Kanal24, Malang – Kegagalan mengikuti berbagai ajang pada 2023–2024 tidak membuat Cheryl Ailish Salsabila berhenti mengejar panggung pageant. Sempat vakum pada 2025, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (UB) itu kembali memberanikan diri dan berhasil meraih gelar Putri Hijab Indonesia Jawa Timur 2026.
Perjalanan tersebut diceritakan Cheryl dalam Podcast Putri Hijab Indonesia Jawa Timur 2026 yang diselenggarakan UBTV di Studio UBTV, Lantai 2, Gedung Direktorat Universitas Brawijaya, Selasa (4/8/2026). Bagi Cheryl, pencapaian tersebut tidak terlepas dari proses panjang untuk mengevaluasi diri dan berani keluar dari zona nyaman.
Baca Juga:
Celina Cahya Bangkit dari Bullying hingga Raih Prestasi Internasional
Berawal dari Seni dan Dunia Pageant
Cheryl Ailish Salsabila atau Cheryl merupakan mahasiswa Fakultas Hukum UB asal Kota Malang. Saat ini, ia menjalani aktivitas sebagai mahasiswa sekaligus Putri Hijab Indonesia Jawa Timur 2026.
Ketertarikannya terhadap dunia pageant telah tumbuh sejak usia dini. Cheryl mengaku mulai mengenal dunia tersebut sejak TK dengan dukungan sang mama. Seiring waktu, pengalaman itu membawanya mengikuti berbagai perlombaan dan ajang.

“Oke, awal mula berkarir di dunia ini dari sejak TK tentunya dituntun oleh mama perlahan-perlahan menjadi seperti yang sekarang untuk mengikuti lomba pageant sebagainya gitu,” ujar Cheryl.
Selain pageant, dunia seni juga menjadi bagian penting dalam perjalanan Cheryl. Ia tumbuh di keluarga yang mewariskan budaya dan nilai-nilai leluhur. Latar belakang tersebut membuatnya lebih banyak mendalami kesenian, khususnya tari, ketika berada di bangku sekolah.
“Karena aku tumbuh di keluarga yang memang mewariskan budaya dan nilai-nilai leluhur. Jadi ee pada saat di SMA atau di dunia sekolah aku lebih intu ke seni daripada inu ke olahraga.”
Sempat Gagal dan Vakum
Gelar Putri Hijab Indonesia Jawa Timur 2026 tidak diraih Cheryl tanpa kegagalan. Pada 2023–2024, ia mengikuti sejumlah ajang duta, tetapi belum berhasil menyabet gelar.
“Jujur banyak sekali gagalnya dari tahun 2023-2024 mengikuti banyak sekali ajang duta-duta tetapi tidak bisa sampai menyabat sebuah gelar seperti itu,” kata Cheryl.
Ia kemudian mengambil jeda pada 2025. Namun, masa vakum tersebut dimanfaatkan untuk mengevaluasi diri dan menggali potensi. Cheryl menilai berhenti sejenak bukan berarti berhenti belajar.

“sempat vakum juga di tahun 2025, tapi vakum itu bukan berarti berhenti untuk belajar ya, tapi untuk terus mengevaluasi diri, berproses dan terus menggali potensi diri dan akhirnya memberanikan diri di tahun 2026 di ajang Putri Hijjab Jawa Timur.”
Bidik Top Three di Ajang Nasional
Setelah meraih gelar di tingkat Jawa Timur, Cheryl kini mengarahkan fokusnya ke ajang nasional Putri Hijab Fluencer Indonesia. Ia menargetkan posisi tiga besar.
Untuk mencapai target tersebut, Cheryl terus mempersiapkan kemampuan public speaking, catwalk, hingga pembuatan konten. Ia juga menekankan pentingnya kepercayaan terhadap potensi diri.

“Mungkin untuk saat ini fokusnya adalah di ajang nasional yaitu Putri Hijab Fluenser Indonesia untuk bisa nantinya menyabet top three di ajang Putri Hijabluer Indonesia yaitu ya tetap terus belajar dari public speaking, catwalk, membuat konten dan lain sebagainya itu sendiri dan tetap percaya akan diri sendiri gitu sih.”
Menurut Cheryl, kepercayaan diri menjadi bekal penting dalam perjalanan meraih impian. Ia mengingatkan agar seseorang tidak lelah berproses dan terus percaya pada kemampuan diri.
“Oke, untuk mengembangkan karir ini tentunya adalah jangan lelah untuk terus berproses dan percaya diri. Percaya diri berarti percaya akan potensi diri sendiri. Karena itu yang akan membantu kamu saat di atas nantinya agar tidak goyah ketika kamu sudah mencapai impian kamu.”
Kini, Cheryl tidak hanya membawa gelar Putri Hijab Indonesia Jawa Timur 2026. Ia juga membawa pengalaman dari berbagai kegagalan yang menjadi bagian dari proses menuju panggung nasional. (ndr)














