Kanal24, Malang – Laga sepak bola yang berlangsung hingga dini hari membuat banyak penggemar rela begadang demi mendukung tim favorit. Apalagi saat turnamen besar seperti Piala Dunia, euforia pertandingan sering kali membuat waktu istirahat terabaikan.
Namun, yang perlu diwaspadai bukan hanya kurang tidur. Ketegangan, rasa cemas, hingga luapan emosi saat pertandingan berlangsung ternyata dapat meningkatkan beban kerja jantung. Para ahli mengingatkan, kombinasi begadang dan emosi yang memuncak dapat menjadi pemicu gangguan jantung, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko penyakit kardiovaskular.
Baca Juga:
Mandi Malam Sebabkan Penyakit, Mitos atau Fakta?
Emosi Saat Menonton Bola Bisa Membebani Jantung
Semakin menegangkan jalannya pertandingan, semakin besar pula respons tubuh terhadap emosi yang dirasakan. Di momen-momen krusial, tubuh akan melepaskan hormon adrenalin sebagai mekanisme alami saat menghadapi stres atau ketegangan. Lonjakan hormon ini membuat jantung berdetak lebih cepat, tekanan darah meningkat, dan kerja otot jantung menjadi lebih berat karena membutuhkan pasokan oksigen yang lebih banyak.

Sejumlah penelitian menemukan bahwa peningkatan denyut jantung saat menonton pertandingan sepak bola tidak bisa dianggap sepele. Bahkan, pada sebagian orang, respons tubuh saat menjadi penonton hampir menyerupai aktivitas fisik dengan intensitas sedang. Kondisi ini semakin terasa ketika pertandingan berlangsung ketat atau memasuki babak penentuan, sehingga emosi penonton ikut memuncak.
Bagi orang yang sehat, perubahan tersebut biasanya akan kembali normal setelah pertandingan usai. Namun, pada individu dengan penyakit jantung koroner, hipertensi, diabetes, atau kolesterol tinggi, lonjakan kerja jantung dapat meningkatkan risiko munculnya keluhan seperti nyeri dada, jantung berdebar, hingga gangguan irama jantung.
Begadang dan Pola Hidup Ikut Berpengaruh
Selain faktor emosional, kebiasaan yang menyertai aktivitas menonton pertandingan juga berperan terhadap kondisi kesehatan. Banyak penggemar sepak bola rela begadang demi menyaksikan pertandingan yang berlangsung pada dini hari, terutama saat turnamen digelar di negara dengan perbedaan zona waktu yang cukup jauh.
Kurang tidur secara berulang diketahui dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, gangguan metabolisme, penurunan daya tahan tubuh, hingga penyakit jantung. Kondisi tersebut kerap diperparah dengan kebiasaan mengonsumsi kopi secara berlebihan, minuman berenergi, makanan cepat saji, camilan tinggi garam, maupun gorengan selama pertandingan berlangsung.
Tidak sedikit pula penonton yang menghabiskan waktu berjam-jam dalam posisi duduk tanpa melakukan aktivitas fisik. Jika dilakukan terus-menerus, pola hidup seperti ini dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan, terutama bagi mereka yang sebelumnya sudah memiliki faktor risiko penyakit kardiovaskular.
Tetap Aman Menikmati Pertandingan
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu menghindari aktivitas menonton sepak bola. Yang terpenting adalah menjaga kondisi tubuh agar tetap prima selama menikmati pertandingan.
Beberapa langkah sederhana dapat dilakukan, seperti mencukupi waktu istirahat, mengonsumsi makanan bergizi, membatasi makanan tinggi lemak dan garam, memperbanyak minum air putih, serta menghindari konsumsi alkohol atau rokok saat menonton. Bagi penderita penyakit jantung, kepatuhan mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter juga menjadi hal yang sangat penting.
Apabila selama pertandingan muncul gejala seperti nyeri dada, sesak napas, pusing, atau jantung berdebar secara tidak normal, penanganan medis sebaiknya segera dilakukan. Pemeriksaan kesehatan secara rutin juga dapat membantu mendeteksi faktor risiko sejak dini sehingga peluang terjadinya komplikasi dapat diminimalkan.
Sepak bola tetap menjadi olahraga yang mampu menyatukan jutaan orang melalui semangat kompetisi dan kebersamaan. Namun, menikmati pertandingan dengan bijak serta tetap memperhatikan kesehatan menjadi langkah penting agar momen mendukung tim favorit tidak berubah menjadi ancaman bagi kondisi tubuh. (gal)














