Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Viral Usai Selamatkan Warga, Joya Sarah Ajak Berani Peduli

Einid Shandy by Einid Shandy
August 5, 2026
in Pendidikan
0
Viral Usai Selamatkan Warga, Joya Sarah Ajak Berani Peduli

Anak Muda Berani Peduli Sesama.(Tiktok Joya Sarah)

4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Di tengah kebiasaan masyarakat yang kerap mengangkat kamera ketika melihat sebuah peristiwa, masih ada orang yang memilih berhenti, menyapa, lalu bertanya, “Are you okay?”. Kalimat sederhana itu mungkin terdengar biasa, tetapi bagi seseorang yang sedang berjuang menghadapi tekanan hidup, kehadiran satu orang yang mau mendengar bisa menjadi harapan baru.

Nilai itulah yang dibagikan Joya Sarah, alumni Universitas Brawijaya (UB), saat menjadi narasumber dalam program Info Keprotokoleran Universitas yang diproduksi UBTV di Studio UBTV Lantai 2 Gedung Direktorat Universitas Brawijaya, Kamis (30/7/2026). Perempuan yang sempat menjadi sorotan publik melalui video viral karena memilih menemani seorang yang sedang mengalami tekanan mental itu mengatakan bahwa empati adalah sesuatu yang dapat dipelajari dan dimulai dari tindakan sederhana.

Baca juga:
Mahasiswa UB Edukasi Anak Kenali Ikan dan Jaga Ekosistem Perairan

Empati Dimulai dari Keberanian Mendekat

Menurut Joya, kepedulian terhadap orang lain tidak muncul begitu saja. Kepekaan perlu dibangun dengan membiasakan diri memahami kondisi sekitar, termasuk mengenali tanda-tanda ketika seseorang sedang mengalami kecemasan atau tekanan psikologis.

Joya Sarah, Alumni Universitas Brawijaya. (Andik/Kanal24)

Ia mengaku sempat diliputi rasa takut saat memutuskan mendekati orang yang belum dikenalnya. Namun, menurutnya, rasa waspada tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengabaikan orang yang membutuhkan bantuan.

“Kebaikan yang kita berikan kepada orang lain tidak harus dikalahkan oleh rasa takut. Kita tetap bisa peduli tanpa menghilangkan kewaspadaan,” ujarnya.

Baginya, membantu tidak selalu berarti melakukan sesuatu yang besar. Setiap orang memiliki kapasitas berbeda-beda. Ada yang memilih menghubungi petugas, ada yang menemani berbicara, dan ada pula yang cukup menjadi pendengar. Semua bentuk kepedulian memiliki makna selama dilakukan dengan tulus.

Mendengar Tanpa Menghakimi Menjadi Dukungan Terbaik

Dalam wawancara tersebut, Joya menilai masih banyak orang yang terbiasa memberikan nasihat sebelum benar-benar memahami apa yang sedang dirasakan lawan bicaranya.

Padahal, menurutnya, bentuk dukungan terbaik justru dimulai dari kesediaan untuk mendengar tanpa menghakimi.

“Mendengarkan yang paling tinggi adalah mendengarkan secara empati. Kita mendengarkan untuk mengerti apa yang sedang dia rasakan, bukan sibuk menilai atau menghakimi,” katanya.

Ia meyakini kemampuan berempati bukanlah bakat yang hanya dimiliki segelintir orang. Empati dapat terus diasah melalui pengalaman hidup, refleksi diri, dan kemauan memahami perjuangan orang lain.

Karena itu, ia mengajak generasi muda tidak hanya fokus pada kesulitan yang sedang dihadapi, tetapi juga belajar melihat pelajaran dari setiap pengalaman sehingga lebih mudah memahami kondisi orang lain.

Viral Bukan Tujuan, Menebarkan Kepedulian yang Terpenting

Joya mengaku tidak pernah menyangka video yang diunggahnya akan mendapat perhatian luas di media sosial. Sebelumnya, ia memang kerap membagikan konten refleksi mengenai kehidupan dan kesehatan mental.

Respons positif yang diterimanya justru memperlihatkan bahwa semakin banyak masyarakat, khususnya anak muda, mulai peduli terhadap isu kesehatan mental dan pentingnya menjadi tempat aman bagi orang lain.

Meski demikian, ia menilai masih banyak orang yang memilih merekam sebuah peristiwa dibandingkan memberikan pertolongan.

Menurutnya, sebelum mengambil ponsel, setiap orang sebaiknya membayangkan bagaimana jika berada di posisi orang yang sedang mengalami kesulitan.

“Coba bayangkan kalau posisi itu adalah kamu. Apa yang akan kamu rasakan? Hidup ini bukan hanya tentang diri kita sendiri, tetapi juga tentang nilai yang kita berikan kepada orang lain,” ungkapnya.

Joya bersyukur memilih berhenti dan menyapa orang tersebut daripada sekadar berlalu. Baginya, keputusan sederhana itu menjadi hal yang tidak akan pernah ia sesali.

Di akhir wawancara, ia berharap semakin banyak orang berani hadir bagi keluarga, sahabat, maupun orang-orang di sekitarnya yang sedang menghadapi masa sulit.

Menurutnya, tidak semua orang membutuhkan solusi instan. Terkadang, yang paling mereka perlukan hanyalah seseorang yang mau mendengar tanpa menghakimi.

“Semoga semakin banyak orang mau hadir sebagai teman bercerita, baik untuk keluarga, sahabat, maupun orang-orang di sekitar kita. Dengan begitu, mereka tahu bahwa masih ada harapan dan masih ada orang yang peduli,” tutupnya. (ern)

Post Views: 38
Tags: Alumni UBanak mudaempatiernJoya SarahKANAL24kanal24.co.idKesehatan MentalMalangMental Healthubtvuniversitas brawijayaviral
Previous Post

Mahasiswa UB Sulap Susu Tak Layak Jual Jadi Sabun Bernilai Ekonomi

Next Post

Derby Jatim Berakhir Pahit, Arema Gagal Melaju ke Final

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
Derby Jatim Berakhir Pahit, Arema Gagal Melaju ke Final

Derby Jatim Berakhir Pahit, Arema Gagal Melaju ke Final

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Derby Jatim Berakhir Pahit, Arema Gagal Melaju ke Final

Derby Jatim Berakhir Pahit, Arema Gagal Melaju ke Final

August 5, 2026
Viral Usai Selamatkan Warga, Joya Sarah Ajak Berani Peduli

Viral Usai Selamatkan Warga, Joya Sarah Ajak Berani Peduli

August 5, 2026
Mahasiswa UB Sulap Susu Tak Layak Jual Jadi Sabun Bernilai Ekonomi

Mahasiswa UB Sulap Susu Tak Layak Jual Jadi Sabun Bernilai Ekonomi

August 5, 2026
5 Aplikasi Terbaik untuk Mahasiswa, Bantu Tugas hingga Presentasi

5 Aplikasi Terbaik untuk Mahasiswa, Bantu Tugas hingga Presentasi

August 5, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025