investasi KEK Tembus Rp353,5 Triliun, Serap 266 Ribu Tenaga Kerja di Tengah Gejolak Global

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
FIB UB Terjunkan 131 Mahasiswa Bangun Identitas Baru 9 Desa Wisata Ngajum

FIB UB Terjunkan 131 Mahasiswa Bangun Identitas Baru 9 Desa Wisata Ngajum

July 7, 2026
Investasi KEK Tembus Rp353,5 Triliun, Serap 266 Ribu Tenaga Kerja di Tengah Gejolak Global

Investasi KEK Tembus Rp353,5 Triliun, Serap 266 Ribu Tenaga Kerja di Tengah Gejolak Global

July 7, 2026
Disertasi FH UB Tawarkan Solusi Kredit Bermasalah

Disertasi FH UB Tawarkan Solusi Kredit Bermasalah

July 7, 2026
Riset 4 Tahun UB Lahirkan Melon Hitam, Bidik Kurangi Impor Benih dan Tembus Pasar Global

Riset 4 Tahun UB Lahirkan Melon Hitam, Bidik Kurangi Impor Benih dan Tembus Pasar Global

July 7, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025