Kanal24, Malang – Meningkatnya penggunaan gawai pada anak usia sekolah dasar menjadi tantangan baru bagi keluarga dan dunia pendidikan. Tanpa pendampingan yang tepat, paparan teknologi berlebihan berisiko memengaruhi perkembangan kognitif, sosial, emosional, hingga aktivitas fisik anak. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) melalui Program Bakti Desa Kelompok 35 Arcapada menghadirkan Program CERDAS (Cerdas Era Digital Anak Sehat) di SDN Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, pada 14 dan 18 Juli 2026. Program ini menjadi upaya membangun literasi digital yang sehat sejak dini melalui kolaborasi antara anak, orang tua, dan sekolah.
Program CERDAS menghadirkan dua pendekatan yang saling melengkapi, yaitu permainan edukatif berbasis board game untuk siswa sekolah dasar dan sosialisasi penggunaan Google Family Link bagi orang tua. Pendekatan tersebut tidak hanya mendorong anak memanfaatkan teknologi secara lebih bijak, tetapi juga memperkuat peran keluarga sebagai pendamping utama dalam membangun kebiasaan digital yang sehat.
Baca Juga:
FK UB Lantik 38 Dokter Spesialis, Siap Perkuat Layanan Kesehatan di Daerah

Board Game Dorong Anak Belajar Tanpa Bergantung pada Gawai
Rangkaian pertama dilaksanakan pada Selasa (14/7/2026) dan diikuti siswa kelas 2A, 2B, serta 2C SDN Ngroto. Board game yang dikembangkan mahasiswa dirancang berdasarkan teori perkembangan anak usia sekolah dasar untuk melatih daya ingat, kemampuan berpikir logis dan pemecahan masalah, komunikasi, keterampilan motorik, serta kemampuan bekerja sama.
Selama permainan berlangsung, siswa terlihat aktif berdiskusi, menyelesaikan tantangan, dan berinteraksi dengan teman sekelas. Aktivitas tersebut membuat proses belajar lebih menyenangkan sekaligus menjadi alternatif bagi anak untuk mengurangi ketergantungan pada gawai.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim mahasiswa menyerahkan board game kepada SDN Ngroto agar dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Guru juga memperoleh pendampingan mengenai cara mengintegrasikan permainan tersebut ke dalam proses belajar mengajar.
“Harapannya, board game ini dapat menjadi media pembelajaran yang membuat kegiatan belajar di kelas lebih menarik sekaligus membantu siswa mengembangkan kemampuan mereka melalui aktivitas bermain,” ujar Wakil Kesiswaan SDN Ngroto, Bu Fiqi.
Google Family Link Perkuat Pendampingan Orang Tua
Pada Sabtu (18/7/2026), mahasiswa melanjutkan program dengan memberikan sosialisasi kepada orang tua siswa kelas 4 SDN Ngroto. Materi yang disampaikan mencakup dampak penggunaan gawai yang tidak terkontrol, pentingnya pendampingan orang tua, hingga pemanfaatan Google Family Link sebagai fitur parental control.
Peserta juga memperoleh panduan penggunaan aplikasi sehingga dapat langsung menerapkannya di rumah. Melalui fitur tersebut, orang tua dapat mengatur durasi penggunaan perangkat, mengelola aplikasi, memantau aktivitas digital, serta menjaga keamanan akun anak.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami jadi mengetahui bahwa ada cara yang lebih efektif untuk mendampingi anak menggunakan gawai. Tutorial yang diberikan juga memudahkan kami untuk langsung mencoba Google Family Link di rumah,” ujar salah satu wali murid SDN Ngroto.

Kolaborasi Jadi Kunci Literasi Digital Sehat
Program CERDAS menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa FISIP UB dalam menjawab tantangan literasi digital pada anak usia sekolah dasar. Pendekatan yang melibatkan siswa, guru, dan orang tua menunjukkan bahwa pembentukan kebiasaan digital yang sehat tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh ekosistem pendidikan.
Melalui sinergi tersebut, diharapkan tercipta lingkungan yang mendukung anak memanfaatkan teknologi secara sehat, aman, dan bertanggung jawab sehingga tumbuh kembang mereka tetap optimal di tengah pesatnya transformasi digital.














