Kanal24, Malang – Argentina kembali membuktikan mengapa mereka masih menyandang status juara dunia. Sempat tertinggal lebih dulu, La Albiceleste bangkit secara dramatis untuk menaklukkan Inggris dengan skor 2-1 pada semifinal Piala Dunia 2026, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB.
Dua gol yang tercipta dalam tujuh menit terakhir pertandingan membalikkan keadaan sekaligus mengubur mimpi Inggris melaju ke partai puncak. Kemenangan ini mengantar pasukan Lionel Scaloni menghadapi Spanyol di final, dalam duel yang diprediksi menjadi salah satu laga terbesar di Piala Dunia 2026.
Baca Juga:
Cristiano Ronaldo Gagal Juara, Tapi Rekornya di Piala Dunia Sulit Disamai

Inggris Sempat Mengejutkan Argentina
Pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi sejak peluit awal dibunyikan. Argentina tampil dominan dalam penguasaan bola, tetapi Inggris mampu bertahan disiplin sambil mengandalkan serangan balik cepat.
Strategi itu sempat membuahkan hasil pada menit ke-51. Anthony Gordon sukses memanfaatkan celah di lini belakang Argentina untuk membawa The Three Lions unggul 1-0.
Gol tersebut membuat Inggris berada di atas angin. Namun, keunggulan itu justru memicu reaksi luar biasa dari tim Tango yang meningkatkan intensitas serangan hingga akhir pertandingan.
Argentina Menggila, Inggris Tertekan
Setelah tertinggal, Argentina praktis menguasai jalannya laga. Statistik menunjukkan dominasi mereka sangat jelas.
La Albiceleste menguasai 64 persen penguasaan bola, berbanding 36 persen milik Inggris. Mereka juga membukukan 109 total serangan dengan 69 di antaranya masuk kategori serangan berbahaya. Sebaliknya, Inggris hanya mampu mencatatkan 77 serangan dan 39 peluang berbahaya.
Tekanan tanpa henti membuat lini belakang Inggris semakin kesulitan mempertahankan keunggulan.
Enzo Fernandez Buka Jalan Kebangkitan
Kesabaran Argentina akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-85.
Berawal dari skema serangan yang dibangun dengan rapi, Enzo Fernandez berhasil menjebol gawang Inggris dan mengubah skor menjadi 1-1.
Gol tersebut langsung mengangkat moral Argentina, sementara Inggris mulai kehilangan ketenangan dan kesulitan keluar dari tekanan.
Lautaro Martinez Jadi Penentu di Injury Time
Drama sesungguhnya terjadi saat pertandingan memasuki masa injury time.
Ketika duel tampak akan berakhir imbang, Lautaro Martinez muncul sebagai pahlawan. Penyerang Inter Milan itu sukses mencetak gol pada menit ke-90+2 dan membawa Argentina berbalik unggul 2-1.
Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Inggris yang sudah bertahan sepanjang babak kedua.
Thomas Tuchel mencoba mengubah keadaan dengan memasukkan Marcus Rashford dan Ivan Toney pada menit ke-90+6. Namun, waktu yang tersisa terlalu singkat untuk mengejar ketertinggalan.
Laga kemudian ditutup dengan tensi tinggi, termasuk kartu kuning yang diterima Rodrigo De Paul pada menit ke-90+4 akibat protes kepada wasit.
Messi Tak Mencetak Gol, Tetapi Tetap Jadi Pembeda
Meski tidak mencatatkan namanya di papan skor, Lionel Messi tetap menjadi sosok penting dalam kemenangan Argentina.
Kapten La Albiceleste tampil sebagai kreator serangan dengan menyumbangkan dua assist yang berujung pada gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez.
Kontribusi Messi kembali menunjukkan bahwa pengaruhnya tidak selalu diukur dari jumlah gol, melainkan kemampuannya menentukan arah permainan di momen-momen krusial.
Usai pertandingan, pelatih Argentina Lionel Scaloni memuji karakter para pemainnya.

“Tim ini tidak pernah berhenti percaya. Mereka terus berjuang hingga menit terakhir.”
Sementara itu, pelatih Inggris Thomas Tuchel mengakui timnya kehilangan momentum setelah berhasil unggul lebih dahulu.
Statistik Pertandingan
Inggris 1-2 Argentina
Penguasaan Bola
- Inggris: 36%
- Argentina: 64%
Total Serangan
- Inggris: 77
- Argentina: 109
Serangan Berbahaya
- Inggris: 39
- Argentina: 69
Pencetak Gol
- Inggris: Anthony Gordon (51′)
- Argentina: Enzo Fernandez (85′), Lautaro Martinez (90+2′)
Final Impian Argentina vs Spanyol
Kemenangan dramatis ini memastikan Argentina melangkah ke final Piala Dunia 2026 untuk menghadapi Spanyol yang sebelumnya menyingkirkan Prancis dengan skor 2-0.
Duel dua raksasa sepak bola dunia tersebut dipastikan menjadi laga yang sangat dinantikan. Argentina datang dengan status juara bertahan, sedangkan Spanyol tampil sebagai salah satu tim paling konsisten sepanjang turnamen.
Semifinal ini kembali membuktikan satu hal: dalam sepak bola, pertandingan belum berakhir hingga peluit panjang dibunyikan. Argentina menunjukkan mental juara sesungguhnya dengan membalikkan keadaan di menit-menit terakhir dan menjaga asa mempertahankan gelar Piala Dunia. (ndr)














