Kanal24, Malang – Bertransaksi secara digital kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Membayar belanja cukup memindai QRIS, mentransfer uang dapat dilakukan melalui ponsel, sementara berbagai layanan keuangan digital menawarkan kemudahan dalam bertransaksi. Namun, di balik kemudahan tersebut muncul tantangan baru, mulai dari rendahnya pemahaman mengenai keamanan transaksi, penyalahgunaan data pribadi, hingga penggunaan fasilitas kredit digital yang kurang bijak. Kondisi ini menunjukkan bahwa kemampuan menggunakan teknologi saja tidak cukup tanpa diiringi literasi keuangan digital yang memadai.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya menghadirkan Program PINTAR (Peningkatan Literasi Keuangan Digital bagi Masyarakat Desa) bagi ibu-ibu arisan Dusun Pakutukan, Desa Mulyoarjo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan dan transaksi digital secara bijak.
Literasi Digital Tak Hanya Soal Bisa Bertransaksi
Kemampuan menggunakan layanan keuangan digital tidak selalu diikuti dengan pemahaman mengenai risikonya. Literasi keuangan digital tidak hanya mencakup kemampuan menggunakan aplikasi pembayaran atau dompet elektronik, tetapi juga memahami cara melindungi data pribadi, mengenali berbagai modus penipuan digital, mengelola penggunaan fasilitas kredit seperti paylater, serta mengambil keputusan keuangan yang sesuai dengan kemampuan finansial. Dengan pemahaman tersebut, masyarakat dapat memanfaatkan teknologi secara lebih aman sekaligus meminimalkan risiko kerugian akibat penyalahgunaan layanan keuangan digital.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu (12/07/2026) tersebut diikuti oleh 30 ibu-ibu anggota arisan Dusun Pakutukan. Kelompok ini dipilih karena memiliki peran penting dalam mengatur keuangan rumah tangga sekaligus menjadi pengambil keputusan dalam pengelolaan pengeluaran keluarga. Selama kegiatan, peserta memperoleh materi mengenai pengenalan layanan keuangan digital, manfaat dan risikonya, hingga langkah-langkah sederhana untuk bertransaksi secara aman dalam kehidupan sehari-hari.
Program PINTAR mendapat pendampingan langsung dari Dosen Pembimbing Lapang (DPL), Dr. Wiwit Widyawati, S.P., M.P., yang turut memberikan materi, sharing, serta motivasi kepada peserta. Ia menekankan bahwa literasi keuangan digital bukan hanya tentang kemampuan menggunakan aplikasi pembayaran, tetapi juga memahami risiko serta menjaga keamanan data pribadi dalam setiap transaksi digital.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan perkembangan sistem pembayaran digital di Indonesia, manfaat penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran yang praktis, cepat, dan aman, sekaligus mengingatkan peserta agar lebih bijak memanfaatkan fitur paylater. Menurutnya, paylater merupakan bentuk utang digital yang sebaiknya hanya digunakan untuk kebutuhan mendesak dan tetap disesuaikan dengan kemampuan finansial agar tidak menimbulkan beban di kemudian hari.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, mahasiswa KKN juga membagikan brosur edukatif yang berisi ringkasan materi mengenai layanan keuangan digital, tips menjaga keamanan transaksi, serta cara mengenali berbagai modus penipuan digital. Brosur tersebut menjadi media sharing yang dapat dibawa pulang sehingga materi yang diterima selama sosialisasi dapat dipelajari kembali setelah kegiatan berakhir.
Mendorong Masyarakat Lebih Bijak Mengelola Keuangan Digital
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Sosialisasi diselingi dengan sesi diskusi dan kuis berhadiah yang mendorong partisipasi aktif peserta. Ibu-ibu arisan Dusun Pakutukan tampak antusias menjawab pertanyaan serta berdiskusi mengenai berbagai permasalahan yang sering dijumpai saat menggunakan layanan keuangan digital dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai bentuk apresiasi, panitia juga membagikan bingkisan kepada seluruh peserta yang hadir sehingga menambah semangat peserta mengikuti kegiatan hingga selesai.
Lebih dari sekadar kegiatan sosialisasi, Program PINTAR diharapkan menjadi bekal bagi masyarakat untuk menghadapi tantangan transaksi digital yang terus berkembang. Dengan meningkatnya pemahaman mengenai manfaat, risiko, serta keamanan layanan keuangan digital, peserta diharapkan mampu mengambil keputusan keuangan yang lebih bijak dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sejalan dengan tujuan program untuk memperkuat literasi keuangan digital sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat desa.
Program PINTAR turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan literasi masyarakat serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan mendorong pemanfaatan layanan keuangan digital yang aman dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Brawijaya berharap ibu-ibu arisan Dusun Pakutukan dapat menjadi agen literasi keuangan digital di lingkungan sekitarnya. Dengan bekal pengetahuan yang telah diperoleh, mereka diharapkan mampu mengenali berbagai modus kejahatan digital, menggunakan layanan keuangan secara lebih bijak, serta mengelola keuangan keluarga dengan lebih aman dan terencana. Program PINTAR menjadi salah satu wujud nyata pengabdian mahasiswa Universitas Brawijaya dalam memberdayakan masyarakat melalui edukasi yang relevan dengan kebutuhan desa di era transformasi digital.














