Kanal24, Malang – Kampus tak hanya menjadi tempat belajar bagi mahasiswa. Melalui Program Kampung Lingkar Kampus, Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya (UB) menghadirkan berbagai pelatihan bagi masyarakat di sekitar kampus, mulai dari keterampilan barista, pengolahan sampah menjadi kompos, kewirausahaan, hingga edukasi pangan lokal untuk anak-anak.
Program ini menyasar warga di Kelurahan Penanggungan, Sumbersari, dan Ketawang Gede sebagai bagian dari program prioritas Rektor UB sekaligus upaya memperkuat kolaborasi antara kampus dan masyarakat.
Baca Juga:
Kementerian PANRB Siapkan Perbaikan Program Magang Lewat Masukan Kampus
Pelatihan Disesuaikan dengan Kebutuhan Warga

Ketua Pelaksana Program Kampung Lingkar Kampus, Bintar Probo Sunarto, S.P., M.P., menjelaskan bahwa seluruh kegiatan diawali dengan koordinasi bersama pemerintah kelurahan untuk memetakan kebutuhan masyarakat.
Dengan cara tersebut, setiap pelatihan yang diberikan diharapkan mampu menjawab persoalan nyata sekaligus memberikan manfaat langsung bagi warga.
“Program-program yang kami lakukan disesuaikan untuk menjawab tantangan dan persoalan di tengah masyarakat,” ujar Bintar.
Berdasarkan hasil pemetaan tersebut, FBiPK UB menyelenggarakan sejumlah pelatihan, di antaranya pengelolaan sampah dan pembuatan kompos, kewirausahaan, roasting dan barista kopi, serta Gerobak Gizi Keliling yang mengenalkan pangan lokal kepada anak-anak.
Melalui berbagai pelatihan tersebut, warga tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga keterampilan yang berpotensi dikembangkan menjadi peluang usaha maupun sumber pendapatan tambahan.
Laboratorium Kampus Kini Lebih Terbuka untuk Warga
Sebanyak 45 peserta mengikuti pembukaan Program Kampung Lingkar Kampus. Kegiatan tersebut juga dihadiri lurah, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas sebagai bentuk dukungan terhadap kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Tak hanya menghadirkan pelatihan, FBiPK UB juga membuka akses bagi masyarakat untuk mengenal fasilitas laboratorium yang dimiliki fakultas.
Ke depan, laboratorium tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar, konsultasi, maupun pengembangan inovasi di bidang pertanian, pangan, dan lingkungan.
Pelatihan Barista Jadi Daya Tarik Peserta

Salah satu pelatihan yang paling menarik perhatian peserta adalah kelas roasting dan barista kopi.
Wardah Maftuchatul Hidayati, peserta dari Kelurahan Ketawang Gede, mengaku antusias mengikuti pelatihan tersebut karena melihat industri kopi yang terus berkembang dan membuka peluang usaha baru.
“Sekarang eranya ngopi. Jadi bukan hanya menikmati kopi, tetapi juga belajar teknik mulai dari mengenal biji kopi hingga cara membuatnya,” ujarnya.
Wardah berharap pelatihan serupa dapat terus diselenggarakan karena dinilai mampu meningkatkan keterampilan masyarakat, khususnya generasi muda, sekaligus membuka peluang usaha di masa depan.
Perkuat Kolaborasi Kampus dan Masyarakat
Melalui Program Kampung Lingkar Kampus, FBiPK UB berharap hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata.
Program ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang berkelanjutan, di mana ilmu pengetahuan yang dikembangkan di kampus dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong lahirnya warga yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing. (ndr)














