Kanal24, Malang – Di balik setiap artikel ilmiah yang berhasil terbit di jurnal internasional, ada proses panjang yang sering kali luput dari perhatian. Mulai dari merancang penelitian, menyusun argumen yang kuat, hingga melewati proses penilaian ketat dari para reviewer. Bagi perguruan tinggi, keberhasilan menembus jurnal bereputasi bukan sekadar capaian akademik, tetapi juga menjadi tolok ukur reputasi di tingkat global.
Berangkat dari tantangan tersebut, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) menggelar International Guest Lecture pada Kamis (23/7/2026) dengan menghadirkan akademisi University of Manchester, Prof. Devlak, sebagai narasumber utama. Melalui forum ini, dosen dan mahasiswa dibekali strategi menyusun publikasi ilmiah berkualitas sekaligus memperoleh pendampingan agar manuskrip penelitian memiliki peluang lebih besar diterima di jurnal internasional bereputasi.
Baca juga:
UB dan Pemkot Malang Selaraskan Protokol melalui Sharing Harmonisasi Protokol
Internasionalisasi Berawal dari Publikasi Berkualitas
Dekan Fakultas Kedokteran UB menegaskan bahwa penyelenggaraan International Guest Lecture merupakan bagian dari strategi internasionalisasi fakultas. Menurutnya, pengakuan dunia terhadap sebuah perguruan tinggi tidak hanya dibangun melalui prestasi akademik, tetapi juga dari kualitas publikasi ilmiah yang dihasilkan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin sivitas akademika FK UB melakukan lompatan dalam menghasilkan publikasi yang berkualitas di jurnal internasional bereputasi. Internasionalisasi pada akhirnya berkaitan dengan reputasi yang diakui dunia,” ujar Dekan FK UB, Prof. Dr. dr. Saifur Rohman, Sp.OG(K).
Karena itu, FK UB menghadirkan narasumber yang memiliki pengalaman sebagai akademisi, reviewer, sekaligus editor di berbagai jurnal internasional. Kehadiran pakar tersebut diharapkan mampu memberikan perspektif baru mengenai strategi menulis artikel ilmiah yang sesuai dengan standar publikasi global.
Tak berhenti pada sesi kuliah tamu, peserta juga akan mendapatkan pendampingan melalui program Badan Pengembangan Jurnal (BPJ) FK UB. Dosen maupun peneliti didorong membawa manuskrip yang sedang disusun agar dapat memperoleh masukan langsung hingga siap diajukan ke jurnal bereputasi.
Menurut Dekan FK UB, pola pendampingan seperti ini akan dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya meningkatkan jumlah publikasi internasional yang dihasilkan sivitas akademika.
Kolaborasi Manchester Hadirkan Riset hingga Double Degree
Kerja sama antara FK UB dan University of Manchester ternyata telah berlangsung selama bertahun-tahun. Kolaborasi tersebut tidak hanya berfokus pada publikasi ilmiah, tetapi juga mencakup penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan pendidikan.
Salah satu program yang telah dijalankan bersama adalah Smart Health di Kabupaten Malang. Program ini memberdayakan kader kesehatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan masyarakat sekaligus melaporkan hasilnya melalui sistem berbasis teknologi informasi. Data tersebut dimanfaatkan sebagai dasar pemetaan berbagai persoalan penyakit kardiovaskular sehingga penanganannya dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Selain itu, kedua institusi juga mengembangkan sejumlah proyek penelitian internasional, termasuk riset mengenai mikroplastik yang berhasil memperoleh pendanaan dari luar negeri senilai miliaran rupiah.
Kolaborasi tersebut akan terus diperluas di bidang pendidikan. Mulai tahun depan, mahasiswa International Undergraduate Program (IUP) FK UB direncanakan mengikuti program double degree bersama University of Manchester.
Melalui skema tersebut, mahasiswa akan menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Brawijaya, kemudian melanjutkan studi Master of Science di Manchester sebelum kembali ke Indonesia untuk menuntaskan pendidikan profesi dokter.
Dengan pola ini, lulusan diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi klinis sebagai dokter, tetapi juga kemampuan riset yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Manuscript Clinic Jadi Langkah Nyata Tingkatkan Publikasi
Ketua Badan Pengembangan Jurnal (BPJ) FK UB menjelaskan bahwa International Guest Lecture merupakan bagian dari rangkaian program peningkatan kualitas publikasi ilmiah dosen dan mahasiswa.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) fakultas melalui peningkatan jumlah publikasi di jurnal bereputasi internasional.
“Kami ingin memberikan fasilitas bagi dosen dan mahasiswa agar publikasinya menjadi lebih baik. Harapannya, mereka mendapatkan insight mengenai bagaimana menyusun artikel ilmiah yang berkualitas sehingga peluang diterima di jurnal internasional menjadi lebih besar,” ujar Ketua Badan Pengembangan Jurnal (BPJ) FK UB
Usai sesi kuliah tamu, peserta akan mengikuti Manuscript Clinic. Dalam sesi ini, manuskrip yang telah disusun akan ditelaah bersama fasilitator untuk memperoleh berbagai masukan, mulai dari penyempurnaan struktur artikel, kebaruan penelitian, penyusunan argumentasi, hingga teknik penulisan yang sesuai dengan standar jurnal internasional.
BPJ FK UB menargetkan setiap pendampingan menghasilkan manuskrip yang siap diajukan ke jurnal bereputasi. Program serupa juga akan terus dilaksanakan secara rutin dengan menghadirkan para pakar dari dalam maupun luar negeri.
Melalui penguatan budaya publikasi, perluasan kolaborasi internasional, serta pendampingan yang berkelanjutan, FK UB berharap semakin banyak karya ilmiah sivitas akademika yang mampu menembus jurnal bereputasi dunia. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat posisi fakultas dalam jejaring akademik global sekaligus meningkatkan kontribusi riset Indonesia di kancah internasional.(ffn)













