Kanal24, Malang – Minyak jelantah masih sering dianggap sebagai limbah rumah tangga yang tidak memiliki nilai guna. Padahal, pembuangan minyak jelantah secara sembarangan dapat mencemari tanah, menyumbat saluran air, hingga menurunkan kualitas lingkungan. Di sisi lain, limbah tersebut sebenarnya masih dapat dimanfaatkan menjadi produk yang lebih bernilai apabila diolah dengan tepat.
Baca juga : Benih Tak Harus Selalu Dibeli, Tim FBiPK UB Rintis Bank Benih Desa
Berangkat dari tantangan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya menghadirkan Program PIJAR (Pemanfaatan Inovatif Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi) di Dusun Pakutukan, Desa Mulyoarjo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Melalui edukasi dan praktik langsung, program ini mengajak masyarakat mengubah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang ramah lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (22/7/2026) tersebut diikuti oleh 15 anggota PKK RT 03 Dusun Pakutukan yang dipilih sebagai sasaran utama karena memiliki peran penting dalam pengelolaan limbah rumah tangga. Program PIJAR diinisiasi oleh Tantya Puspitasari dan Resti Nadiah Putri bersama 23 mahasiswa KKN FBiPK Universitas Brawijaya di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapang Neza Fadia Rayesa, S.TP., M.Sc.
Minyak Jelantah Masih Menjadi Masalah Lingkungan
Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang kerap dibuang ke saluran air maupun lingkungan sekitar setelah digunakan berulang kali. Praktik tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran, mengganggu kualitas air, serta menyebabkan penyumbatan saluran drainase. Padahal, melalui proses pengolahan sederhana, minyak jelantah masih dapat dimanfaatkan kembali menjadi berbagai produk bernilai tambah, salah satunya lilin aromaterapi.
Baca juga : FBiPK UB Gandeng Falcon Pictures, Mahasiswa Berpeluang Magang Produksi Film
Melalui Program PIJAR, mahasiswa KKN memperkenalkan pemanfaatan minyak jelantah dengan memadukannya bersama ampas kopi sebagai pewangi alami, sehingga menghasilkan lilin aromaterapi yang lebih ramah lingkungan sekaligus memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai produk usaha rumahan.

Belajar Mengolah Limbah Menjadi Produk Bernilai Jual
Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh materi mengenai dampak pembuangan minyak jelantah terhadap lingkungan, pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga, tahapan pembuatan lilin aromaterapi, hingga peluang usaha dari produk tersebut. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga mendorong peserta aktif berdiskusi mengenai pemanfaatan minyak jelantah dan ampas kopi dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk memperkuat pemahaman, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab berhadiah yang berlangsung hangat dan interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan serta pengalaman yang dibagikan selama proses diskusi. Selanjutnya, peserta mempraktikkan secara langsung pembuatan lilin aromaterapi menggunakan minyak jelantah hingga menghasilkan produk yang dapat dibawa pulang sebagai contoh produk bernilai ekonomi. Lilin aromaterapi hasil karya peserta kemudian dikemas menggunakan kemasan berstiker yang memuat identitas program dan tanggal pelaksanaan kegiatan.

Melalui Program PIJAR, mahasiswa Universitas Brawijaya berharap masyarakat tidak hanya memahami pentingnya pengelolaan minyak jelantah secara tepat, tetapi juga mampu menerapkan keterampilan yang telah diperoleh untuk menghasilkan produk inovatif yang memiliki nilai jual. Edukasi ini diharapkan menjadi langkah sederhana yang mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis pemanfaatan sumber daya yang selama ini terbuang.
Program PIJAR turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan kembali limbah rumah tangga menjadi produk bernilai guna, serta SDG 15 (Ekosistem Daratan) dengan mendorong pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.(Din)














