Kanal24, Malang – Masih sering menahan buang air kecil karena sibuk bekerja, kuliah, atau malas mencari toilet? Kebiasaan yang tampak sepele ini ternyata tidak boleh dianggap remeh. Jika dilakukan berulang kali, menahan kencing dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK), mengganggu fungsi kandung kemih, bahkan memicu gangguan pada ginjal.
Dokter Spesialis Urologi RS Premier Surabaya, dr. Satrya Husada, Sp.U, menjelaskan bahwa kandung kemih yang sudah penuh sebaiknya segera dikosongkan. Saat buang air kecil ditunda, bakteri yang seharusnya ikut keluar bersama urine memiliki kesempatan berkembang biak di saluran kemih. Kondisi tersebut dapat memicu infeksi dan, bila tidak segera ditangani, berisiko menyebar hingga ke ginjal atau menyebabkan pielonefritis.
Baca juga:
Mandi Malam Sebabkan Penyakit, Mitos atau Fakta?
Infeksi Saluran Kemih Berawal dari Kebiasaan yang Diabaikan
Infeksi saluran kemih (ISK) terjadi ketika bakteri masuk dan berkembang di saluran kemih. Selain kebiasaan menahan kencing, kondisi ini juga dapat dipicu oleh kurang minum air putih dan kebersihan area genital yang kurang terjaga. Tak hanya itu, terlalu lama menunda buang air kecil juga dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi.
Sementara itu, gejala ISK meliputi rasa nyeri atau panas saat buang air kecil, anyang-anyangan, serta urine yang keruh atau berbau menyengat. Jika infeksi sudah menjalar ke ginjal, penderitanya dapat mengalami demam. Menurut Kementerian Kesehatan RI, ISK merupakan salah satu infeksi yang cukup sering terjadi. Oleh karena itu, kondisi ini perlu segera ditangani agar tidak menimbulkan komplikasi.
Kandung Kemih dan Ginjal Bisa Ikut Terdampak
Kebiasaan menahan kencing membuat kandung kemih terus menampung urine melebihi kapasitas normal. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat mengganggu fungsi kandung kemih dan meningkatkan risiko gangguan pada saluran kemih.
Meski sesekali menahan buang air kecil umumnya tidak langsung menimbulkan masalah serius, dokter mengingatkan agar kebiasaan ini tidak dilakukan terus-menerus karena dapat memperbesar risiko infeksi dan komplikasi kesehatan.
Cara Sederhana untuk Mencegahnya
Jangan biasakan menunda buang air kecil ketika tubuh sudah memberi sinyal. Selain itu, pastikan kebutuhan cairan harian terpenuhi agar produksi urine tetap lancar dan membantu membersihkan bakteri dari saluran kemih.
Sementara itu, menjaga kebersihan area genital dan tidak menahan kencing terlalu lama juga penting untuk menurunkan risiko infeksi saluran kemih. Jika muncul keluhan seperti nyeri saat berkemih, urine berdarah, atau demam, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter agar kondisi tidak berkembang menjadi lebih serius.
Dengarkan Sinyal Tubuh Sebelum Terlambat
Menahan buang air kecil mungkin hanya membutuhkan beberapa menit, tetapi jika menjadi kebiasaan, dampaknya bisa berlangsung jauh lebih lama. Mengenali sinyal tubuh dan segera ke toilet saat ingin buang air kecil menjadi langkah sederhana yang dapat membantu menjaga kesehatan saluran kemih sekaligus melindungi fungsi ginjal dalam jangka panjang. (ern)














