Kanal24, Malang – Di tengah keputusannya mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang justru meninggalkan teka-teki baru. Ia mengisyaratkan telah mengetahui sosok yang akan menggantikannya, bahkan menyebut figur tersebut sebagai “adik saya”. Pernyataan itu langsung menyita perhatian publik karena disampaikan di saat pemerintah masih belum mengumumkan secara resmi siapa yang akan memimpin BGN selanjutnya.
Pergantian kepemimpinan di tubuh BGN menjadi sorotan mengingat lembaga tersebut memegang peran penting dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Di tengah proses transisi ini, publik menaruh harapan agar roda organisasi tetap berjalan tanpa mengganggu pelaksanaan program yang menyasar jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Baca juga:
Mahasiswa KKN UB Ajak Warga Manfaatkan Limbah Jadi Pupuk Organik
Mundur karena Alasan Kesehatan
Nanik menjelaskan bahwa pengunduran dirinya murni didasari kondisi kesehatan. Ia mengaku harus menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri sehingga memilih melepas jabatan agar proses penanganan medis dapat dijalani secara maksimal.
Keputusan tersebut sebelumnya telah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Menurut Nanik, Presiden memahami kondisinya dan memberikan persetujuan atas pengunduran diri tersebut.

Meski tak lagi menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik mengungkapkan dirinya masih diminta tetap berkontribusi dalam pengawasan program. Presiden disebut tengah mempertimbangkan pembentukan Dewan Pengawas BGN, dan dirinya berpeluang dipercaya mengemban peran tersebut.
“Adik Saya” Jadi Petunjuk Pengganti
Di balik kabar pengunduran dirinya, Nanik juga memberikan isyarat mengenai sosok yang akan melanjutkan kepemimpinan BGN.
“Insyaallah pengganti saya adalah adik saya, sehingga kalau nanti ada yang menyimpang saya masih bisa menjewer,” ujar Nanik.
Pernyataan itu memunculkan berbagai spekulasi mengenai siapa figur yang dimaksud. Namun, Nanik tidak mengungkap identitas maupun latar belakang calon penggantinya.
Hingga berita ini ditulis, pemerintah juga belum mengumumkan secara resmi nama Kepala BGN yang baru. Sejumlah nama memang mulai bermunculan dalam berbagai pemberitaan, tetapi belum ada satu pun yang telah dikonfirmasi oleh pemerintah.
Keberlanjutan Program Jadi Prioritas
Pergantian pimpinan BGN dinilai menjadi momentum penting bagi keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis. Sebagai lembaga yang bertanggung jawab mengoordinasikan pelaksanaan program tersebut, BGN dituntut menjaga tata kelola, distribusi, hingga pengawasan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara merata.
Selama memimpin BGN, Nanik menyebut telah melakukan berbagai pembenahan, mulai dari evaluasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), penyempurnaan standar operasional pelaksanaan program, hingga penguatan sistem pengawasan dan tata kelola anggaran.
Fondasi tersebut diharapkan dapat dilanjutkan oleh pimpinan berikutnya sehingga pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan sesuai target pemerintah dan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Kini, perhatian publik tertuju pada keputusan Presiden terkait sosok yang akan memimpin Badan Gizi Nasional. Selain melanjutkan berbagai pembenahan yang telah dilakukan, pemimpin baru juga diharapkan mampu menjaga kepercayaan publik terhadap salah satu program strategis nasional tersebut.(ffn)














