Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Gula Berlebih Diam-Diam Rusak Kesehatan Usus

Einid Shandy by Einid Shandy
August 2, 2026
in Gaya Hidup
0
Gula Berlebih Diam-Diam Rusak Kesehatan Usus

Ilustrasi Makanan Manis. (Hallo Dok)

1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Segelas minuman manis, sepotong kue, atau secangkir kopi kekinian mungkin sudah menjadi bagian dari keseharian banyak orang. Di balik rasanya yang nikmat, para ahli mengingatkan adanya ancaman yang kerap luput dari perhatian. Konsumsi gula tambahan secara berlebihan dapat mengganggu kesehatan usus dengan mengubah keseimbangan mikrobioma, yakni kumpulan bakteri, virus, jamur, dan mikroorganisme lain yang hidup di saluran pencernaan.

Dampaknya pun tidak hanya berkaitan dengan obesitas atau diabetes. Ketika keseimbangan bakteri baik di dalam usus terganggu, fungsi pencernaan, sistem kekebalan tubuh, hingga metabolisme ikut terpengaruh. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko peradangan serta berbagai penyakit kronis apabila konsumsi gula tambahan tidak dikendalikan.

Baca Juga:
Hepatitis Dijuluki Silent Disease, Ini Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

Saat Gula Mengganggu Bakteri Baik

Mikrobioma usus memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Selain membantu proses pencernaan, mikroorganisme di dalam usus juga berfungsi menghasilkan vitamin tertentu, memperkuat lapisan pelindung usus, serta mendukung sistem imun agar bekerja secara optimal.

Ilustrasi Orang Makan Makanan Manis. (KlikDokter)

Ahli gizi Kara Hochreiter menjelaskan bahwa konsumsi gula tambahan secara terus-menerus dapat mengganggu keseimbangan mikrobioma usus. Akibatnya, bakteri yang kurang menguntungkan berkembang lebih cepat, sementara jumlah bakteri baik semakin berkurang. Kondisi tersebut dikenal sebagai disbiosis, yakni ketidakseimbangan mikrobioma yang dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Gula tambahan berbeda dengan gula alami yang terdapat pada buah, sayuran, maupun susu. Jenis gula ini ditambahkan selama proses pengolahan makanan dan minuman, seperti gula pasir, sirup jagung, sirup beras, madu, atau pemanis lainnya untuk meningkatkan cita rasa.

Tanpa disadari, gula tambahan banyak ditemukan pada minuman berpemanis, minuman bersoda, kopi dan teh kemasan, biskuit, roti manis, sereal, saus siap saji, hingga berbagai makanan ultraolahan. Produk-produk tersebut umumnya juga rendah serat sehingga tidak mampu mendukung pertumbuhan bakteri baik di dalam usus.

Risiko Meluas ke Berbagai Penyakit

Ahli gizi Jessie Wong menyebut pola makan tinggi gula turut mengubah komposisi mikrobioma usus. Bakteri yang memanfaatkan gula sebagai sumber energi berkembang lebih cepat, sedangkan bakteri penghasil asam lemak rantai pendek, seperti butirat, justru mengalami penurunan.

Padahal, butirat berperan penting dalam menjaga kesehatan dinding usus, mengurangi peradangan, dan mendukung sistem kekebalan tubuh. Penurunan produksi senyawa tersebut membuat lapisan pelindung usus menjadi lebih rentan sehingga risiko gangguan kesehatan ikut meningkat.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa gangguan mikrobioma usus berkaitan dengan meningkatnya risiko obesitas, diabetes melitus tipe 2, hipertensi, penyakit jantung, hingga gangguan metabolisme. Kondisi tersebut semakin memperkuat bahwa kesehatan usus memiliki hubungan erat dengan kesehatan organ tubuh lainnya.

Risiko akan semakin besar apabila pola makan sehari-hari didominasi makanan tinggi gula tetapi rendah serat. Kurangnya asupan serat membuat bakteri baik kehilangan sumber nutrisi utamanya sehingga keseimbangan mikrobioma semakin sulit dipertahankan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan konsumsi gula tambahan tidak melebihi 10 persen dari total kebutuhan energi harian. Bahkan, pembatasan hingga sekitar 25 gram atau enam sendok teh per hari dinilai memberikan manfaat kesehatan yang lebih besar. Sementara itu, Kementerian Kesehatan RI juga menganjurkan konsumsi gula maksimal 50 gram atau sekitar empat sendok makan setiap hari sebagai bagian dari penerapan pola hidup sehat.

Mulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Para ahli menilai menjaga kesehatan usus tidak selalu memerlukan cara yang rumit. Langkah paling sederhana adalah mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula tambahan, kemudian memperbanyak makanan alami yang kaya serat.

Buah-buahan segar dapat menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan rasa manis karena mengandung gula alami, serat, vitamin, dan antioksidan. Selain itu, konsumsi sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, serta makanan fermentasi juga membantu memberi nutrisi bagi bakteri baik sehingga keseimbangan mikrobioma tetap terjaga.

Kebiasaan membaca informasi nilai gizi pada kemasan sebelum membeli makanan atau minuman juga penting dilakukan. Dengan cara tersebut, masyarakat dapat mengetahui kandungan gula dalam suatu produk dan lebih bijak dalam mengatur asupan gula harian.

Di tengah meningkatnya konsumsi makanan dan minuman manis, menjaga kesehatan usus dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Membatasi gula tambahan, memperbanyak konsumsi makanan berserat, serta memilih makanan segar dinilai menjadi langkah efektif untuk menjaga keseimbangan mikrobioma sekaligus menurunkan risiko berbagai penyakit kronis di masa mendatang. (gal)

Post Views: 28
Tags: diabetesgalanggula tambahanKANAL24kanal24.co.idkesehatan ususmakanan ultraolahanmikrobioma ususobesitasPola Makan Sehatserat
Previous Post

Obsession, Ketika Obsesi Mengalahkan Cinta 

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Gula Berlebih Diam-Diam Rusak Kesehatan Usus

Gula Berlebih Diam-Diam Rusak Kesehatan Usus

August 2, 2026
Obsession, Ketika Obsesi Mengalahkan Cinta 

Obsession, Ketika Obsesi Mengalahkan Cinta 

August 2, 2026
Begadang Terus? Tubuh yang Menanggung Risikonya

Begadang Terus? Tubuh yang Menanggung Risikonya

August 1, 2026
Mahasiswa UB Edukasi Gizi Seimbang untuk Warga Argosuko

Mahasiswa UB Edukasi Gizi Seimbang untuk Warga Argosuko

August 1, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025