Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Doktor FH UB Tawarkan Model Integratif untuk Tangani Kejahatan Kehutanan

Einid Shandy by Einid Shandy
July 21, 2026
in Hukum, Pendidikan
0
Doktor FH UB Tawarkan Model Integratif untuk Tangani Kejahatan Kehutanan

Dr. Fauzy Marasabessy, S.H., M.H., Promovendus (Yordan/Kanal24)

16
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Penegakan hukum terhadap kejahatan kehutanan selama ini dinilai belum sepenuhnya mampu menjawab persoalan kerusakan lingkungan. Hukuman pidana memang dapat memberikan efek jera, tetapi belum tentu memulihkan kawasan hutan yang telah rusak. Berangkat dari persoalan tersebut, Dr. Fauzy Marasabessy, S.H., M.H., menawarkan model integratif yang menggabungkan pendekatan restoratif dan retributif sebagai solusi baru dalam penyelesaian tindak pidana kehutanan.

Gagasan tersebut dipaparkan dalam Ujian Terbuka Disertasi Program Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB), Jumat (17/7/2026). Melalui penelitiannya, Fauzy mengusulkan agar penegakan hukum tidak hanya berorientasi pada penghukuman pelaku, tetapi juga memastikan pemulihan kawasan hutan yang terdampak.

Baca Juga:
Mahasiswa KKN UB Edukasi Petani Argosuko Olah Limbah untuk Pertanian Berkelanjutan 

Doktor FH UB Tawarkan Model Integratif untuk Tangani Kejahatan Kehutanan (Yordan/Kanal24)

Model Integratif Jadi Paradigma Baru Penegakan Hukum Kehutanan

Promotor disertasi, Dr. Bambang Sugiri, S.H., M.S., menilai penelitian tersebut menghadirkan kebaruan dalam pengembangan hukum pidana, khususnya di sektor kehutanan. Menurutnya, paradigma penegakan hukum saat ini mulai bergeser dari pendekatan yang semata-mata menghukum pelaku menuju pendekatan yang juga mempertimbangkan pemulihan kerugian serta kepentingan masyarakat.

“Di bidang kehutanan, pendekatan ini menjadi sangat penting karena merupakan pergeseran dari yang sifatnya retributif menjadi restoratif,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengalaman Fauzy sebagai akademisi sekaligus praktisi membuat disertasi tersebut lahir dari persoalan nyata di lapangan sehingga memiliki nilai akademik sekaligus manfaat praktis bagi pengembangan kebijakan.

Gabungkan Pendekatan Retributif dan Restoratif

Dalam disertasinya, Fauzy menjelaskan penelitian tersebut berangkat dari adanya perbedaan penerapan hukum setelah terbitnya Undang-Undang Cipta Kerja dan Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan. Perubahan regulasi tersebut dinilai memunculkan tantangan baru dalam penyelesaian tindak pidana kehutanan.

Untuk menjawab persoalan itu, ia menawarkan model integratif yang menggabungkan pendekatan restoratif dan retributif secara bersamaan.

“Saya menawarkan pendekatan restoratif dengan pendekatan retributif sekaligus melalui model integratif,” jelas Fauzy.

Menurutnya, pendekatan tersebut tidak hanya memberikan efek jera kepada pelaku, tetapi juga mewajibkan adanya pemulihan terhadap kawasan hutan yang mengalami kerusakan. Dengan demikian, manfaat penegakan hukum dapat dirasakan masyarakat sekitar kawasan hutan, termasuk masyarakat adat yang bergantung pada kelestarian hutan.

Foto bersama dengan Dr. Fauzy Marasabessy, S.H., M.H., Promovendus (Yordan/Kanal24)

Siap Diterapkan untuk Mendukung Pemulihan Hutan

Fauzy mengungkapkan proses penyusunan disertasinya sempat menghadapi tantangan karena perubahan regulasi yang membuat topik penelitian harus disesuaikan. Bahkan, ia mengaku dua kali mengganti judul penelitian agar tetap memiliki unsur kebaruan secara akademik.

Setelah resmi menyandang gelar doktor, ia berkomitmen mengimplementasikan hasil penelitiannya melalui berbagai forum bersama pemangku kepentingan. Ia berharap model integratif tersebut dapat menjadi alternatif dalam penyelesaian perkara kehutanan di Indonesia.

Menurutnya, keberhasilan penegakan hukum tidak hanya diukur dari beratnya hukuman yang dijatuhkan kepada pelaku, tetapi juga dari sejauh mana kawasan hutan yang rusak dapat dipulihkan demi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. (ndr)

Post Views: 126
Tags: bambang sugiridisertasi doktorFakultas Hukum UBfauzy marasabessyindriKANAL24kanal24.co.idkejahatan kehutananMalangmodel integratifrestorative justiceUBuniversitas brawijaya
Previous Post

Generasi Muda Enggan Bertani, UB Dorong Ketahanan Pangan Desa Ngebruk

Next Post

John Herdman Pantau Liga Demi Bentuk Skuad Timnas Indonesia

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
John Herdman Pantau Liga Demi Bentuk Skuad Timnas Indonesia

John Herdman Pantau Liga Demi Bentuk Skuad Timnas Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Direktur UB Medcom: AI Tak Akan Gantikan Kreativitas Penulis

Direktur UB Medcom: AI Tak Akan Gantikan Kreativitas Penulis

July 21, 2026
BTS Ramaikan Halftime Show Piala Dunia 2026

BTS Ramaikan Halftime Show Piala Dunia 2026

July 21, 2026
FTAB UB Ajak Warga Ketawanggede Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

FTAB UB Ajak Warga Ketawanggede Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

July 21, 2026
Peneliti UB Temukan Cara Ubah Serbuk Sari Sawit Jadi Pakan Fungsional Lebah

Peneliti UB Temukan Cara Ubah Serbuk Sari Sawit Jadi Pakan Fungsional Lebah

July 21, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025