Kanal24, Malang – Limbah sayuran dan kotoran ternak yang selama ini dianggap sebagai sisa buangan ternyata dapat diolah menjadi pupuk organik cair (POC) yang bermanfaat bagi pertanian. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) mengajak masyarakat Desa Tawang, Kabupaten Kediri, memanfaatkan limbah organik menjadi produk bernilai guna sekaligus ramah lingkungan.
Kegiatan bertajuk Sosialisasi dan Demonstrasi Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) tersebut digelar di Balai Desa Tawang, Kamis (10/7/2026). Program ini menjadi salah satu upaya pemberdayaan masyarakat untuk mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan melalui pemanfaatan sumber daya lokal.
Baca Juga:
Sekali Klik Bisa Jadi Pintu Masuk Radikalisme, Ini Peringatan Polisi
Limbah Organik Jadi Bernilai
Desa Tawang memiliki potensi limbah organik yang cukup besar. Limbah tersebut berasal dari rumah tangga, pasar, serta peternakan ayam, kambing, sapi potong, dan sapi perah. Namun, selama ini limbah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal sehingga berpotensi mencemari lingkungan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN mengenalkan pupuk organik cair sebagai alternatif pupuk yang ramah lingkungan dan ekonomis. Selain itu, peserta juga mendapat pemahaman tentang manfaat POC untuk meningkatkan kesuburan tanah. POC juga membantu memperbaiki aktivitas mikroorganisme serta mendukung pertumbuhan tanaman.
Warga Praktik Membuat POC
Sekitar 10 peserta yang terdiri atas kelompok tani, perangkat desa, dan masyarakat mengikuti kegiatan tersebut. Setelah sesi materi, peserta diajak mempraktikkan langsung pembuatan pupuk organik cair menggunakan limbah sayuran, kotoran ternak, EM4, dan molase melalui proses fermentasi.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan limbah organik menjadi pupuk yang bermanfaat sekaligus memiliki nilai ekonomi,” ujar perwakilan mahasiswa KKN Universitas Brawijaya.
Peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari pengenalan alat dan bahan, pencampuran bahan baku, hingga proses fermentasi. Berbagai pertanyaan juga disampaikan terkait komposisi bahan, lama fermentasi, dan ciri-ciri pupuk yang siap digunakan.
Dorong Pertanian Berkelanjutan
Selain mengurangi volume limbah organik, pemanfaatan pupuk organik cair diharapkan mampu menekan biaya produksi pertanian dan mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia. Dengan demikian, masyarakat dapat memanfaatkan limbah yang tersedia di sekitar mereka menjadi produk yang lebih bernilai.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN, pemerintah desa, kelompok tani, dan masyarakat, program ini diharapkan menjadi langkah awal membangun sistem pertanian yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Ke depan, pengelolaan limbah organik diharapkan tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga meningkatkan produktivitas pertanian di Desa Tawang. (ndr)














