Kanal24, Malang – Upaya memperkuat digitalisasi dalam penyelenggaraan RAJA Brawijaya 2026 diwujudkan melalui peluncuran Integrated System Managerial (ISM), sebuah sistem terintegrasi yang dirancang untuk memudahkan koordinasi, monitoring, hingga pengelolaan lebih dari 900 panitia dalam satu platform. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas kerja selama proses persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
ISM diperkenalkan oleh Wakil Koordinator Publikasi dan IT (PIT) RAJA Brawijaya 2026, Muhammad Syauqi Imaduddin, dalam kegiatan Upgrading Panitia di Gedung Samantha Krida, Universitas Brawijaya, Minggu (19/7/2026).
Baca Juga:
UB Berikan Laptop dan Beasiswa ke Calon Mahasiswa Asal Bandung
Satu Platform untuk Seluruh Kebutuhan Kepanitiaan
Menurut Syauqi, RAJA Brawijaya merupakan rangkaian kegiatan berskala besar yang melibatkan lebih dari 900 panitia dengan berbagai program kerja dan agenda. Kondisi tersebut menjadi alasan utama dikembangkannya ISM sebagai sistem yang mampu menyatukan seluruh proses pengelolaan kepanitiaan dalam satu platform.

“RAJA Brawijaya merupakan rangkaian dengan skala yang sangat besar, mulai dari jumlah panitia sebanyak 900+, rencana dan program yang terus berjalan dan bermacam-macam agenda yang dihadirkan untuk menyukseskan kegiatan ini. Jadi tujuan utama dibuatnya ISM adalah menyatukan semua hal yang disebutkan tadi agar bisa dipantau, dimonitor, dan diakses dalam satu sistem yang terintegrasi,” ujar Syauqi.

ISM menghadirkan tujuh fitur utama yang mendukung kebutuhan internal kepanitiaan, yakni Autentikasi dan Integrasi Single Sign-On (IAM UB), Modul Kepanitiaan, Modul Monitoring, Modul Operasional Khusus, Modul Job Management, OKR & KPI, serta Modul Keamanan dan Log. Seluruh fitur tersebut dapat diakses melalui satu platform sehingga informasi dapat diperoleh secara lebih cepat dan terpusat.
Syauqi mengatakan sistem tersebut dirancang agar seluruh panitia dapat memanfaatkan setiap fitur sesuai kebutuhan masing-masing divisi.
“Saya dan Tim PIT juga merancang ISM dengan tujuh fitur yang dapat diakses oleh seluruh panitia RAJA Brawijaya 2026 dan dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan dan memperlancar kegiatan yang sudah dijadwalkan,” katanya.
Dilengkapi Dashboard Monitoring hingga Evaluasi Kinerja
ISM menggunakan sistem autentikasi Single Sign-On (SSO) melalui akun IAM UB sehingga hanya panitia resmi yang dapat mengakses website. Di dalamnya juga tersedia modul kepanitiaan yang memuat data admin, data panitia, serta profil setiap anggota yang dilengkapi QR Code sebagai identitas digital.
Untuk mendukung koordinasi antardivisi, sistem menyediakan dashboard monitoring yang menampilkan timeline kegiatan. Panitia inti dapat menambahkan jadwal, memantau pelaksanaan program kerja, hingga menyinkronkan agenda dengan Google Calendar agar seluruh informasi kegiatan selalu diperbarui.
Selain itu, website mendukung operasional kepanitiaan melalui fitur presensi dan distribusi konsumsi berbasis QR Code. Sementara itu, Modul Job Management memungkinkan koordinator dan wakil koordinator memantau progres setiap jobdesk, sedangkan fitur OKR dan KPI digunakan untuk mengevaluasi capaian target kerja masing-masing divisi.
Diharapkan Berlanjut pada Periode Berikutnya
Seluruh aktivitas pengguna dalam ISM juga terekam melalui modul keamanan dan log yang hanya dapat diakses oleh Super Admin dan panitia inti. Fitur tersebut dirancang untuk menjaga keamanan data sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas selama penyelenggaraan RAJA Brawijaya 2026.
Syauqi berharap ISM tidak hanya mendukung kelancaran penyelenggaraan RAJA Brawijaya tahun ini, tetapi juga dapat menjadi fondasi pengembangan sistem manajemen kepanitiaan pada periode-periode berikutnya.
“Saya berharap sistem ini bisa benar-benar berguna bagi seluruh stakeholder RAJA Brawijaya 2026, dari Ketua dan Wakil Ketua Pelaksana, Koordinator, sampai Staf dalam monitoring sumber daya, progress kerja, dan pengambilan keputusan mereka masing-masing. Dan harapannya, ISM ini juga bisa berlanjut karena dari awal merancang sistem ini sudah menerapkan best practice yang tersedia,” tuturnya.
Ke depan, ISM diharapkan terus dikembangkan sebagai inovasi digital yang mampu mendukung pengelolaan kepanitiaan secara lebih efektif, terstruktur, dan berkelanjutan. Dengan penerapan praktik terbaik sejak tahap perancangan, sistem ini diharapkan dapat menjadi fondasi transformasi digital dalam penyelenggaraan RAJA Brawijaya pada tahun-tahun mendatang. (ndr)














