Kanal24, Lamongan – Transformasi digital telah mengubah cara pelaku usaha membangun merek, memasarkan produk, hingga menjangkau konsumen. Berbagai platform digital dan e-commerce membuka peluang pasar yang semakin luas tanpa dibatasi ruang dan waktu. Namun, peluang tersebut belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha di wilayah pedesaan. Keterbatasan literasi digital, kapasitas sumber daya manusia, hingga akses terhadap teknologi masih menjadi tantangan yang menghambat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Berangkat dari kebutuhan tersebut, lima dosen Universitas Brawijaya hadir memberikan literasi keuangan dan digital marketing kepada pelaku UMKM di Desa Bedahan dan Desa Gendong Kulon, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Kegiatan pengabdian ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM melalui pengelolaan usaha, inovasi produk, serta strategi pemasaran digital agar mampu beradaptasi dengan perubahan ekosistem bisnis di era ekonomi digital.
Kegiatan ini dikoordinasikan oleh Dr. Mohammad Nuh dengan Dr. Moh. Said sebagai moderator. Materi disampaikan oleh tiga narasumber sesuai bidang keahliannya, yaitu Dr. Sayidul Iqbal yang membahas manajemen dan inovasi UMKM, Dr. Candra Dewi mengenai strategi digital marketing, serta Dr. Yunardi Mayowan yang memberikan penguatan literasi keuangan bagi pelaku usaha.
Koordinator kegiatan, Dr. Mohammad Nuh, menegaskan bahwa penguatan kapasitas pelaku UMKM desa menjadi semakin penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
“Transformasi digital telah mengubah cara masyarakat berusaha dan memasarkan produk. Karena itu, pelaku UMKM di desa tidak cukup hanya menghasilkan produk yang baik, tetapi juga perlu memiliki kemampuan mengelola usaha, memahami literasi keuangan, serta memanfaatkan digital marketing agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif,” ujarnya.

Literasi Digital Menjadi Kunci Daya Saing UMKM
Perkembangan teknologi informasi telah melahirkan berbagai platform digital yang mengubah pola perdagangan dan pemasaran. Kini, pelaku usaha tidak hanya dituntut menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga mampu membangun identitas merek, memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi, serta menjangkau konsumen yang lebih luas melalui pemasaran berbasis teknologi.
Meski demikian, pelaku UMKM di wilayah pedesaan masih menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari sisi kapasitas sumber daya manusia, infrastruktur, maupun pemanfaatan teknologi digital. Akibatnya, pemasaran produk masih bertumpu pada jejaring konvensional dengan jangkauan yang relatif terbatas. Kondisi tersebut menjadikan penguatan literasi digital dan branding produk sebagai kebutuhan yang semakin mendesak agar UMKM mampu bersaing di tengah ekonomi digital.
Di sisi lain, dukungan berbagai pemangku kepentingan juga diperlukan untuk memperluas akses pasar UMKM. Penyelenggaraan pameran maupun strategic event menjadi salah satu strategi yang dapat membantu pelaku usaha memperkenalkan produknya kepada pasar yang lebih luas. Integrasi antara pemasaran digital dan promosi secara langsung diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM desa secara berkelanjutan.
Tak Hanya Penyuluhan, UMKM Didampingi Praktik Digital Marketing
Melalui program pengabdian strategis ini, tim Universitas Brawijaya tidak hanya mentransfer pengetahuan mengenai literasi keuangan dan digital marketing, tetapi juga memberikan pendampingan praktik agar pelaku UMKM mampu memanfaatkan berbagai platform digital untuk memasarkan produknya. Pendekatan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi pelaku usaha dalam mengembangkan strategi pemasaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Selain penyuluhan, kegiatan juga diisi dengan pameran atau display produk UMKM. Mahasiswa yang melaksanakan program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) di Kecamatan Babat turut memberikan konsultasi serta praktik pembuatan ruang digital bagi pelaku usaha. Festival produk unggulan UMKM tersebut menjadi media untuk memperkenalkan pendekatan baru dalam pemasaran produk di era digital sekaligus memperkuat pemahaman bahwa pengelolaan usaha dan digital marketing merupakan bagian penting dalam meningkatkan daya saing UMKM.
Melalui kegiatan ini, Universitas Brawijaya mendorong pelaku UMKM desa agar tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memiliki kapasitas mengelola usaha secara profesional, memanfaatkan teknologi digital, serta memperluas akses pasar. Penguatan literasi keuangan dan digital marketing diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan daya saing UMKM lokal sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat berbasis potensi desa.
Tim pengabdian juga menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) Universitas Brawijaya atas pendanaan dan dukungannya sehingga Program Pengabdian Strategis MMD di Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, dapat terlaksana dengan baik. (Din)














