Kanal24, – Malang – Larangan penggunaan antibiotik sebagai pemacu pertumbuhan pada pakan unggas mendorong para peneliti mencari alternatif yang lebih aman dan berkelanjutan. Tantangan tersebut dijawab melalui riset doktoral di Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan (FAST) Universitas Brawijaya (UB) yang mengembangkan ekstrak lengkuas fermentasi sebagai imbuhan pakan alami bagi ayam pedaging.
Penelitian yang dipaparkan dalam ujian terbuka disertasi pada Jumat (24/7/2026) itu menunjukkan ekstrak lengkuas fermentasi berpotensi meningkatkan performa produksi sekaligus menjaga kesehatan ayam pedaging. Temuan tersebut membuka peluang pemanfaatan tanaman herbal lokal sebagai imbuhan pakan alami untuk mendukung industri peternakan nasional yang lebih efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Baca Juga:
FK UB Siapkan Double Degree Manchester
Lengkuas Fermentasi Jadi Alternatif Pengganti Antibiotik
Dalam ujian terbuka tersebut, kandidat doktor Eka Pitasari memaparkan hasil penelitiannya mengenai pemanfaatan ekstrak lengkuas fermentasi sebagai imbuhan pakan ayam pedaging. Penelitian tersebut mendapat apresiasi dari promotornya karena dinilai memiliki nilai kebaruan sekaligus potensi penerapan di sektor peternakan.
Promotor disertasi, Prof. Dr. Ir. Osfar Sjofjan, M.Sc., IPU., ASEAN Eng., menilai penelitian tersebut memiliki kualitas ilmiah yang baik dan relevan dengan kebutuhan industri peternakan saat ini.

Menurutnya, penelitian tersebut berhasil mengeksplorasi potensi lengkuas sebagai bahan aditif pakan berbasis sumber daya lokal Indonesia. Kandungan senyawa aktif di dalamnya terbukti mampu memperbaiki performa produksi sekaligus meningkatkan kesehatan ayam pedaging.
Ia menjelaskan, salah satu keunggulan utama penelitian tersebut adalah kemampuannya menghasilkan alternatif feed additive yang berpotensi menggantikan antibiotik.
“Penggunaan antibiotik pada pakan unggas saat ini sudah dilarang, baik oleh pemerintah maupun secara global. Karena itu, penelitian ini menjadi alternatif yang sangat potensial,” ujarnya.
Prof. Osfar juga mendorong agar penelitian tersebut tidak berhenti pada tahap akademik, melainkan terus dikembangkan hingga mencapai tingkat kesiapan teknologi (Technology Readiness Level) yang lebih tinggi sehingga dapat dimanfaatkan secara luas oleh industri peternakan.
Kofermentasi Dua Mikroba Tingkatkan Efektivitas Lengkuas
Kandidat doktor Eka Pitasari menjelaskan penelitian tersebut dilatarbelakangi oleh kebutuhan mencari pengganti antibiotik yang aman dan efektif pada pakan ternak.
Ia memilih lengkuas karena memiliki kandungan senyawa bioaktif yang berpotensi meningkatkan kesehatan ternak. Untuk mengoptimalkan manfaatnya, lengkuas difermentasi menggunakan kombinasi dua mikroba, yakni Lactobacillus plantarum dan Rhizopus oligosporus.
Menurutnya, penggunaan dua mikroba dalam proses kofermentasi menjadi kebaruan penelitian karena sebagian besar penelitian sebelumnya hanya menggunakan satu jenis mikroba.
Hasil penelitian menunjukkan ekstrak lengkuas fermentasi mampu memberikan performa produksi ayam pedaging yang lebih baik dibandingkan ayam pedaging tanpa pemberian ekstrak lengkuas fermentasi. Produk tersebut juga relatif mudah diaplikasikan karena cukup dicampurkan ke dalam pakan, memiliki pengaturan dosis yang sederhana, serta dapat disimpan dalam waktu yang relatif lama.
Meski demikian, ia mengakui pengembangan produksi dalam skala industri masih menjadi tantangan. Selama penelitian, proses ekstraksi masih dilakukan pada skala laboratorium menggunakan rotary evaporator, sehingga diperlukan peralatan berkapasitas lebih besar agar dapat diproduksi secara massal.
Ke depan, penelitian tersebut akan dikembangkan melalui analisis LC-MS untuk mengidentifikasi senyawa aktif secara lebih rinci. Selain itu, ekstrak fermentasi juga akan diuji pada ternak yang mengalami penyakit untuk mengetahui efektivitasnya sebagai antibakteri sehingga manfaatnya dapat semakin luas bagi dunia peternakan.
UNITRI Apresiasi Lahirnya Doktor Baru
Keberhasilan kandidat doktor menyelesaikan studi turut mendapat apresiasi dari Wakil Rektor I Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI), Prof. Dr. Ir. Kgs. Ahmadi, MP.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan Universitas Brawijaya yang telah membimbing salah satu dosen UNITRI hingga berhasil menyelesaikan pendidikan doktor.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya dosen sekaligus memperkuat kapasitas akademik di lingkungan UNITRI.
Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi dosen lain untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang doktor sehingga kualitas sumber daya manusia, khususnya di Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian UNITRI, terus meningkat.
Melalui riset tersebut, FAST UB kembali menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan inovasi berbasis potensi hayati Indonesia yang tidak hanya memperkaya pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga berpeluang diterapkan sebagai solusi bagi industri peternakan dalam menghadirkan imbuhan pakan yang lebih aman, efektif, dan berkelanjutan. (gal)













