Kanal24 – Dunia paleontologi kembali mencatat sejarah. Fosil Tyrannosaurus rex (T-Rex) berjuluk “Gus” resmi menjadi fosil dinosaurus termahal yang pernah dilelang setelah terjual seharga US$50,1 juta atau sekitar Rp905 miliar (kurs sekitar Rp18.070 per dolar AS) dalam lelang yang digelar rumah lelang Sotheby’s di New York.
Nilai fantastis tersebut jauh melampaui estimasi awal Sotheby’s yang berkisar US$20 juta hingga US$30 juta. Proses penawaran berlangsung sekitar 10 menit dengan persaingan tujuh penawar sebelum akhirnya dimenangkan oleh pembeli anonim melalui sambungan telepon.
Rekor tersebut sekaligus menggeser posisi fosil Stegosaurus “Apex” yang pada 2024 terjual sekitar US$44,6 juta dan sebelumnya menyandang predikat fosil dinosaurus termahal di dunia.
Baca juga:
Cristiano Ronaldo Gagal Juara, Tapi Rekornya di Piala Dunia Sulit Disamai
Salah Satu T-Rex Paling Lengkap yang Pernah Ditemukan
“Gus” bukan fosil biasa. Spesimen ini diperkirakan hidup sekitar 67 juta tahun lalu pada periode Kapur Akhir (Late Cretaceous).
Fosil tersebut ditemukan di kawasan Harding County, South Dakota, Amerika Serikat, melalui proses penggalian yang berlangsung antara 2021 hingga 2023. Nama “Gus” diambil dari Gary “Gus” Licking, pemilik lahan tempat fosil itu ditemukan.
Menurut Sotheby’s, Gus memiliki panjang sekitar 11,6 meter (38 kaki) dan tinggi sekitar 3,8 meter (12,5 kaki). Kerangka ini tersusun dari 183 tulang fosil, termasuk tengkorak yang terawat sangat baik, menjadikannya salah satu spesimen T-Rex terbesar dan paling lengkap yang pernah ditemukan.
Berdasarkan jumlah tulang, kelengkapan Gus mencapai sekitar 61 persen, angka yang sangat tinggi untuk spesimen Tyrannosaurus rex. Hingga kini, hanya sedikit kerangka T-Rex dengan tingkat kelengkapan serupa yang berhasil ditemukan para ilmuwan.
Tuai Kekhawatiran Kalangan Ilmuwan
Di balik rekor fantastis tersebut, penjualan Gus juga memunculkan perdebatan di kalangan ilmuwan.
Sejumlah paleontolog menilai fosil-fosil langka seharusnya berada di museum atau lembaga penelitian agar tetap dapat diakses publik dan dimanfaatkan untuk kepentingan ilmu pengetahuan.
Society of Vertebrate Paleontology bahkan berharap pemilik baru Gus bersedia meminjamkan atau mendonasikan fosil tersebut kepada museum sehingga penelitian ilmiah tetap dapat dilakukan.
Mereka khawatir semakin tingginya nilai jual fosil dinosaurus akan membuat museum kesulitan bersaing dengan kolektor swasta dalam memperoleh spesimen penting bagi penelitian.
Pasar Fosil Dinosaurus Terus Berkembang
Dalam beberapa tahun terakhir, nilai jual fosil dinosaurus terus mengalami lonjakan.
Sebelum Gus mencetak rekor baru, fosil Stegosaurus “Apex” terjual sekitar US$44,6 juta pada 2024. Sementara itu, fosil T-Rex legendaris “Stan” pernah memecahkan rekor pada 2020 setelah laku sekitar US$31,8 juta, sebelum akhirnya dipamerkan di Museum Sejarah Alam Abu Dhabi.
Meningkatnya minat kolektor terhadap fosil purba dinilai turut mendorong harga spesimen berkualitas tinggi terus melambung. Di sisi lain, tren tersebut memicu diskusi mengenai keseimbangan antara nilai ekonomi, kepemilikan pribadi, dan kepentingan pelestarian ilmu pengetahuan. (nid)













